Li Muyang

Aksi Protes terhadap revisi undang-undang ekstradisi sudah berlangsung lebih dari 100 hari. Sedangkan pergolakan di Hong Kong belum juga tampak mereda. Ketua DPR AS, Nancy Pelosi pada 18 September bertemu dengan Joshua Wong, Sekretaris Jenderal Partai Pro-demokrasi Demosistō, artis Denise Ho Wan-see dan lainnya. 

Sehari sebelumnya, Kongres AS mengadakan dengar pendapat tentang Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hongkong atau Hongkong Human Rights and Democracy Act, untuk meninjau kembali status perdagangan khusus antara Hong Kong dengan Amerika Serikat. Semenjak 22 tahun penyerahan kembali kedaulatan, Hongkong telah menjadi jembatan yang menghubungkan Tiongkok dengan dunia. 

Jika Amerika Serikat membatalkan status khusus Hong Kong, itu akan berdampak besar terhadap perekonomian Tiongkok. Mengutip dari epochtimes.com, dunia luar percaya, bahwa Satu Negara Dua Sistem dan status khusus Hong Kong memiliki 5 keunggulan utama. Dan, kelima peranan Hongkong tersebut, tidak dapat digantikan oleh komunis Tiongkok dalam pembangunan ekonominya.

Pertama, Hong Kong menjadi “Jembatan” bagi Masuknya Investasi Asing ke Tiongkok

Baru-baru ini, Kementerian Perdagangan Tiongkok merilis data terbaru yang menunjukkan, bahwa sekitar 79% dari jumlah modal perusahaan asing yang masuk Hongkong selama 8 bulan terakhir mencapai 62.9 miliar dolar AS. Meskipun antara bulan Juni hingga Agustus, telah berkobar demo anti-RUU ekstradisi. Namun demikian, investasi asing di Hongkong tidak menunjukkan tanda-tanda melesu.

Kementerian Perdagangan Tiongkok tidak mengungkapkan rinciannya bulanannya. Akan tetapi, South China Morning Post melaporkan, berdasarkan angka resmi pihak berwenang Tiongkok melalui pengkajian akhirnya memperoleh data 3 bulan terakhir. 

Dari bulan Juni hingga Agustus, jumlah modal asing yang mengalir masuk ke Tiongkok melalui Hongkong mencapai 25 miliar dolar AS. Jumlah itu meningkat 8,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Hal yang perlu ditekankan di sini adalah, bahwa modal itu tidak semua berkaitan dengan perusahaan lokal di Hongkong. Akan tetapi, merupakan modal global yang mengalir ke daratan Tiongkok melalui Hongkong.

Dana yang masuk pada bulan Agustus berjumlah 7.53 miliar dolar AS, naik 29.2% Year Over Year. Bulan Juli berjumlah 5.28 miliar dolar AS, sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bulan Juni saat demo besar-besaran di Hongkong, dana yang masuk berjumlah 12.19 miliar dolar AS, naik 3.4 miliar dolar AS Year Over Year.

Tidak dapat dipungkiri bahwa biasanya investasi sudah harus direncanakan beberapa bulan sebelumnya. Namun, South China Morning Post menunjukkan, bahwa stabilitas itu justru yang merupakan indikator penting dari ketahanan ekonomi Hongkong. Justru, mencerminkan bahwa Hongkong telah menjadi “jembatan” bagi masuknya investasi asing ke Tiongkok. Data itu membuktikan, fungsi tersebut yang tidak dapat tergantikan.

Media resmi komunis Tiongkok sendiri tahun lalu juga mengakui, bahwa pihaknya hingga akhir tahun lalu telah menggunakan dana yang masuk melalui Hongkong dan Makao sebesar  1,02 triliun dolar AS, yang merupakan 54% dari total dana pihak asing. Mau tidak mau, Hongkong telah menjadi pusat penggalangan dana asing terbesar bagi komunis Tiongkok.

Kedua, Hongkong Sebagai Pusat Perdagangan Offshore dan Lokasi Transit Komoditas

Melansir dari Epochtimes.com, Modal global telah memanfaatkan Hongkong sebagai batu loncatan untuk berinvestasi di daratan Tiongkok. Yang mana, menunjang pembangunan ekonomi Tiongkok.  Komunis Tiongkok juga memanfaatkan Hongkong sebagai batu loncatan untuk mengekspor komoditas mereka ke pelosok dunia.

Tahun lalu, total perdagangan antara Hongkong dengan daratan Tiongkok mencapai angka yang mencengangkan, yakni  700 miliar dolar AS. Angka itu mendekati angka total perdagangan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Seperti kita ketahui, sebagai dua ekonomi terbesar di dunia, total volume perdagangan AS dan Tiongkok baru bisa mencapai lebih dari 700 miliar dolar AS. Akan tetapi, bagaimana Hongkong yang kecilnya seperti sebutir gundu dengan penduduk hanya 7 juta jiwa, mampu “menelan dan memuntahkan” transaksi perdagangan sebesar itu ?

Jelas sekali, bahwa volume perdagangan sebesar itu bukan untuk memenuhi kebutuhan Hongkong sendiri. Akan tetapi, lebih dimungkinkan Tiongkok memanfaatkan Hongkong sebagai lokasi transit komoditas. Komoditas itu dijual terlebih dahulu ke Hongkong. Kemudian mengekspornya ke dunia dengan memanfaatkan status tarif independen Hong Kong.

Dengan kata lain, Hongkong telah menjadi pusat distribusi untuk komoditas ekspor Tiongkok. Artinya, Hong Kong memainkan peran penting dalam ekspor ulang dan perdagangan luar negeri.

Ketiga, Hongkong paling dipilih sebagai pusat pembiayaan bagi perusahaan Tiongkok

Meskipun Hongkong memainkan peran penting dalam transaksi perdagangan luar negeri Tiongkok, tetapi karena unjuk rasa damai anti-RUU ekstradisi, muncul suara di internal komunis Tiongkok yang mengusulkan kota Shenzhen diorbitkan sebagai pengganti peran Hongkong. 

Suara itu muncul juga karena fakta bahwa Hongkong telah ditantang dan dipengaruhi oleh Shanghai dan Shenzhen. Akan tetapi, fakta menunjukkan bahwa Shanghai dan Shenzhen tidak mampu menggoyahkan kedudukan Hongkong.

Data yang diterbitkan Bursa Efek Hongkong menunjukkan bahwa, 9 dari 10 perusahaan terdaftar terbesar di Hongkong sejak tahun 1986 adalah perusahaan-perusahaan yang didanai Tiongkok. Di antara mereka, raksasa internet ‘Tencent’ dan taipan industri asuransi Ping An Group terdaftar di Hang Seng Composite Index. Beberapa waktu lalu, raksasa e-commerce Tiongkok Alibaba yang terdaftar di New York, juga meminta listing di bursa Hongkong.

Menurut data dari Pricewaterhouse Coopers -PWC- tahun lalu, hampir 60% atau 354 perusahaan Tiongkok memilih didaftar di bursa Hongkong. Dalam 5 tahun terakhir, hampir 3/4 dari IPO -initial public offering- perusahaan Tiongkok yang tidak terdaftar di daratan Tiongkok didaftarkan di Hongkong. Bagi perusahaan baik swasta maupun BUMN Tiongkok, pasar saham Hongkong tidak bisa ditinggalkan.

Tianlei Huang, seorang peneliti di Peterson Institute for International Economics di Amerika Serikat berpendapat, bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok memilih Hongkong, karena Hongkong memiliki sistem pendaftaran awal yang komprehensif. Selain itu, membuat proses masuk pasar lebih cepat dan lebih mudah bila dibandingkan dengan bursa daratan. Bahkan, biaya operasinya rendah, dan memiliki kerangka kerja pengaturan yang baik.

Ke empat, Pusat keuangan dengan aliran modal yang bebas

 Status pusat keuangan Hongkong sulit digoyahkan karena memungkinkan modal mengalir bebas dari dan ke berbagai negara. Pada 19 September tahun ini, Z/Yen, lembaga pemikir bisnis London merilis daftar “Global Financial Center Index” -GFCI- ke-26. Laporannya menunjukkan, bahwa New York, London dan Hongkong berada di peringkat tiga besar pusat keuangan global.

Sebelumnya, Bank Dunia juga menerbitkan daftar peringkat negara dan wilayah di dunia yang paling nyaman. Wilayah itu yang tidak banyak halangan dan dijamin secara hukum dalam melakukan kegiatan ekonomi tahun ini. Hongkong berada di peringkat ke-4, tetapi Tiongkok di peringkat ke-46.

Peringkat dunia ini telah membuktikan bahwa Hongkong memiliki posisi yang sangat penting di sektor keuangan dunia. Ia mampu menarik dana dari seluruh pelosok dunia. Dengan kata lain, Hongkong adalah penghubung antara daratan dan dunia. 

Komentar Wall Street Journal menunjukkan bahwa bagi perusahaan Tiongkok, status pusat keuangan Hongkong bahkan tidak dapat dengan mudah digantikan oleh New York. Media corong pemerintah Komunis Tiongkok juga mengakui, bahwa posisi Hongkong di pusat keuangan global adalah yang kedua setelah New York atau London.

Kelima, Hongkong memiliki kerangka hukum yang lebih lengkap dan dipercaya oleh pasar

Perdagangan dan arus modal yang dapat bergerak bebas di Hongkong. Hal demikian, telah menjadikan Hongkong sebagai pusat keuangan dunia. Terutama karena Hongkong memiliki kerangka hukum yang relatif lengkap, yang merupakan “kartu truf”. Itu juga merupakan salah satu unsur inti dari Satu Negara Dua Sistem.

Kerangka hukum itu, berdasarkan pada Hukum Dasar Hongkong atau Hong Kong Basic Law pada saat pengalihan kedaulatan. Secara umum meneruskan kebijakan hukum Hongkong pada era dikuasai Inggris, dengan pilar utamanya adalah independensi yudisialnya.  Selain itu, ada juga pendataan perdagangan, mekanisme mediasi litigasi, sistem bea cukai yang independen dan sebagainya.

Bank of East Asia percaya bahwa Hongkong memiliki sistem peradilan yang kelas dunia. Inilah alasan mengapa banyak kelompok perusahaan bersikeras untuk menandatangani perjanjian di Hongkong. 

Sistem peradilan yang lebih baik, dapat menjamin bahwa para pihak tidak akan dirugikan kepentingannya. Jika Anda menandatangani perjanjian di Shanghai atau Shenzhen, sulit untuk memiliki perlindungan seperti itu.

Mantan Walikota Chongqing, Huang Qifan dalam sebuah rekaman video yang diedarkan beberapa hari lalu mengatakan, bahwa kunci ketidak-tergantikannya Hongkong sebagai pusat keuangan dan perdagangan dunia adalah karena kebijakan Satu Negara Dua Sistem.

Satu Negara Dua Sistem yang oleh komunis Tiongkok dipromosikan sebagai sistem kapitalis. Namun justru karena sistem itu, Hongkong penuh vitalitas dan memainkan peran penting di atas panggung ekonomi dunia. 

Hong Kong juga memainkan peran seperti air irigasi yang menyuburkan ekonomi Tiongkok. Namun begitu Hongkong kehilangan kebebasan, julukan Mutiara dari Timur atau Pearl of the Orient, akan menjadi pelabuhan mati. Dan, ekonomi Tiongkok akan kehilangan vitalitasnya. (asr)

Share

Video Popular