Nicole Hao – The Epochtimes

Sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan fase pertama dari kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, media pemerintahan Komunis Tiongkok telah menjaga liputan berita mereka agar seminimal mungkin.  Laporan The Epochtimes menemukan, media-media itu hanya mencatat bahwa kesepakatan itu “bijaksana” dan tanda-tanda kemajuan.

Trump mengatakan di Gedung Putih pada 11 Oktober, bersama dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, bahwa kesepakatan telah dicapai pada bagian pertama dari serangkaian perjanjian.

Dia mengatakan, kedua belah pihak telah sepakat untuk mengatasi pencurian kekayaan intelektual dan memungkinkan layanan keuangan Amerika Serikat ke pasar Tiongkok. Akan tetapi, dia tidak menjelaskan lebih lanjut.  Trump juga mengatakan, Tiongkok berjanji untuk membeli produk pertanian AS senilai 40 miliar dolar AS hingga 50 miliar dolar AS.  Sebagai gantinya, Amerika Serikat akan menangguhkan kenaikan tarif pada barang-barang Tiongkok  yang mulai berlaku minggu ini.

Sementara media Amerika Serikat,  secara luas melaporkan pada konferensi pers Gedung Putih selama 37 menit. Adapun media milik pemerintahan komunis Tiongkok, Xinhua hanya melaporkan tentang pembicaraan dalam tiga kalimat singkat.

“Kedua belah pihak telah membuat kemajuan besar di bidang pertanian, perlindungan kekayaan intelektual, nilai tukar, layanan keuangan, memperluas kerja sama perdagangan, transfer teknologi, dan menyelesaikan perselisihan,” demikian laporan Xinhua pada 12 Oktober.

Laporan itu tidak menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok telah mencapai kesepakatan perdagangan parsial. Laporan hanya mencatat bahwa “kedua pihak membahas pengaturan tindak lanjut, dan setuju untuk bekerja sama dalam arah mencapai kesepakatan akhir.” People’s Daily, surat kabar juru bicara Komunis Tiongkok, melaporkan pembicaraan perdagangan pada 13 Oktober, menggunakan kata-kata yang sama dengan Xinhua.

Laporan kemudian menggambarkan isi surat dari pemimpin Tiongkok Xi Jinping ke Trump, yang telah disampaikan Liu kepada Trump selama konferensi pers. Pada akhirnya, artikel tersebut merangkum kata-kata Trump di media; kedua belah pihak akan segera menyusun “perjanjian fase pertama.”

Sebagian besar media Tiongkok tidak melaporkan komitmen Tiongkok untuk membeli lebih banyak produk pertanian Amerika Serikat.

Televisi pemerintahan Komunis Tiongkok, CCTV, tidak  mencatat dalam laporan 12 Oktober bahwa perdagangan bilateral dalam pertanian sesuai dengan kepentingan kedua negara. Laporan itu soal 90 persen kedelai yang dikonsumsi Tiongkok diimpor dari luar negeri, dan bahwa negara itu membutuhkan daging babi. Dikarenakan, epidemi Flu babi Afrika yang telah menghancurkan populasi babi lokal.

Hampir semua media Tiongkok menggunakan kata “hati-hati” untuk menggambarkan harapan mereka tentang pembicaraan perdagangan di masa depan.

Xinhua Net mem-posting ulang artikel dari Economy Daily, sebuah surat kabar milik pemerintahan Komunis Tiongkok, yang mengatakan, “Situasi keseluruhan masih rumit  kedua belah pihak tidak boleh terlalu optimis.”

Artikel Economy Daily lebih lanjut menyatakan bahwa karena kedua belah pihak masih memberlakukan tarif pada produk masing-masing, konfrontasi “tidak berubah.”

Artikel itu mencatat bahwa tujuan akhir Beijing adalah untuk membatalkan semua tarif AS terhadap barang-barang Tiongkok. Tulisan itu menyebutkan, Pertempuran, sementara juga negosiasi akan menjadi norma untuk perundingan perdagangan AS – Tiongkok. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular