Erabaru.net. Baru-baru ini, dokter di sebuah rumah sakit di Kota Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok, sangat terkejut menyaksikan bayi laki-laki yang lahir masih dalam kantung keruban, tercatat yang pertama di kota ini.

Biasanya, ketika bayi lain lahir, kantung ketuban akan pecah lebih dulu dan kemudian bayi akan keluar. Namun, satu kasus yang jarang terjadi telah terjadi di Tiongkok, bayi lahir masih dalam kantung ketuban. Ini adalah satu kasus dari setiap 80.000 kelahiran di dunia.

Bayi laki-laki ini lahir pada 16 Juli lalu. Sebelumnya, ibu dari bayi laki-laki itu, 36 tahun, mengalami kesulitan dalam kehamilan. Selama 8 tahun menikah, dia masih belum bisa punya anak sehingga dia memutuskan untuk melakukan inseminasi buatan. Untungnya, metode ini berhasil.

Namun, hanya beberapa minggu sebelum tanggal persalinan yang seharusnya, wanita hamil itu mulai merasa cemas ketika sering mengalami sakit perut dan pendarahan di kemaluannya.

Dia segera pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengujian karena takut ada masalah dengan anaknya. Dokter yang menangani, Pan Mian menemukan bahwa bayi yang belum lahir itu mangalami masalah.

Dokter menemukan bayi laki-laki itu mengalami penyisipan tali pusat, di mana tali pusat tidak terhubung ke pusat plasenta, tetapi sebaliknya melewati membran amniotik. Ini berpotensi menyebabkan komplikasi berbahaya bagi janin seperti pecahnya pembuluh darah tali pusat.

Pada akhirnya, Dr. Pan memutuskan untuk melakukan operasi caesar pada usia kehamilan 36 minggu untuk memastikan keselamatan ibu dan bayinya. Namun, ketika dia lahir, semua orang kagum melihat bayi itu masih utuh di dalam kantung ketuban. Dia sepertinya tidak tahu bahwa dia telah datang ke dunia, jadi dia masih tidur nyenyak, wajahnya terlihat tersenyum manis.

Pan Mian berbagi tentang kelahiran langka ini: “Bayi sering menangis saat lahir karena sistem pernapasan mereka berubah dalam lingkungan baru. Tetapi ketika bocah ini lahir, kantung ketuban masih utuh, membuatnya merasa seperti masih berada dalam rahim ibu.

“Sampai para dokter mulai membuka kantung ketuban, dia mulai menangis untuk memulai sistem pernapasan, sekitar 2 menit lebih lambat daripada anak normal.
“Dilahirkan dalam kantung ketuban yang utuh akan mengurangi hilangnya kelembaban pada kulit bayi, menghindari penurunan suhu tiba-tiba pada kelahiran prematur dan mengurangi risiko cedera operasi caesar. ”(yn)

Sumber: tinnhanh.dkn.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular