oleh Jasper Fakkert

Menyaksikan kesukesan perkembangan The Epoch Times sebagai surat kabar di Amerika Serikat yang tumbuh dengan pesat, NBC News telah menerbitkan serangan artikel yang sarat dengan ketidakakuratan, kekeliruan secara gamblang, dan penggambaran yang keliru.

Misalnya, NBC News keliru menandai kampanye langganan The Epochtimes untuk surat kabar cetak. The Epochtimes sudah memberikan pernyataan kepada NBC News pada Juni lalu sebagai klarifikasi, tetapi mereka memilih untuk mengabaikannya — sebuah praktik jurnalistik yang sudah mapan.

Sementara itu, The Epoch Times telah berada di garis depan dalam meliput tindakan yang diambil oleh pejabat dalam pemerintahan Obama yang mana menargetkan kampanye terhadap Trump selama pemilu 2016, NBC News menolak untuk melihat bukti otentik yang dapat diverifikasi dan hanya menolak laporan investigasi itu sebagai “Teori Konspirasi.”

BACA JUGA : Spygate: Inside Story di Balik Dugaan Berkomplot untuk Menjatuhkan Trump

Sejatinya, bermula dari outlet berita yang menyesatkan publik Amerika Serikat selama lebih dari dua tahun terakhir, dengan klaim palsu bahwa Presiden Donald Trump telah berkolusi dengan Rusia untuk memenangkan pemilu 2016. Selanjutnya, dalam upaya untuk mendiskreditkan The Epoch Times, sumber daya NBC News mengulangi propaganda yang diproduksi oleh rezim komunis Tiongkok yang berkuasa di Tiongkok.

Ini terjadi ketika perusahaan induk NBC, NBCUniversal, terus bekerjasama dengan konsorsium perusahaan BUMN Tiongkok pada proyek bernilai miliaran dolar AS di Beijing. Sungguh menyedihkan, melihat organisasi berita yang pernah dihormati, ternyata terlibat dalam perilaku semacam itu.

Kenyataannya adalah bahwa NBC News secara tidak sengaja memberikan legitimasi kepada rezim Komunis Tiongkok yang berkuasa di Tiongkok, ketika menindak warga negaranya sendiri di Hong Kong.

Bahkan, Laporan NBC News membuat situasi menjadi semakin memburuk bagi penganiayaan mengerikan yang berlangsung selama 20 tahun oleh rezim Komunis Tiongkok selama puluhan tahun terhadap puluhan juta warga Tiongkok yang berlatih Falun Gong. Falun Dafa atau Falun Gong adalah sebuah latihan meditasi Tiongkok kuno yang didasarkan pada prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar.

Pada Juni lalu, pengadilan rakyat independen internasional di Inggris dipimpin oleh Sir Geoffrey Nice QC – yang sebelumnya memimpin penuntutan terhadap mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic – dengan suara bulat menyimpulkan bahwa otoritas Komunis Tiongkok telah membunuh praktisi Falun Gong untuk organ mereka “dalam skala yang signifikan.”

BACA JUGA : Pengadilan Independen Internasional : Komunis Tiongkok Mengambil Secara Paksa Organ Tubuh Tahanan ‘Hati Nurani’ Falun Gong

Pada 2016 silam, Dewan Perwakilan Rakyat AS dengan suara bulat mengutuk pengambilan organ secara paksa oleh praktisi Falun Gong oleh rezim komunis di Tiongkok.

The Epoch Times telah secara transparan menjelaskan, bahwa pendiri The Epochtimes yang melarikan diri dari komunis Tiongkok, adalah praktisi disiplin spiritual. Informasi ini bisa dilihat dalam video  The Epochtimes berikut ini.

The Epoch Times adalah media independen berdasarkan pada prinsip-prinsip Kebenaran dan Tradisi dan didedikasikan untuk menegakkan standar jurnalisme tertinggi.

Selama bertahun-tahun, The Epochtimes terus mengalami serangan. Ini termasuk penangkapan 10 anggota staf The Epochtimes di Tiongkok. Mereka dijatuhi hukuman penjara karena komitmen mereka terhadap media yang  independen.

Kenyataannya adalah bahwa The Epoch Times tumbuh sangat pesat, dikarenakan percaya pada prinsip kebenaran, sesuatu yang telah ditinggalkan banyak media-media lainnya. (asr)

Untuk berlangganan koran cetak The Epoch Times dalam bahasa Inggris, kunjungi ReadEpoch.com  

Jasper Fakkert Adalah Pemimpin Redaksi The Epochtimes di Amerika Serikat

Share

Video Popular