- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Bos The Fed Memberikan Sinyal Penurunan Suku Bunga?

oleh Lin Nan

Bos Federal Reserve yang dikenal The Fed atau Bank Sentral AS, Jerome Powell pada Jumat (6 /9/2019)  menegaskan kembali komitmennya. Ia mengatakan, bahwa the Fed akan mempertahankan pertumbuhan ekonomi AS dengan cara apapun. Ia membantah bahwa the Fed khawatir terhadap resesi ekonomi AS.

Powell dalam diskusi dengan Thomas Jordan, Presiden Bank Nasional Swiss di Zurich, mengatakan, pihaknya tidak memprediksi atau mengantisipasi resesi.  Menurut CNN, Powell mengatakan bahwa sebaliknya, prospek ekonomi AS masih baik.

Powell mengatakan pihaknya akan terus mengambil tindakan yang tepat untuk mempertahankan ekspansi ekonomi. .

Pertemuan the Fed berikutnya akan diadakan di Washington pada 17 – 18 September 2019. Pernyataan Powell banyak dikutip oleh masyarakat keuangan sebagai sinyal penurunan suku bunga.

Investor telah memperkirakan bahwa The Fed, akan terus memangkas suku bunga. Powell menghadapi tekanan yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Di satu sisi, Presiden Trump meminta The Fed untuk menetapkan suku bunga yang lebih rendah. Selain itu, ada sinyal ekonomi yang mengkhawatirkan di pasar, dan investor sedang mencari tanda-tanda  untuk membantu meredakan kekhawatiran. 

Namun bos The Fed yang ke-16 itu pada hari Jumat lalu, kembali menegaskan bahwa ekonomi AS masih tetap kuat. Ia menyinggung soal pasar tenaga kerja di AS bulan lalu dengan mengatakan, bahwa lapangan kerja telah bertambah sebanyak 130.000. Ia mengatakan, pasar tenaga kerja AS dalam kondisi baik. Ia juga mengatakan bahwa inflasi naik, tetapi masih berada di tingkat sehat, menurut The Fed adalah sekitar 2% untuk ekonomi AS.

Meski begitu, Powell mengakui bahwa para pembuat kebijakan akan terus memperhatikan dengan seksama faktor “risiko signifikan”, ia mengambil contoh tentang ketidakpastian perdagangan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dialami Jerman, Tiongkok, Eropa dan tingkat inflasinya yang melemahkan.

Untuk saat ini, mantan Pejabat Kementerian keuangan AS itu memperkirakan, bahwa ekonomi negeri PAMAN SAM itu akan terus tumbuh secara moderat dalam beberapa bulan mendatang, terutama karena perang perdagangan dengan Tiongkok, yang masih bergejolak belum sampai menyeret belanja konsumen yang kuat.

Powell juga mengatakan, bahwa ketidakpastian perdagangan telah memperlambat investasi perusahaan. Ia berjanji bahwa the Fed akan melakukan segalanya demi mendukung pertumbuhan ekonomi AS. 

“Tanggung jawab kami adalah menggunakan sarana yang kami miliki untuk mendukung pertumbuhan ekonomi”.

Sosok yang dinominasikan Trump untuk menjabat bos The Fed pada 2017 lalu, membantah bahwa kebijakan perdagangan pemerintahan Trump secara langsung mempengaruhi keputusan the Fed. Ia mengatakan, Ketidakpastian kebijakan perdagangan bukanlah sesuatu yang harus ditanggapi secara aktif oleh bank sentral AS. (Sin/asr)