- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Investasi Perusahaan AS di Malaysia Melonjak Drastis untuk Hindari Kenaikan Tarif

oleh Hong Yawen

Pemerintah Malaysia pada Rabu (4/9/2019) mengumumkan, bahwa investasi perusahaan Amerika Serikat di Malaysia pada paruh pertama tahun ini, melonjak secara drastis 5.62 miliar dolar AS atau naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 113 juta dolar AS.

Reuters menyebutkan, perusahaan Amerika Serikat maupun Tiongkok, mereka sedang mempertimbangkan untuk mengalihkan sebagian lini produksinya keluar dari daratan Tiongkok untuk menghindari tarif tinggi. 

Para ekonom mengatakan, bahwa Vietnam dan Malaysia mungkin merupakan penerima manfaat terbesar dari perang tarif Tiongkok – AS. Akan tetapi, negara-negara seperti India juga berusaha menarik perusahaan seperti Apple, Foxconn dan Wistron Corp.

Malaysian Investment Development Authority -MIDA- pada 4 September berbagi data dengan Reuters tentang investasi swasta asing, tetapi mereka menolak untuk mengungkapkan nama perusahaan yang dimaksud. 

Badan itu mengatakan bahwa untuk menstabilkan iklim bisnis dan politik, semakin banyak perusahaan tertarik ke Malaysia. Pada paruh pertama tahun ini, Malaysia telah menyetujui investasi AS di bidang manufaktur sebesar 11,69 miliar ringgit Malaysia atau sekitar 2.77 miliar dolar AS. 

Jumlah itu dibandingkan hanya dengan 307 juta ringgit Malaysia atau sekitar 72.7 juta dolar AS, pada periode yang sama tahun lalu. Kini, sudah berada di peringkat atas menggantikan kedudukan Tiongkok.

Saat ini, fasilitas manufaktur perusahaan AS seperti Intel Corp, Dell Technologies Inc. dan On Semiconductor Corp telah mendirikan pabrik di Malaysia.

Selain itu, data juga menunjukkan bahwa investasi perusahaan AS di Malaysia dalam bidang jasa juga melonjak menjadi 11.52 miliar ringgit  atau setara 2.73 miliar dolar AS, dari tahun lalu pada periode sama yang hanya berjumlah 42.3 juta ringgit Malaysia atau setara 10.01 juta dolar AS.

Jumlah usulan persetujuan dari investasi perusahaan asal Tiongkok menurun dari 5,69 miliar ringgit Malaysia atau setara 1.35 miliar dolar AS, pada periode yang sama tahun lalu menjadi 5,1 miliar ringgit Malaysia atau setara 1.2 miliar dolar AS pada tahun ini. (Sin/asr)