Bagaimana Ekonomi Super Terpusat Memanipulasi Globalisasi Ekonomi

ekeliruan lainnya yang dilakukan oleh para ekonom Barat adalah mereka tidak pernah memperhitungkan kemungkinan ketidakseimbangan ekonomi antara negara-negara di tingkat makro dalam hal efek negatif globalisasi ekonomi. 

Namun, proses globalisasi ekonomi sejauh ini, sebelumnya telah menunjukkan kemungkinan konsekuensi dari manipulasi globalisasi ekonomi oleh negara-negara super-ekonomi yang tersentralisasi.

Jika ekonomi super yang mana tenaga kerjanya menyumbang 1/6 dari join global dengan globalisasi ekonomi, ekonomi besar ini dapat menarik investasi dan teknologi dari setiap negara. 

Ekonomi ini juga membentuk rantai industri yang lengkap, dan kemudian menggunakan barang-barang murah untuk menekan perusahaan manufaktur dari negara maju.

Kemudian menempati pasar global, akhirnya menyebabkan ketergantungan ekonomi global pada ekonomi negara itu.

Ini selanjutnya akan menjadi tidak berkelanjutan bahkan dari sudut pandang perdagangan internasional yang murni, karena akan mengakibatkan menyusutnya manufaktur dan defisit perdagangan besar di banyak negara. Pada akhirnya membuat pembayaran internasional menjadi sulit, di mana titik ekonomi super ini tidak dapat lagi menghasilkan uang.

Di sisi lain, untuk negara-negara yang telah lama mengandalkan barang-barang Tiongkok, dengan manufaktur mereka sendiri menghilang dan kurangnya pertukaran mata uang asing untuk impor Tiongkok, ada sedikit pilihan selain mencari dukungan dari Komunis tiongkok dan menerima manipulasi politiknya.

Seorang anggota staf cabang Bank of China menghitung uang pada tanggal 10 Agustus 2011 di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. (VCG / VCG via Getty Images)

Dalam jangka panjang, apakah ini situasi ekonomi dan politik internasional yang saling menguntungkan? Jawabannya sudah jelas.

Lebih jauh lagi, jika pemerintah yang mengendalikan ekonomi-super adalah pemerintah komunis yang otoriter, karena pemerintah tersebut memiliki tujuan strategis secara ideologis yaitu, “sosialisme akhirnya menang atas kapitalisme,” maka pada tingkat eksekutif pemerintah terpusat itu akan memiliki target strategis global. Itu akan mengarah kepada demokrasi utama dan paling kuat di dunia, dengan mencoba melemahkannya, menyerangnya, dan target itu tidak diragukan lagi kepada Amerika Serikat.

Salah satu cara penting untuk melemahkan dan menyerang Amerika Serikat adalah menggunakan pasar domestik ekonomi super dan kapasitas manufaktur, yang terakumulasi dalam proses globalisasi ekonomi untuk memeras Amerika Serikat. 

Perang dagang adalah permainan perang di mana Beijing tidak semata mencoba untuk membuat perusahaan-perusahaan Amerika yang mengimpor barang-barang buatan Tiongkok untuk melobi atas namanya, sementara juga secara langsung memanipulasi sistem pemilu Amerika dengan menghentikan atau melanjutkan impor produk-produk pertanian Amerika.

Saat ini, kedua belah pihak menghadapi pola internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meskipun Amerika Serikat menghadapi segala macam pelanggaran dari Komunis Tiongkok, tapi tidak dapat menangani Tiongkok dengan cara yang sama seperti selama Perang Dingin dengan Uni Soviet. 

Itu dikarenakan, Komunis Tiongkok telah bergabung dengan globalisasi ekonomi selama bertahun-tahun. Ekonomi keduanya telah membentuk situasi campuran ketergantungan timbal balik. Begitu gesekan antara kedua pihak meningkat, maka masing-masing pihak akan menderita.

Share

Video Popular