Gao Shan

Sebuah laporan hasil jajak pendapat dilakukan oleh Center for American Political Studies at Harvard (CAPS) dengan Harris Poll, disampaikan secara khusus kepada ‘The Hill’. Laporan itu menyebutkan, meskipun mengandung risiko bagi Amerika Serikat,  namun masih ada lebih dari dua-pertiga dari pemilih Amerika Serikat menghendaki pemerintahan Trump melawan perlakuan tidak adil dalam perdagangan dengan komunis Tiongkok.

Sebagaimana dilaporkan oleh ‘The Hill’, menurut Mark Penn, co-director dari CAPS dan Harris Poll mengatakan : “Presiden Trump telah memperoleh dukungan kuat dari rakyat Amerika Serikat atas perlawanannya terhadap perilaku dagang tidak adil komunis Tiongkok”. 

“Meskipun mereka menyadari bahwa tarif mungkin memiliki dampak negatif pada lapangan kerja dan harga, namun mereka percaya bahwa pertempuran ini benar,” sebut laporan itu.

Menurut laporan, survei menunjukkan bahwa 63% dari pemilih yang terdaftar percaya bahwa pengenaan tarif atas komoditas impor dari Tiongkok pada akhirnya akan lebih banyak merugikan Amerika Serikat daripada Tiongkok. 

Sementara 74% pemilih mengatakan bahwa konsumen Amerika telah menanggung sebagian besar beban tarif tersebut. Namun, 67% responden masih mengatakan bahwa masih dirasakan perlu untuk melawan kebijakan dan tindakan perdagangan komunis Tiongkok. Presiden Trump dan sekutunya percaya bahwa komunis Tiongkok telah menerapkan praktik perdagangan yang tidak adil terhadap Amerika Serikat.

Dalam beberapa minggu terakhir, akibat macetnya negosiasi antara kedua negara kekuatan ekonomi besar dunia itu, kedua belah pihak telah saling “memukul” dengan meningkatkan tarif impor. Akibatnya ketegangan perdagangan antara kedua negara semakin memburuk.

Secara umum, terdapat pendapat pro dan kontra dari rakyat Amerika terhadap kebijakan tarif administrasi Trump. Dalam hasil jajak pendapat CAPS /Harris Poll disebutkan bahwa 50% responden tidak setuju dengan tarif 25% atas komoditas senilai USD. 200 miliar. Sementara 50% lainnya setuju.

Sikap masyarakat juga demikian untuk menaikkan tarif sebesar 10% atas komoditas senilai USD. 300 miliar. Menurut survei, 50% responden setuju, sementara 50% lainnya menyatakan keberatan.

Sampai saat ini hampir tidak ada indikasi bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dengan komunis Tiongkok akan segera mereda. Dalam sebuah pesan tweet pada hari Selasa pagi 3 September 2019, Trump bersikeras mengatakan bahwa perang dagang akan menyebabkan Tiongkok kehilangan bisnis, pekerjaan, dan modal. Trump juga mengatakan bahwa jika ia memenangkan masa jabatan presiden untuk yang kedua kalinya pada tahun 2020, maka komunis Tiongkok akan menghadapi negosiasi yang lebih sulit.

Sebagian besar pemilih mengatakan bahwa mereka berharap bahwa negosiasi perjanjian perdagangan terus berlanjut setelah pemilihan presiden tahun depan. Menurut jajak pendapat CAPS/Harris Poll, 53% responden percaya bahwa Trump tidak akan menandatangani perjanjian perdagangan dengan komunis Tiongkok sebelum pemilu tahun 2020. Sebaliknya 47% responden lainnya percaya bahwa penandatanganan mungkin terjadi sebelum pemilu.

Selain itu, hanya beberapa pemilih Amerika yang percaya bahwa presiden dari Partai Demokrat dapat bertindak lebih efektif atau sama efektifnya dengan Trump dalam memerangi kebijakan perdagangan Beijing. 

Hanya ada  33% responden percaya bahwa presiden dari Partai Demokrat akan bertindak lebih efektif, sedangkan 23% responden lainnya percaya bahwa presiden dari Partai Demokrat akan sama efektifnya dengan Trump.

CAPS/Harris Poll bersama menyelenggarakan jajak pendapat dari 26 – 28 Agustus 2019 lalu. Diikuti oleh 2.531 orang peserta. The Hill  telah bekerja sama dengan CAPS/Harris Poll untuk jajak pendapat di sepanjang tahun 2019. Hasil jajak pendapat lengkap akan diposting kemudian.  (sin)

Share

Video Popular