Apa yang dimaksudkan oleh Xi sebagai kekuatan eksternal adalah kekuatan asing yang mendukung separatis Tiongkok. Itu sebenarnya hanyalah sebuah arti kiasan dari semua organisasi sipil, pemerintah, aktivis yang mengusik isu HAM Tiongkok. Mereka itu dianggap sebagai kekuatan asing.

Ada analisis lain yang menyebutkan, seruan Xi Jinping di Nepal tersebut memiliki hubungan logis dengan istilah ‘perjuangan’ yang belakangan ini terus diucapkan dalam berbagai kesempatan. Hal lainnya adalah untuk membuka jalan kelancaran bagi Pleno Keempat yang akan diadakan dalam waktu dekat.

Sidang Pleno Keempat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok yang tak kunjung diselenggarakan, konon dipastikan akan diadakan pada bulan Oktober 2019 ini. Topiknya pun sudah ditetapkan yakni memfokuskan pembahasan pada ‘Pembangunan partai’. 

Ada orang yang berpendapat bahwa Xi Jinping mungkin dapat dimintai pertanggungjawabannya. Ada pula yang berpendapat bahwa Xi Jinping  akan meluncurkan kekuatan untuk mempertahankan perebutan kekuasaan. Jika Xi Jinping berhasil, maka pleno mungkin akan digiring menuju pleno ‘rektifikasi’.

1 Oktober hari ulang tahun Tiongkok ke-70 baru saja lewat. Media corong komunis menerbitkan sebuah pidato lama Xi Jinping yang secara blak-blakan mengatakan : “Cegah musuh dalam selimut, menunjukkan bahwa musuh berada di dalam partai.” Rupanya ucapan Xi Jinping itu mengandung peringatan.

Sebelumnya, dalam pidato di sekolah partai pada 3 September 2019 lalu, Xi Jinping sampai 58 kali menyebutkan kata ‘melawan’. 

Chen Pokong, komentator politik percaya bahwa kata melawan yang saat itu telah diinterpretasikan sebagai perjuangan untuk melawan Amerika Serikat dan para pro-kemerdekaan Hongkong, tetapi yang sebenarnya adalah perjuangan untuk melawan para separatis dalam partai.

Menurut Chen Pokong, Pleno Keempat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok atau bakal menjadi perang untuk mempertahankan kekuasaan Xi Jinping. Jika Xi Jinping kalah, “rute” komunis Tiongkok akan mengalami perubahan besar.

Namun jika Xi Jinping menang, itu mungkin dapat memicu putaran baru dalam pembersihan internal partai.

Sebelumnya, pihak berwenang Xi Jinping juga meluncurkan sebuah pendidikan bagi anggota partai dengan tema ‘Tidak melupakan niat awal, terus mempertahankan misi yang diemban’. 

Hal itu sudah dianggap sebagai bagian dari gerakan rektifikasi. Dalam beberapa bulan terakhir, pihak berwenang secara berturut-turut memperkenalkan beberapa gerakan yang disebut ‘Hukum Partai Komunis Tiongkok’, yang juga menunjukkan bahwa Xi Jinping berupaya keras untuk mengkonsolidasikan kekuasaan.

Share

Video Popular