- Erabaru - http://www.erabaru.net -

AS Jatuhkan Sanksi Baru Kepada Bank Sentral dan Dana Pembangunan Iran

oleh Hong Yawen

Setelah Washington dan Riyadh menuduh Iran mengebom fasilitas perminyakan Saudi Aramco pekan lalu, pemerintah Trump pada hari Jumat 20 September memberlakukan sanksi babak baru.

Kementerian Keuangan AS dalam sebuah pernyataannya menyebutkan, bahwa target sanksi adalah Bank Sentral Iran, Dana Pembangunan Nasional Iran dan perusahaan Iran Etemad Tejarate Pars Co. Perusahaan tersebut adalah media yang digunakan oleh Iran untuk menutupi transfer dana yang berkaitan dengan transaksi militer Iran.

Mengingat kenyataan bahwa Menteri Keuangan Steven Mnuchin pernah mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih, bahwa AS terus memberikan tekanan maksimum. Kini, AS sudah memotong semua sumber pendanaan buat Iran. Belum diketahui seberapa besar dampak sanksi terbaru itu terhadap Iran.

Sanksi AS sebelumnya ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Iran, Korps Pengawal Revolusi Islam, badan antariksa, dan berbagai jaringan yang membantu mendorong program nuklir Iran.

Ketika Presiden Trump dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison menerima wawancara para wartawan di Gedung Putih pada 20 September, Trump mengatakan, bahwa ia berharap dapat menyelesaikan konflik secara damai setelah serangan drone terhadap fasilitas minyak.

Ketika wartawan bertanya apakah Trump berencana mengambil tindakan militer terhadap Iran, ia mengatakan bahwa Amerika Serikat selalu siap. Trump menegaskan, selalu ada kemungkinan untuk melancarkan serangan militer. Akan tetapi, tindakannya pada hari Jumat itu adalah sanksi tingkat tertinggi.

Trump dalam pidato konferensi pers bersama menuturkan, dirinya percaya sanksi itu efektif. Trump menambahkan, menggunakan militer mungkin efektif, akan tetapi adalah sebuah kemenangan yang sangat mahal. Menurut Trump, apa yang sedang terjadi di Iran terlalu buruk. Mereka bisa masuk neraka dan hampir bangkrut. 

Mengenai sanksi ekonomi baru ini Mnuchin mengatakan dalam sebuah pernyataa,n bahwa insiden serangan Iran terhadap Arab Saudi itu tidak dapat ditolerir. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, bahwa meskipun Iran berusaha untuk mengalihkan tanggung jawab, akan tetapi bukti menunjukkan hanya Iran yang melakukan serangan itu. Ia mengatakan, bahwa serangan yang dilakukan pekan lalu itu merupakan tindakan perang.

Iran membantah terlibat dalam serangan pada 14 September. Serangan itu mengejutkan pasar minyak global dan memperburuk ketegangan antara Washington dengan Teheran.

Pejabat Saudi pada 20 September lalu, membawa awak media untuk melakukan peninjauan dari dekat terhadap fasilitas perminyakan yang terkena dampak serangan drone pada pekan lalu.  (Sin/asr)

Video Rekomendasi :