Nicole Hao – The Epochtimes

Ketika Komunis Tiongkok mempersiapkan secara besar-besaran Hari Ulang Tahun -HUT-  ke 70 pengambilalihan kekuasaan oleh Komunis Tiongkok di Tiongkok, pemerintah daerah di Tiongkok memasuki dalam kondisi penguncian kota.  Langkah itu dilakukan demi memastikan, bahwa segala sesuatu yang dapat mengancam stabilitas rezim Komunis Tiongkok akan ditaklukkan.

Epoch Times berbahasa Mandarin baru-baru ini, memperoleh dokumen rahasia yang dirilis oleh komite pemerintah Provinsi Shanxi, Tiongkok tentang keamanan nasional. Dokumen rahasia itu menginstruksikan, semua lembaga pemerintahan Komunis Tiongkok terkait keamanan di provinsi itu, untuk “bersiap menghadapi perang.”

Dokumen itu, yang ditandai “sangat  urgent” tertanggal pada 2 September 2019. Dokumen itu memperingatkan risiko akibat protes Hong Kong yang sedang berlangsung dan “penindasan Amerika Serikat.” Maksud dokumen itu, kemungkinan merujuk pada perselisihan perdagangan Tiongkok-AS yang sedang berlangsung. Dokumen rahasia itu, menambahkan bahwa provinsi itu berada dalam “keamanan politik dan stabilitas sosial” sangat penting bagi Beijing.

Dokumen pemerintah provinsi Shanxi meminta semua lembaga berada dalam status siap perang. (Disediakan untuk The Epoch Times berbahasa Mandarin oleh orang dalam)

Provinsi Shanxi adalah provinsi yang terkurung daratan di Tiongkok utara-tengah, di sebelah barat Beijing. “Shanxi adalah bagian penting dari perisai untuk melindungi Beijing,” demikian bunyi dokumen itu. 

Dokumen merujuk pada proyek pemerintah pusat yang dimulai pada awal 2000-an untuk daerah-daerah di dekat ibukota negara, termasuk provinsi Shanxi, Hebei, dan Liaoning untuk memberikan keamanan ekstra .

Ditekankan, bahwa keamanan tingkat tinggi, diperlukan untuk perayaan ulang tahun ke 70 di Beijing pada 1 Oktober 2019.  Serta sesi pleno ke empat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, sebuah pertemuan politik di Beijing di mana para pejabat tinggi membahas arah Komunis Tiongkok dan kebijakan masa depan. 

Komunis Tiongkok mengumumkan bahwa itu akan berlangsung sekitar  selama bulan Oktober. Komite Sentral adalah sekelompok elit Partai Komunis Tiongkok yang saat ini terdiri dari 205 anggota dan 171 anggota pengganti. 

Dokumen pemerintah provinsi Shanxi meminta lembaga untuk berhati-hati tentang dampak protes RUU anti-ekstradisi Hong Kong. (Disediakan untuk The Epoch Times berbahasa Mandarin oleh orang dalam)

Menurut konvensi Komunis Tiongkok, sidang paripurna keempat seharusnya diadakan pada musim gugur yang lalu. Beberapa pengamat politik percaya, sidang ditunda lebih dari setahun karena perbedaan pendapat di internal elit komunis Tiongkok.

Bersiaplah untuk Perang

Dokumen tersebut menginstruksikan badan-badan keamanan untuk memastikan garis bawah “tiga hal untuk dicegah” dan “tiga hal yang tidak dapat terjadi.” Yaitu: mencegah serangan teroris secara besar-besaran; mencegah tren serangan kekerasan yang terjadi semakin sering; dan mencegah serangan menyebar ke wilayah lain. 

Dokumen itu tidak menjelaskan, apa yang disebut sebagai “serangan teroris kejam.”  Akan tetapi, media pemerintah Komunis Tiongkok, sering menggunakan istilah itu untuk merujuk kepada serangan kekerasan yang mengakibatkan banyak orang terluka atau tewas.Tiga hal yang tidak dapat terjadi adalah: pemadaman listrik skala besar; insiden di mana orang terbunuh; atau insiden di mana peralatan di pabrik besar rusak.

