Erabaru.net. Dalam kemiskinan, yang paling kejam dalam hidupnya, pria ini tak henti-hentinya menghargai orang-orang yang telah membantunya dan dia ingin kelak anak kecilnya melakukan hal yang sama.

Setiap hari ada banyak orang yang menderita dalam penderitaan hidup, orang-orang dengan penyakit serius, anak yatim piatu, orang tua yang hidup sendiri, ayah atau ibu tungga yang membesarkan anak-anaknya, orang-orang dengan anak-anak sakit parah tanpa perawatan medis.

Juga setiap hari, ada begitu banyak kasus seperti itu yang mendapat bantuan dari para dermawan, sponsor, dan orang-orang jalanan yang baik hati. Berapa nilai yang telah mereka berikan untuk membatu, mereka tidak mengharapkan tanggapan atau ucarapanterima kasih dari orang-orang yang telah mereka bantu .

Tetapi ada seorang pria di Vietnam, adalah seorang ayah tunggal yang sering mendapat bantuan, selalu menunjukkan pengabdiannya kepada semua dermawannya. Dia memasukkan nama-nama dermawan dan uang yang diterima dalam buku catatan. Untuk mereka yang dia tidak tahu namanya, dia akan menuliskan karakteristik dan tempat pertemuan. Bahkan tindakan kecil menunjukkan bahwa, terlepas dari kemiskinannya, kepribadiannya bersinar seperti cermin.

Tran Van Thang, ayah tunggal membesarkan empatanaknya  sendirian.

Ayah tunggal itu adalah Tran Van Thang , ia sendirian membesarkan empat anaknya. Keempat anaknya, yang tertua baru berusia 14 tahun, yang termuda baru berusia 20 bulan, yang menderita kelainan kulit.

Empat bulan yang lalu, istrinya sakit parah dan meninggal. Ayah muda itu, selain harus membesarkan keempat anaknya, dia juga harus membayar untuk perawatan kelainan pigmentasi kulit bawaan putranya yang berusia 20 bulan bernama Nguyen The Da.

Kejadian ini (catatan) tidak akan diketahui jika Thang tidak menjatuhkannya saat mencari tas kertas putranya di Rumah Sakit Universitas Medis Hanoi. Dia datang ke sini bersama anggota kelompok sukarelawan untuk merawat anaknya.

Buku itu dengan detil mencatat setiap dermawan yang membantunya dalam penderitaannya.

“Thanh Minh sekarung beras senilai VND 400.000, bus Hanoi tidak memungut biaya = 100.000 VND, Bertemu dua wanita paruh baya di Rumah Sakit Bersalin Quang Ninh, 1 nenek VND 500.000, 1 nenek VND 100.000 ”. Setiap kata tertulis di buku catatannya.

Semoga dengan tekad dan kebaikannya, semua orang akan memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Mungkin bagi banyak orang, beberapa ratus ribu bukan masalah besar, tapi untuk ayah tunggal tersebut , itu akan membantunya dan putranya untuk memiliki lebih banyak mangkuk nasi dan obat. Baginya itu semua adalah pelampung kehidupan, membantunya keluar dari lautan penderitaan hidup.

Minggu sore, 14 Oktober, bayi Da akan dirawat di rumah sakit, akan melakukan operasi untuk pertama kalinya. Dokter berharap bahwa setelah 3 kali operasi, bayi akan memiliki wajah cerah dan warna kulit seperti orang lain.(yn)

Sumber: tinnhanh.dkn.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular