Pukul 5:39 sore, penerbangan 305 mendarat dengan selamat di Bandara Seattle. Polisi menyerahkan uang tunai 200.000 yang telah disiapkan dan diserahkan kepada pramugari. 

DB Cooper juga menepati janji dan membebaskan semua penumpang, hanya menyisakan 4 orang kru pesawat.  Pada pukul 19:40, ketika pesawat telah diiisi kembali dengan bahan bakar, Cooper memerintahkan pilot untuk menerbangkan pesawat menuju ke Meksiko.

D.B. Cooper tampaknya bukan perampok amatir, dia tidak hanya tahu persis dengan lingkungan sekitar Bandara Seattle, tetapi juga trampil dengan pengoperasian pesawat. Dia memperingatkan kapten, pesawat harus terbang dengan kecepatan 278KM / jam di ketinggian 3.000 meter. 

Permintaan Cooper itu tentu punya alasan, karena ia akan terjun langsung dengan parasut sambil membawa uang tunai US $ 200.000 pada ketinggian 3.000 meter.

Langkah gila seperti itu benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya. Diperkirakan tindakan gila seperti itu hanya ada dalam film. Tapi D.B. Cooper melakukannya dalam kehidupan nyata.  

Dapat dikatakan bahwa rencana pembajakan D.B. Cooper sangat sukses, setiap langkah dilakukan sesuai dengan rencananya. Semuanya berjalan sempurna, lokasi terjun dengan parasut diyakini juga telah dihitung dengan cermat sebelumnya. 

Pada pukul 8:46 malam hari itu, D.B. Cooper membawa US $ 200.000 uang tunai, melompat dari ketinggian 3.000 meter, dan menghilang dalam sekejab di tengah malam.

FBI kemudian melakukan penyelidikan dan melacak. Selama 48 tahun terakhir, mereka telah menyelidiki lebih dari 1.000 tersangka, tetapi D.B. Cooper sejauh ini tidak ada kabar. Tidak ada yang tahu kemana raibnya Cooper. Dia lenyap seakan ditelan bumi.

Hasil investigasi menemukan bahwa nama “D.B. Cooper” adalah palsu. Jadi, siapa nama asli perampok itu? Dari mana asalnya?  Sejauh ini polisi belum menemukan titik terang, dia seperti sesosok orang misterius yang tiba-tiba muncul dan kemudian tiba-tiba menghilang. 

Banyak orang mungkin bertanya, bukankah sebelumnya FBI telah mengambil foto 10.000 lembar uang kertas pecahan 20 dolar? Mustahil  D.B. Coopers tak pernah menggunakan uang tunai US $ 200.000 yang diperasnya? 

Selama D.B. Cooper menggunakan uang itu, pasti dapat ditemukan petunjuk dari 10.000 lembar uang kertas itu, bukan? Pada awalnya, FBI juga berpikir seperti itu, kemudian mereka segera mengumumkan sayembara berupa hadiah dengan mengumumkan nomor seri dari uang tunai US $ 200.000. 

Siapa pun yang menerima uang tunai yang dirampok akan menerima hadiah sebesar $ 1.000. Pada tahun 70-an, uang US $ 1.000 tidaklah kecil. 

Sayangnya, setelah beberapa dekade, tidak pernah ditemukan selembar pun uang tunai yang diperas oleh D.B Cooper itu di pasar. D.B. Cooper tampaknya tidak pernah menggunakan uang itu. Hal itulah yang menjadi penyebab yang membingungkan FBI dalam kasus pembajakan yang penuh dengan misteri itu.

Hingga sembilan tahun kemudian di tahun 1980, seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun menemukan 290 lembar uang pecahan US $ 20 di tepi Sungai Columbia, di daerah dimana Cooper melompat. 

Nomor seri pada uang kertas itu menunjukkan bahwa 290 lembar uang kertas itu adalah sebagian kecil dari uang tunai US $ 200.000 hasil perasan D.B Cooper. Namun, sebagian besar uang kertas itu terbakar dan tidak utuh lagi.

Menurut pakar FBI, tidak tertutup kemungkinan D.B. Cooper sengaja membakar sebagian uang itu sebagai api unggun untuk menghangatkan badannya karena cuaca yang terlalu dingin saat dia mendarat pada malam itu. 

Diperkirakan kemungkinan besar D.B. Cooper tidak tewas setelah melompat dari pesawat. Namun sejak itu, tidak ditemukan lagi uang tunai lainnya yang tersisa. Hingga saat ini, nomor seri uang tersebut masih dapat ditemukan di situs web terkait.

Pada 8 Juli 2016, FBI mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan penyelidikan aktif atas kasus pembajakan tersebut dan menempatkan lebih banyak sumber daya manusia dan dana untuk menyelidiki kasus-kasus lain yang lebih mendesak.

Sejauh ini, banyak orang berpikir bahwa D.B. Cooper mungkin masih hidup, mungkin menjalani kehidupan biasa di pulau tropis. Kasus Cooper yang juga diberi kode “Norjak” sampai sekarang adalah satu-satunya kejahatan pembajakan pesawat yang tidak berhasil dipecahkan oleh FBI. Satu-satunya kejahatan pembajakan di dunia yang kasusnya belum ditutup dan belum diseret ke pengadilan hingga kini. (jon)

Share

Video Popular