Erabaru.net. Lahir pada tahun 1942, Mehran Karimi Nasseri (Sir Alfred) adalah seorang pengungsi Iran yang tinggal di ruang keberangkatan Terminal One di Bandara Paris Charles de Gaulle sejak 26 Agustus 1988 hingga 2006 saat ia dirawat di rumah sakit karena sakit.

Alfred adalah orang Inggris-Iran, lulus di universitas bergengsi di Inggris. Tetapi pada tahun 1977, ia dicabut kewarganegaraan Inggris-nya karena berpartisipasi dalam protes anti-diktator. Karena itu, ia hanya dapat mengandalkan izin tinggal sementara dan kartu pengungsi untuk terus tinggal di sini.

Namun, pada tahun 1988, nasib buruk terjadi ketika ia datang ke Perancis untuk bekerja. Ketika Alfred pergi ke bandara untuk kembali ke Inggris, dia kehilangan barang bawaan dan identitasnya.

Tanpa bukti identitas, Alfred dikirim kembali ke bandara Perancis, dan di tidak bisa kemana-mana. Pada akhirnya, ia harus tinggal di bandara untuk jangka waktu hingga 18 tahun.

Mehran Karimi Nasseri (Foto: Read543).

Sejak itu, semua barang pribadinya berasal dari pemberian gratis dari staf bandara.

Hingga Juli 2006, Alfred mengalami masalah kesehatan dan dibawa ke rumah sakit. Karena kejadian ini juga mengakhiri hari pengembaraannya di bandara.

Pada Januari 2007, Alfred untuk sementara diatur oleh Palang Merah Perancis di sebuah hotel di sebelah bandara, setelah beberapa saat ia menerima kesejahteraan sosial dan hidup lebih stabil.

Selama berada di bandara, Alfred menulis otobiografi tentang kejadian-kejadian dalam hidupnya – 18 tahun tinggal di bandara dan dijadikan film “The Terminal”.(yn)

Sumber: dkn.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular