oleh Wang Jingwen – EpochWeekly

Menjelang Hari Ulang Tahun  komunis Tiongkok ke -70 pada 1 Oktober 2019 kemarin, eskalasi perang dagang Tiongkok dengan Amerika Serikat dan perlawanan rakyat Hong Kong terkait Rancangan Undang Undang – RUU ekstradisi juga terus meningkat. 

Pada saat genting itu, Xi Jinping menyampaikan pidato pada upacara pembukaan kelas pelatihan Sekolah Partai Pusat. Dalam pidatonya itu, Xi Jinping 58 kali menyinggung tentang “pertarungan”. Lalu siapa yang akan diperangi Xi Jinping ?

Sejak dimulainya perang dagang Tiongkok dengan Amerika Serikat, dan secara diam-diam menentukan arah dalam negosiasi perdagangan kedua negara, semua itu terutama karena peran dari faksi Jiang Zemin. Hingga setelah pertemuan Beidaihe pada Agustus 2019 lalu, Xi Jinping mulai bertindak aktif.

Pada 26 Agustus 2019, Presiden Trump mengatakan kepada reporter tanpa menyebut nama, bahwa wakil Presiden, dan wakil Perdana Menteri Tiongkok menelepon negosiator Amerika Serikat, berharap untuk melanjutkan negosiasi. Artinya, Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan mulai melakukan intervensi dalam negosiasi Tiongkok dengan Amerika Serikat yang pelik ini.

Xi Jinping menunjuk Wang Qishan dan mengambil kembali hak kendali dalam negosiasi perdagangan. 

Masalah sulit lainnya bagi Xi Jinping adalah masalah Hong Kong. Situasi di Hong Kong terus memburuk selama tiga bulan terakhir karena kendali dari faksi Jiang Zemin. 

Dari tanggal 29 hingga 31 Agustus 2019, Xi Jinping mengutus wakilnya Wang Qishan ke Guangdong, dan secara pribadi menyampaikan perintah rahasia Xi Jinping kepada Carrie Lam. Perintah yang membuat Carrie Lam menarik amandemen pada awal September 2019 lalu.

Dapat dikatakan, Xi Jinping menggunakan Wang Qishan untuk campur tangan di Hong Kong dan menarik kembali sebagian hak kendali atas Hong Kong.

Dalam Sesi Pleno Keempat Komite Sentral ke-19 Partai Komunis Tiongkok, objek “pertarungan” Xi Jinping pun sangat jelas terlihat.

Dalam pidato pada upacara pembukaan kelas pelatihan Sekolah Partai Pusat, Xi Jinping 58 kali menyebut tentang “pertarungan”

Pada 3 September 2019 lalu, Xi Jinping menghadiri upacara pembukaan kursus pelatihan kader muda dan setengah baya di Sekolah Partai Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok dan berpidato.

Dalam pidato itu, Xi Jinping menyebut tentang pekerjaan di Hong Kong, Makau dan Taiwan untuk pertama kalinya. Xi Jinping sangat jarang menyandingkan pekerjaan di Hong Kong, Makau dan Taiwan dengan diplomasi dan pembangunan partai.

Share

Video Popular