- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Pentagon Kirim Radar dan Rudal Patriot untuk Memperkuat Pertahanan Arab Saudi

Erabaru.net. Kantor Kementerian Pertahanan Amerika Serikat,  Pentagon pada 26 September menyatakan, pihaknya berencana untuk mengirim empat sistem radar pertahanan dan baterai rudal Patriot ke Arab Saudi. Melansir dari Reuters, tak hanya sistem persenjataan, sekitar 200 personel pendukung juga dikirim ke negara teluk itu. 

Pengiriman rudal dan tentara bertujuan untuk meningkatkan pertahanan Arab Saudi. Tak lama, setelah serangan terbesar yang pernah terjadi terhadap kilang minyak Arab Saudi beberapa waktu lalu.  Kini, banyak negara menyalahkan Iran.

Pernyataan Pentagon menambahkan, rincian pada pengumuman pada Jumat 26 September, tentang rencana AS untuk mengerahkan lebih banyak pasukan ke Arab Saudi. 

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan bahwa, ia percaya menahan  militernya menunjukkan “kekuatan.” AS selanjutnya akan memberlakukan gelombang sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Sedangkan saat berpidato pada 24 September di Majelis Umum PBB, Trump menyampaikan pesan tegas kepada Teheran.  Menurut Trump, semua negara memiliki kewajiban untuk bertindak. 

Presiden AS ke-45 itu menegaskan, tak ada pemerintah yang semestinya bertanggung jawab mensubsidi Iran yang haus darah. Selama perilaku mengancam Iran berlanjut, maka sanksi tidak akan dicabut bahkan akan diperketat. Trump memerintahkan pada 18 September lalu, peningkatan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran.  

Selama pidatonya di New York, ia menggambarkan Teheran sebagai salah satu “ancaman keamanan terbesar yang dihadapi negara-negara yang cinta damai pada hari ini.” Suami Melanie Trump mengatakan, rezim itu, “represif.” Ia menunjukkan pada fakta bahwa negara itu adalah sponsor terorisme. 

Trump juga menyampaikan komentar keras terhadap para pemimpin Iran. Mereka dinilai  memicu perang di Suriah dan Yaman. Sedangkan, Iran menyatakan, bahwa pihaknya tidak terlibat dalam serangan terhadap fasilitas minyak terbesar Arab Saudi. Yang mana,  pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Washington mengatakan lintasan rudal dan drone yang masuk menghilangkan Yaman sebagai asal muasal serangan.

Diplomat top Arab Saudi, Adel al-Jubeir, pada minggu ini di PBB telah membantu mengidentifikasi lokasi peluncuran. Akan tetapi menyarankan penyelidikan bisa memakan waktu berminggu-minggu, bukan sehari untuk diselesaikan.

Prancis juga telah mengirim tim pakar militer untuk menyelidiki, termasuk spesialis dalam bahan peledak, lintasan rudal dan sistem pertahanan darat-ke-udara. Amerika Serikat telah berusaha untuk menggalang komunitas internasional ke arah aksi bersama. Tujuannya, agar  mencegah serangan tambahan oleh Iran atau proksi Iran. 

Minggu ini, Inggris, Prancis dan Jerman menyatakan dalam sebuah pernyataan bersama, bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan tersebut. Juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman, tanpa menyebut nama masing-masing negara,  Washington mengharapkan sekutu-sekutu lainnya untuk berkontribusi lebih banyak di kawasan itu. (asr)