“Semua departemen di setiap tingkat pemerintahan harus dalam status mempersiapkan perang mulai 1 September. Setiap tingkat pemerintahan harus menjamin keamanan ekonomi, masyarakat, internet, dan sebagainya,” demikian tulisan dokumen itu. 

Dokumen itu memerintahkan, bahwa para pejabat senior harus ditugaskan untuk mengawasi tugas-tugas terkait dengan langkah-langkah keamanan. Penugasan dengan para pejabat mengisi shift secara terus menerus, selama 24 jam dalam sehari, berlangsung selama tujuh hari dalam seminggu.

Risiko Komunis Tiongkok

Dokumen tersebut kemudian menjelaskan peristiwa spesifik yang dapat menyebabkan “konflik” di masyarakat: “Banyak negara Barat, termasuk Amerika Serikat, memperketat penindasan mereka terhadap negara kita. Dampak negatif dari insiden Rancangan Undang-Undang anti-ekstradisi Hong Kong mungkin dapat meluas ke daratan,” demikian bunyi dokumen itu.

Sejak Juni lalu, protes massa dalam skala besar di Hong Kong telah menyulut Rancangan Undang-Undang ekstradisi yang kontroversial. RUU itu mengusulkan agar rezim Komunis Tiongkok mengirim orang-orang untuk diadili di Tiongkok daratan, di mana tidak ada aturan hukum. 

Dokumen pemerintah provinsi Shanxi meminta lembaga waspada terhadap semua risiko. (Disediakan untuk The Epoch Times berbahasa Mandarin oleh orang dalam)

Sejak itu, gerakan menentang infiltrasi Komunis Tiongkok terhadap otonomi Hong Kong, diperluas dengan mencakup seruan untuk pemilihan umum yang terbuka dan langsung. Serta penyelidikan independen terhadap penggunaan kekerasan oleh kepolisian terhadap para demonstran.

Pemberitahuan itu akhirnya menyerukan kepada semua pejabat untuk tetap waspada pada “angsa hitam dan kegiatan badak abu-abu.” “Black swan” adalah metafora untuk kejadian tak terduga yang memiliki dampak signifikan, sementara “badak abu-abu” adalah ancaman yang sangat mungkin terjadi, namun terabaikan.

Dokumen pemerintah provinsi Shanxi meminta pejabat bekerja dalam waktu 24 jam 7 hari dalam seminggu. (Disediakan untuk The Epoch Times berbahasa Mandarin oleh orang dalam)

Analisis

Komentator urusan Tiongkok yang berbasis di Amerika Serikat, Shi Shi kepada Epochtimes pada 12 September percaya, bahwa pengumuman di Provinsi Shanxi menekankan “keamanan politik” adalah dikarenakan adanya risiko politik. 

Hal demikian tentang ketidaksepakatan antara pejabat lokal dan kepemimpinan elit di Komite Pusat, yang akan segera mengadakan sidang paripurna. Banyak pejabat elit saat ini bersekutu dengan pemimpin puncak Komunis Tiongkok, Xi Jinping.

Menurut Shi Shi, dokumen rahasia itu menunjukkan bahwa ada pejabat Partai Komunis Tiongkok yang tidak setuju dengan pendapat Komite Sentral. Mereka-mereka inilah yang tidak ‘berada di tim yang tepat,’ dan perlu mengubah pendapat politik mereka. 

Lebih jauh dianalisa secara mendalam,  bahwa perbedaan pendapat menyulut pertikaian antar faksi di internal Komunis Tiongkok. Selain Provinsi Shanxi, daerah-daerah lainnya sudah mulai menempatkan pembatasan secara ketat terhadap kegiatan warga. Langkah itu bertujuan, untuk mencegah segala bentuk pertikaian atau gangguan selama perayaan ulang tahun ke 70, juga dikenal sebagai “Hari Nasional.”

Pusat Ibu Kota Beijing, telah merencanakan parade militer skala besar dan kegiatan lainnya di ibukota. 

Pemerintah kota Beijing telah melarang semua toko untuk menjual pisau dapur, palu, kapak, dan gunting sejak Agustus lalu. Untuk sementara waktu, menutup ratusan klub, restoran, dan bar. Hingga secara ketat mengontrol pergerakan warga. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular