Erabaru.net. Bagi pecinta sushi pastinya tidak mahu ketinggalan untuk menikmati ikan tuna yang segar dan lezat. Tuna sudah menjadi menu wajib di restoran-restoran sushi kerana pelanggan pastinya sudaht tahu lezatnya tuna mentah. Harganya yang mahal bukan masalah bagi penggemar tuna. Bayangkan jika Anda berkesempatan untuk mendapatkan ikan tuna sendiri, apakah yang akan Anda lakukan?

Jika orang lain mungkin akan mengambil kesempatan untuk menikmati tuna ini, namun tidak untuk pemancing dari Irlandia ini. Mereka bahkan dengan senang hati melepaskan kembali ikan tuna sirip biru yang berhasil ia tangkap ke laut!

(Foto: Facebook)

Ikan tuna sirip biru ini diperkirakan memiliki berat sekitar 270 kilogram dengan panjang sekitar 2,4 meter. Apa yang lebih menarik tentang tuna ini adalah nilainya jika tuna itu dijual bisa mencapai sekitar Rp 46 miliar!

Hingga saat ini, tuna tersebut merupakan spesies laut terbesar yang ditangkap di perairan Irlandia tahun ini. David Edwards yang berhasil menangkap ikan kemudian mengembalikan ikan ‘raksasa’ ke laut karena menurutnya dia pergi ke laut bukan untuk mendapatlan tuna untuk tujuan komersial.

Apa yang dia dan beberapa anggota kru lakukan di seluruh perairan barat dan selatan Irlandia adalah untuk berpartisipasi dalam program untuk meningkatkan jumlah tuna sirip biru yang semakin menurun.

Menurut Edwards, tuna tersebut adalah yang pertama ditangkap di teluk Donegal tahun ini dan merupakan ikan yang sangat besar. Pada awalnya mereka melihat seekor ikan sepanjang sekitar 3 meter tersangkut di mata kailnya, tetapi setelah dua setengah jam ikan itu menghilang. Namun, mereka tidak menyangka bahwa setelah kejadian itu akan ada ikan lain yang memakan umpan kailnya apalagi ikan itu tuna sirip biru.

Foto-foto Edwards dengan ikan kemudian diposting ke halaman Facebook-nya dan dia tidak ketinggalan dia juga memberi penghargaan kepada krunya termasuk John Dillon, Darren O’Sullivan dari Cork dan Henk Veldman, seorang pemancing dari Belanda.

Ikan tuna sirip biru adalah tuna terbesar dan paling ‘kuat’ di lautan yang mampu hidup selama 40 tahun. Mereka ‘bermigrasi’ melintasi lautan dan berenang sedalam 914 meter ke dasar lautan.

Ada tiga spesies tuna sirip biru, Atlantik (yang terbesar dan paling terancam), Pasifik dan Selatan. Sebagian besar tuna sirip biru Atlantik bersumber dari Laut Mediterania, yang merupakan perikanan tuna sirip biru paling penting di dunia. Dari barat Mediterania, ikan tuna bergerak dengan ikan hering ke pantai barat Eropa.

Jika di Jepang tuna sirip biru dijual dengan rekor tertinggi pada Januari tahun ini, tuna seberat 278 kg yang telah ditangap dijual seharga 333,6 juta yen (sekitar Rp 44 miliar). Karena spesies ini sering diburu karena harganya yang tinggi, telah menyebabkan tuna sirip biru terdaftar sebagai terancam punah oleh International Union for Conservation.

WWF

 

Karena spesies ini terancam punah, dari tahun 2008 hingga saat ini, WWF terus memantau, melindungi, dan mengumpulkan data tentang migrasi tuna sirip biru sehingga mereka dapat memberi tahu manajer perikanan tentang cara terbaik untuk melindungi spesies tersebut. WWF dan mitranya bekerja untuk menghentikan penangkapan ikan yang berlebihan dan memastikan pemulihan stok Atlantik Timur dan Mediterania sehingga tuna dapat bertahan untuk waktu yang lama.(yn)

Sumber: Erabaru.my

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular