Erabaru.net. Kebanyakan wanita sangat sulit untuk menahan kencing. Jika dibiarkan menahan kencing terlalu lama, ini dapat menyebabkan masalah yang lebih serius dan memalukan seperti yang dialami wanita ini.

Seorang wanita penumpang pesawat yang melakukan perjalanan dari Bogota, Kolombia ke Dublin, Irlandia, mengaku bahwa ia dilarang menggunakan toilet dan membuat wanita itu kencing di celana. Yang mengejutkan lagi, wanita itu harus bertahan dengan celananya yang basah oleh kencingnya sendiri selama 7 jam sampai pesawat mendarat.
 

Ilustrasi (Foto: Pexels)

Menurut laporan, penumpang wanita berusia 26 tahun itu menumpang pesawat Air Canada dari Bogota, Kolombia ke Bandara Dublin, Irlandia. Pesawat melakukan transit di Toronto, Kanada, tetapi harus ditunda dua jam. Pada saat itu, wanita itu telah meminta izin pada kru pesawat untuk menggunakan toilet tetapi dilarang.

“Selama dua jam itu, empat kali saya minta ijin untuk menggunakan toilet dan saya memberi tahu kru bahwa saya sangat mendesak. Namun, saya diminta dengan kasar agar kembali ke kursi. Lalu, saya tidak bisa menahannya lalu terkencing. “

Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Sudah beberapa lama, pesawat itu masih tidak bergerak dan wanita itu sekali lagi meminta izin untuk menggunakan toilet. Sayangnya, permintaan wanita ini untuk buang air kecil tidak dikabulkan juga.

Dia juga mengaku bahwa karena layanan yang buruk dari kru pesawat, dia harus bertahan selama 7 jam dengan celanaya yang basah oleh air kencingya sampai akhirnya pesawat mendarat di Toronto. Setibanya di Toronto, wanita itu juga mengaku bahwa ia harus memesan hotel hanya untuk membersihkan dirinya sendiri!

Kejadian memalukan ini belum pernah terdengar sebelumnya. Yang pasti, itu adalah pengalaman yang memalukan dan setiap anggota kru harus diinstruksikan untuk tidak mengulangi kesalahan ini kepada penumpang lain di masa depan.

Insiden itu dilaporkan bulan lalu dan wanita itu juga mengajukan keluhan kepada maskapai untuk layanan memalukan ini. Perusahaan menyesali insiden yang kemudian menawarkan voucher penerbangan senilai 500 Dolar Kanada (Rp 5,3 juta) kepada wanita itu tetapi ditolak.

“Saya pikir itu tidak cukup untuk mengkompensasi dalam bentuk voucher dan semua kru pesawat akan terhindar dari hukuman. Saya tidak akan menggunakan voucher, ”katanya kepada Dublin Live.(yn)

Sumber: Erabaru.my

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular