Eva Pu – The Epochtimes

Dua serangan kekerasan dengan pengeroyokan dalam kejadian terpisah terjadi di Hong Kong. Penganiayaan brutal itu dilakukan dengan bogem mentah serta tendangan dan serangan dengan bersenjatakan batang besi.

Melansir dari Epochtimes Hong Kong, serangan dilakukan terhadap anggota parlemen setempat. Serangan juga terjadi kepada penganut pengikut spiritual yang dianiaya oleh Komunis Tiongkok di daratan Tiongkok. Kekerasan berdarah tersebut menimbulkan kecurigaan mendalam. Pasalnya, kekuatan pro-Komunis Tiongkok ditenggarai sedang beroperasi untuk memberangus pandangan tak sehaluan dengan komunis Tiongkok.

Pertama, Kejadian pada pagi hari tanggal 24 September lalu. Saat itu,  anggota parlemen Hong Kong dari Partai Demokrat, Roy Kwong masuk ke mobilnya di sebuah tempat parkir. Lokasinya dekat dengan rumahnya di kawasan Tin Shui Wai. Secara tiba-tiba dia diseret keluar dari kendaraannya. Tindakan itu dilakukan oleh seorang pria bertopeng. Saat itu, empat orang lainnya kemudian membuat posisi terpojok. Tiga orang diantara mereka kemudian mulai melayangkan tendangan. Bogem mentah pun menghajarnya bertubi-tubi. Sementara itu, orang lainnya berdiri di dekatnya. Orang itu merekam serangan brutal yang terjadi. Pengeroyokan tersebut dituturkan menurut ingatan Kwong, seperti yang dilaporkan oleh media setempat.

Serangan itu berlangsung kurang dari satu menit. Dia terluka di bagian wajah, leher, tangan, dan kakinya. Kwong akhirnya dikirim ke rumah sakit terdekat oleh orang yang lewat.

Taktik Meneror dengan Menyebar Ketakutan

Kwong sering menghadiri protes anti-pemerintah. Peranannya untuk membantu menengahi antara demonstran dan polisi selama bentrokan terjadi. Dia mengatakan, mencurigai serangan tersebut dimaksudkan untuk meneror dirinya. Dikarenakan, mendukung para pengunjuk rasa. Ia menduga para penyerang bisa saja berasal dari daratan Tiongkok.

Aksi protes di Hong Kong dimulai sejak tiga bulan lalu. Aksi itu sebagai oposisi terhadap Revisi Undang-Undang ekstradisi yang banyak pihak dinilai akan mengikis otonomi Hong Kong.

Wilayah tersebut dikembalikan dari kekuasaan Inggris ke Tiongkok pada tahun 1997 silam. Saat itu, dengan jaminan tetap mempertahankan kebebasan Hong Kong. Yang mana, tak diberikan di daratan Tiongkok. Kwong kepada wartawan di rumah sakit mengatakan, Warga Hongkong tidak akan pernah takut.

Menurut dia, sebagai anggota parlemen untuk orang-orang Hong Kong, tugasnya hanya untuk melindungi warga Hongkong. Jika mereka diserang karena melindungi warga Hongkong dan mahasiswa, maka itu akan menjadi skandal internasional.

Setidaknya sebanyak 24 anggota parlemen dari Partai Demokrat Hong Kong, telah menandatangani pernyataan bersama. Isinya mengutuk serangan pengeroyokan itu. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara pemerintah Hong Kong juga mengutuk serangan itu. Pihak kepolisian setempat berjanji akan menyelidiki insiden kekerasan itu.

Menyerang Pengikut Falun Gong

Sekitar pukul 4 sore masih pada tanggal 24 September, Liao Qiulan, seorang praktisi disiplin spiritual Falun Gong, juga diserang ketika berjalan di kawasan terdekat Lai Chi Kok.

Teman Liao, yang bermarga Lau, menemaninya saat itu. Ia menceritakan kejadian itu kepada Epoch Times Hong Kong. Saat itu mereka berjumlah tiga orang. Berdasarkan penuturan warga Hong Kong bermarga Lau itu, ketika mereka bertiga sedang berjalan di sepanjang Jalan Cheung Shun, salah satu diantara mereka bernama Liao berjalan di belakang Lau dan seorang teman lainnya bernama Miss Ho. Kemudian secara tiba-tiba, dua orang tak dikenal berjalan ke arah mereka. Orang-orang itu, sedang memegang benda logam panjang berwarna hitam yang mirip dengan tongkat.

Dikarenakan penasaran, Lau menyaksikan mereka berjalan melewati dirinya dan temannya Miss Ho. Orang-orang itu langsung merangsek mengarah kepada Liao Qiulan.

Lau mengatakan, kedua pria itu mengenakan sabo berwarna hitam. Orang-orang itu kemudian memukuli Liao dengan batang logam beberapa kali. Ketika itu, ketiga wanita tersebut berusaha menangkis para penyerang dengan tas mereka. Orang-orang itu, kemudian melarikan diri ke kendaraan putih terdekat dan langsung kabur.

Darah segar masih mengucur di bagian kepala Liao. Sedangkan temannya memegang saputangan ke dahinya untuk mencoba menghentikan pendarahan. Akan tetapi darahnya masih membasahinya dahinya.

Saat itu mereka bertiga baru saja keluar dari kantor polisi Cheung Sha Wan untuk mengajukan aksi demonstrasi pada 1 Oktober mendatang. Pada hari itu, bertepatan dengan peringatan hari Ulang Tahun ke-70 pengambilalihan kekuasaan oleh Komunis Tiongkok dari Tiongkok.

Praktisi Falun Gong mengadakan pawai tahunan pada tanggal tersebut. Tujuannya, untuk mengungkap penganiayaan yang sedang berlangsung oleh rezim Komunis Tiongkok terhadap pengikut Falun Gong di daratan Tiongkok.

Apa itu Falun Gong atau Falun Dafa? Falun Gong adalah sebuah disiplin spiritual dengan ajaran moral dan latihan yang berprinsip Sejat-Baik-Sabar. Latihan tersebut sangat populer di Tiongkok selama tahun 1990-an. Sehingga menarik sekitar 100 juta pengikut pada tahun 1999 silam. Laporan ini berdasarkan data perkiraan pemerintah Tiongkok.

Rezim Komunis Tiongkok yang saat itu dipimpin oleh Jiang Zemin, menilai popularitas latihan Falun Gong sebagai ancaman terhadap otoritasnya. Sehingga, Jiang meluncurkan penganiayaan secara nasional pada Juli 1999.

Jutaan praktisi Falun Gong telah ditangkap dan ditahan di kamp kerja paksa, penjara, pusat pencucian otak, dan fasilitas penahanan lainnya. Di mana mereka sering mengalami penyiksaan.

Menurut Minghui.org, sebuah situs kliring yang didedikasikan untuk melaporkan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong, ada lebih dari 4.300 kematian yang dikonfirmasi karena penganiayaan.  Akan tetapi, jumlah sebenarnya tak diketahui secara pasti. Dikarenakan, sulitnya mendapatkan informasi sensitif dari Tiongkok. Akan tetapi perkiraan menyebutkan jumlahnya jauh lebih tinggi.

Meskipun Falun Gong dipraktekkan secara bebas di Hong Kong, para praktisi dalam beberapa tahun terakhir melaporkan, mengalami serangan dari organisasi Komunis Tiongkok setempat, seperti Youth Care Association.

Kan Hung-chueng, juru bicara Falun Gong setempat, mengutuk keras terhadap serangan brutal tersebut. Ia mengatakan, ada alasan untuk meyakini bahwa tindakan itu sebagai strategi agen Komunis Tiongkok untuk membungkam kritik yang dialamatkan kepada Komunis Tiongkok.

Kan Hung-chueng mengatakan, dari kejadian itu dan apa yang sudah terjadi di Hong Kong dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya menilai bahwa Komunis Tiongkok tidak hanya secara brutal menindas Falun Gong dan orang-orang baik lainnya, juga semakin memperluas tangan hitam dan taktik memalukan di Hong Kong.

Ia mengatakan : “Seluruh dunia menjadi saksi dari semuanya- penindasan dan penganiayaan terhadap orang-orang Hong Kong yang kini jelas terlihat di dunia.” Dia mendesak polisi setempat untuk menggiring para penyerang ke pengadilan. (asr)

Share

Video Popular