‘One Belt, One Road’ Memiliki Jangkauan Global

Pada tahap awal OBOR, Partai Komunis Tiongkok berfokus pada negara-negara tetangga, mencapai sejauh Eropa. Dengan sangat cepat, Partai Komunis Tiongkok memperluas jangkauannya ke Afrika, Amerika Latin, dan bahkan Samudra Arktik, yang mencakup seluruh dunia. Jalur Sutera Maritim awalnya hanya terdiri dari dua rute.

Rute ketiga, Jalan Sutra Kutub, ditambahkan untuk menghubungkan ke Eropa melalui Samudra Arktik. Sebelum OBOR, Partai Komunis Tiongkok telah banyak berinvestasi di Afrika dan Amerika Latin. Negara-negara ini sekarang menjadi bagian struktur utama OBOR, yang memungkinkan Partai Komunis Tiongkok untuk lebih cepat memperluas jangkauan keuangan dan militernya di Afrika dan Amerika Latin.

Tujuan utama OBOR adalah untuk mengekspor kelebihan kapasitas Tiongkok dengan membangun infrastruktur dasar seperti kereta api dan jalan raya di negara lain. Negara-negara ini adalah negara yang kaya akan sumber daya dan energi. Dengan membantu negara-negara tersebut membangun infrastruktur, Partai Komunis Tiongkok mencapai dua tujuan sekunder.
Salah satu tujuannya tersebut adalah membuka rute untuk mengirimkan produk domestik Tiongkok ke Eropa dengan biaya rendah; tujuan lainnya adalah mengamankan sumber daya strategis negara-negara yang berpartisipasi dalam OBOR. Niat Partai Komunis Tiongkok adalah untuk meningkatkan ekspornya sendiri, bukanlah untuk membantu negara-negara di sepanjang Belt and Road untuk membangun industri manufaktur negara tersebut — Partai Komunis Tiongkok tidak akan melepaskan manufaktur Tiongkok.

Ambisi nyata di balik OBOR adalah menggunakan sarana ekonomi sebagai garda depan untuk membangun kendali atas kehidupan keuangan dan politik negara-negara lain dan mengubah negara-negara tersebut menjadi koloni-koloni Partai Komunis Tiongkok dalam strategi globalisnya. Produk sampingan partisipasi dalam skema OBOR mencakup impor semua aspek komunisme yang merusak: Korupsi, utang, dan penindasan totaliter. Proyek ini adalah jebakan yang menipu yang tidak akan membawa kemakmuran ekonomi yang langgeng bagi para pesertanya.

Banyak negara menjadi khawatir dan menghentikan atau mengevaluasi ulang proyek OBOR. Partai Komunis Tiongkok telah mengakui bahwa Partai Komunis Tiongkok harus lebih transparan dan membuat penyesuaian terhadap jebakan utang yang banyak dikritik. Namun demikian, rencana Partai Komunis Tiongkok tidak dapat dianggap remeh.
Sementara perusahaan-perusahaan Barat beroperasi berdasarkan prinsip mencari keuntungan dan tidak akan bertahan di negara-negara tuan rumah yang bergejolak selama lebih dari beberapa tahun, kalkulus Partai Komunis Tiongkok meluas hingga abad berikutnya. Partai Komunis Tiongkok dapat mentolerir operasi di lingkungan internasional yang bergejolak untuk jangka panjang tanpa memperhatikan kerugian langsung.

Yang diinginkan Partai Komunis Tiongkok adalah pemerintah pro-komunis yang akan mendukungnya di PBB. Partai Komunis Tiongkok ingin menjadi pemimpin di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, berjuang dengan dunia bebas, dan menggantikan Amerika Serikat sebagai kekuatan nomor satu di dunia. Partai Komunis Tiongkok bersedia menanggung biaya manusia yang diperlukan untuk mencapai tujuan ini.

Sebagai contoh, Partai Komunis Tiongkok dapat memaksa rakyat Tiongkok untuk membayar biaya yang tidak pernah dapat ditangani oleh perusahaan-perusahaan milik swasta Barat. Dalam perang untuk menaklukkan dunia ini, ini bukanlah mengenai seberapa kuat Partai Komunis Tiongkok di atas kertas, tetapi bahwa Partai Komunis Tiongkok memiliki sumber daya dari ratusan juta rakyat Tiongkok tanpa menghiraukan hidup atau mati rakyat tersebut. Rakyat tersebut adalah pion pengorbanan Partai Komunis Tiongkok.

Share

Video Popular