- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Mahasiswa dari Hong Kong University Lanjutkan Aksi Protes, Mengutuk Rezim Komunis Tiongkok

Jeremy Sandberg – The Epoch Times

Mahasiswa di  Hong Kong University menggantungkan poster baru pada 17 September lalu. Poster itu berisikan pesan yang mengutuk rezim komunis Tiongkok.  Melansir dari The Epochtimes, meskipun mahasiswa di kampus sibuk dengan urusan studi mereka, tetapi dilihat dari jumlah poster dan memo di dinding, mereka tidak melupakan aksi protes yang sedang berlangsung.

Sejak Juni lalu, Hong Kong telah terlibat dalam protes skala besar dimulai sebagai oposisi terhadap Rancangan Undang-Undang ekstradisi yang kini sudah ditarik. Namun demikian, para pemrotes telah memperluas tuntutan mereka untuk memasukkan seruan yang lebih luas untuk demokrasi. 

RUU ekstradisi akan memungkinkan orang-orang di Hong Kong dipindahkan ke daratan. Tak lain, untuk diadili di pengadilan yang dikendalikan oleh rezim Komunis Tiongkok.

Miles, seorang mahasiswa di Hong Kong University yang hanya memberikan nama depannya kepada The Epochtimes mengatakan, dirinya hanya berharap pemerintah akan mendengarkan suara mereka, cukup sekedar menarik Undang-Undang tidak memotongnya. 

Slogan utama warga Hong Kong selama berminggu-minggu aksi protes adalah “bebaskan Hong Kong, revolusi adalah waktu kita.” Akan  tetapi pada hari Selasa 17 September, mahasiswa di Hong Kong University membuat slogan baru: “Tuhan akan menghancurkan Partai Komunis Tiongkok.”

Miles mengatakan : “Partai Komunis  berpikir mereka adalah dewa dunia, mereka mengira mereka adalah raja Tiongkok. Mereka sebenarnya tidak peduli dengan warga negara dan rakyat.”

Membandingkan dengan Nazi

Banyak pengunjuk rasa telah membandingkan rezim komunis Tiongkok dengan Nazi seperti di Jerman pada awal abad ke-20. Pengunjukrasa  menyebutnya dengan istilah rezim “Chinazis.” Miles menegaskan, Chinazis tidak mengerti mengapa demonstran keluar untuk menggelar aksi protes. 

Miles memprotes rezim Komunis Tiongkok yang terus menyebut demonstran sebagai kecoak. Hal demikian menunjukkan, pemerintah tak peduli tentang warga dan pemuda Hong Kong. Istilah kecoak merujuk pada laporan media pemerintahan Komunis Tiongkok yang menjelekkan demonstran.

Jaden, mahasiswa lain yang hanya memberikan nama depannya, juga mengatakan, bahwa ia tidak menyukai rezim Komunis Tiongkok. Jaden menuding, apa yang Komunis Tiongkok lakukan benar-benar dekat dengan Nazi. Oleh karena itu, Jaden tidak ingin era tersebut terjadi lagi di era masyarakat modern seperti pada saat ini.

Terlahir dengan Kebebasan

Terlahir dengan kebebasan yang diberikan ke wilayah tersebut sebelum dikembalikan ke kedaulatan Tiongkok pada tahun 1997, banyak mahasiswa di Hong Kong tidak mau melihat kebebasan seperti itu terkikis. Hal demikian, ketika Beijing memperluas pengaruhnya lebih dalam ke urusan kota Hong Kong.

Jaden mengatakan, orang-orang  dilahirkan untuk kebebasan. Maka sudah seharusnya, tidak dikekang lagi oleh Komunis Tiongkok. Oleh karena itu, mengapa warga Hong Kong ingin menjadi contoh. Tak hanya untuk Hong Kong dan Tiongkok semata, tapi kepada seluruh dunia.  

Aksi Protes di Hong Kong, kini telah memasuki minggu ke 15 secara berturut-turut.  Kemungkinan aksi akan terus berlanjut. Dikarenakan, pengunjuk rasa mengatakan, mereka akan terus menyerukan pemerintah Hong Kong untuk memberikan mereka pemilihan dan keadilan terhadap kebrutalan polisi.

Polisi Hong Kong telah berulang kali dikritik, karena menggunakan kekuatan yang berlebihan untuk membubarkan dan menundukkan demonstran. Tindakan polisi termasuk dengan menggunakan peralatan pengendalian kerumunan massa seperti gas air mata dan peluru karet. Apalagi cara-cara seperti itu,  melanggar norma internasional seperti dilaporkan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

Tommy, seorang mahasiswa Hong Kong University yang hanya memberikan nama depannya, mengatakan, dia berpikir negara-negara di seluruh dunia — termasuk daratan Tiongkok — mungkin mengikuti contoh warga Hongkong dan menentang otoritarianisme.

Menurut Tommy,  jika pengunjukrasa berhasil membebaskan Hong Kong, serta  berhasil bebas dari kekuasaan Komunis Tiongkok, maka kota-kota lain di Tiongkok akan mengikuti mereka. Mereka akan menyerukan agar Komunis Tiongkok disingkirkan. (asr)