Gu Xiaohua

Ledakan ranjau peer-to-peer P2P lending di Tiongkok masih terus berlanjut. Yang dimaksud P2P Lending adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam-meminjam melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet. 

Baru-baru ini, Beijing Tongjin Asset Management Co, Ltd atau disebut Tongjin mengalami pemutusan rantai modal dalam platform manajemen keuangannya. Sementara itu, sekitar 30.000 kreditur pihak sebagai pemberi pinjaman sudah lebih dari sebulan gagal menarik kembali uangnya. Lebih dari 15 miliar yuan dana lenyap tak berbekas.

Seorang pemberi pinjaman yang tidak ingin disebutkan namanya menceritakan kepada reporter the Epoch Times, bahwa pada 3 Juli 2019 lalu, Tongjin tiba-tiba mengumumkan bahwa perusahaan menarik diri dari P2P tanpa peringatan.

Pada 11 Juli 2019, Tongjin mengeluarkan “Program Pengembalian dana” melalui nomor publik resminya, dan pemberi pinjaman masih percaya pada program itu. Namun, pada 2 Agustus 2019, pemberi pinjaman menemukan bahwa produk yang tidak termasuk dalam program terkait tidak dapat dibayar tepat waktu. Rencana pengembalian dana juga tidak pernah diimplementasikan.

Sejak 3 Agustus 2019, untuk pertama kalinya, para pemberi pinjaman menggelar bersama perlindungan hak-hak mereka dalam skala besar. Sekitar 1.000 orang ke Kantor Keuangan Beijing dan Kantor Pemerintah.

Pemberi pinjaman itu mengatakan bahwa aksi perlindungan hak mereka tidak pernah putus sejak itu. Mereka ke Komite Kota di Beijing, Badan Investigasi Ekonomi Distrik Haidian, Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi milik negara, China Huarong Asset Management Co, Ltd dan sebagainya. Beberapa pemberi pinjaman bahkan ke kantor polisi untuk melaporkan kasus tersebut. Mereka diusir ketika mengadu ke Pemerintah Kota di Beijing.

Terbetik berita, bahwa dalam proses membela hak-hak mereka, seorang pemberi pinjaman bernama Guo Changjun ditangkap oleh polisi pada malam 25 Agustus 2019 lalu, dan tidak diketahui keberadaannya hingga kini.

Lembaga Tongjin awalnya adalah organisasi jasa komprehensif manajemen kekayaan berskala besar yang terkenal di Tiongkok, yang sebelumnya dikenal sebagai Beijing Rongxu Zhongtuo Investment Management Co., Ltd.. Tongjin sepenuhnya dimiliki oleh western financial assets exchange atau Guizhou Co, Ltd pada Juli 2015. Tongjin  menandatangani perjanjian dengan HengFeng Bank Co., Ltd pada November tahun yang sama. Pemberi pinjaman terutama dari Beijing dan tersebar di seluruh negeri.

Menurut data registrasi industri dan komersial, tiga pemegang saham China Huarong atau Huarong-Yufu PE Funds Managemnt Co.,Ltd., Kantor Pengawasan Aset Budaya dan Administrasi provinsi Hubei (Media Changjiang Hubei), Sunbase International (Holdings) Ltd (Xiamen Bainian Energy Co.,Ltd), dan western financial assets exchange (Guizhou) Co, Ltd yang disetujui oleh Pemerintah Provinsi Guizhou adalah 100% perusahaan induk Holdings Tongjin.

Saat ini wakil direktur Komite pembelajaran dan Sejarah Budaya Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok, Chairman Sunbase International (Holdings) Ltd, Gao Jingde, serta wakil Chairman Sunbase International (Holdings) Ltd, dan mantan General Manager Beijing Tongjin Asset Management Co, Ltd, Yu Bin adalah pengendali yang sebenarnya. 

Kedua orang itu, yakni Gao Jingde dan Yu Bin dengan gencar mempromosikan latar belakang Badan Usaha Milik Negara, Beijing Tongjin Asset Management Co, Ltd, yang bahkan memenangkan “Penghargaan Pengendali Risiko Investasi Keuangan Tiongkok Terbaik 2018”. Tongjin  juga meraih penghargaan “National Excellent Demonstration Enterprise of Quality and Integrity 2018-2019 dan penghargaan lainnya.

Terbetik berita bahwa ada 30.000 kreditur, dengan jumlah investasi dari puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah. Jumlah total korban telah mencapai hampir 20 miliar yuan atau sekitar Rp. 39 triliun. 

Seorang pemberi pinjaman menginvestasikan sebesar 6 juta yuan atau sekitar Rp. 11.7 miliar yang direkomendasikan seorang temannya di P2P lending tersebut, yakni dari Tongjin. Awalnya dia tidak percaya pada manajemen keuangan seperti itu. Setelah temannya menggeluti bidang itu selama dua tahun, dia baru ikut bergabung ke Tongjin. 

Satu hal yang paling menarik baginya adalah latar belakang perusahaan yang merupakan badan usaha milik negara dari lembaga P2P itu. Dari investasi awal sebesar puluhan juta rupiah, hingga secara bertahap mencapai puluhan miliar rupiah.  Namun, sejak itu, uang yang diinvestasikannya tak pernah kembali lagi hingga kini. Karena sudah lanjut usia. Tidak mudah baginya untuk mengadukan hal itu ke kantor pemerintah dalam melindungi hak-haknya.

Seorang pemberi pinjaman lain yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, “Sampai sekarang sudah ada dua orang pemberi pinjaman berusia 80-an telah meninggal dunia karena hal itu.”

Sementara itu, seorang ibu lain mengalihkan angsuran rumahnya untuk berinvestasi. Namun, investasinya tak pernah kembali, hingga tak punya uang lagi untuk biaya studi anaknya di luar negeri. Akibatnya, dia pun panik. 

Selain itu juga ada pemberi pinjaman yang menderita penyakit kanker stadium lanjut, dan sekarang tidak ada uang untuk biaya berobat. Banyak dari pemberi pinjaman adalah para orang tua usia lanjut. Uang seumur hidup yang ditabung untuk hari tua pun semuanya dipertaruhkan, dan setelah terjadi ledakan yang tak diduga, mereka menjadi tidak bisa makan dan tidur nyenyak. Kondisi mental mereka juga terganggu setiap hari.

Sumber terkait mengatakan bahwa setelah pengumuman pengembalian dana kreditur, Tongjin hanya mengeluarkan pengumuman melalui nomor publiknya secara berkala. Sementara beberapa eksekutif dan penanggung jawab yang sebenarnya telah kehilangan kontak, terutama penanggung jawab utamannya, Yu Bin, Gao Jingde dan manajer umum, serta Chen Jinyu, penanggung jawab Beijing Rongxu Zhongtuo Investment Management Co., Ltd. Mereka tak bisa dihubungi karena telah melarikan diri dari perusahaan dan keberadaannya masih belum diketahui hingga kini.

Saat ini, permohonan pemberi pinjaman adalah meminta pemerintah mengutus tim kerjanya ke Tongjin. Perwakilan pemegang saham Gao Jingde seharusnya memimpin pekerjaan Tongjin, menyediakan aset berharga yang dapat dibayarkan dan dievaluasi oleh lembaga pihak ketiga. Serta meminta Tongjin  memberikan jaminan atas program pengembalian dana kreditur sebagaimana yang diumumkan.  (jon)

Share

Video Popular