Soundofhope.org

Massa dari berbagai kelompok etnis yang ditahan dalam skala besar di “Kamp Konsentrasi Xinjiang” Tiongkok atau dikenal juga Kamp Pendidikan Ulang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat internasional. Sepenggal video di Internet baru-baru ini membeberkan situasi di dalam ruang penyiksaan yang mengerikan di “Kamp Konsentrasi Xinjiang”.

Pada 11 Oktober 2019, Arslan, pegiat hak asasi manusia untuk Uighur di Australia, merilis sepenggal video langka di Twitter tentang “kamp konsentrasi Xinjiang”. Menurut penerbit CJ Werleman, pejabat Tiongkok membawa jurnalis Tiongkok mengunjungi sebuah kamp konsentrasi di Xinjiang dan mengunjungi ruang penyiksaan.

Dari tayangan video itu, seorang penjaga penjara menjelaskan situasi masing-masing ruang penjara kepada para pengunjung. Di atas lantai di dalam sebuah ruangan, tampak berbagai alat penyiksaan di dinding.  Sementara di sel lain, kamera secara khusus membidik dua bangunan seperti sangkar dengan model tertutup, tinggi bangunan sekitar 1 meter dan luas 0,5 meter. Bisa dibayangkan betapa tersiksanya jika seorang tahanan di krangkeng dalam ruangan itu untuk waktu yang lama.

Pada 26 September 2019, Radio Free Asia pernah melaporkan bahwa dua orang Kazakhtan yang telah dibebaskan dari Tiongkok belum lama ini mengungkapkan tentang situasi beberapa penjara kamp konsentrasi di Xinjiang.

Sebuah ruang dengan kedalam 20 meter di bawah tanah, para tahanan di krangkeng di dalam sangkar besi, seperti burung dan binatang buas. Ada yang disuntik secara paksa, divaksinasi dengan vaksin yang tidak diketahui dan sebagainya, dan beberapa diantaranya bahkan telah kehilangan kesuburan.

Pada Juli 2019, the Epoch Times mengutip sumber dalam mengungkapkan rahasia “kamp pendidikan ulang” di Xinjiang, “Kamp pendidikan ulang” komunis Tiongkok sepenuhnya adalah manajemen penjara.  Para direkturnya sebagian besar didatangkan dari badan keamanan nasional dan kantor “610” yakni kantor ilegal komunis Tiongkok yang berspesialisasi menindas Falun Gong.

Bukan hanya etnis Uighur yang ditahan di dalam, tetapi juga berbagai kelompok lainnya seperti praktisi Falun Gong dan jemaat Kristen dan kelompok lainnya juga ditahan di kamp pendidikan ulang. Baik Uighur maupun Han Tiongkok sendiri semuanya mengalami siksaan yang mengerikan. Seorang perempuan Muslim asal Tiongkok yang berhasil melarikan diri dari “kamp konsentrasi” itu mengungkapkan hal yang mengejutkan.

Muslimah yang kini menemukan tempat perlindungan di luar negeri mengungkapkan kepada dunia bahwa telah terjadi pemerkosaan, aborsi, dan sterilisasi sistematis yang dilakukan pemerintah komunis Tiongkok dalam “kamp konsentrasi” tersebut. 

Pengakuan mengejutkan itu diikuti oleh kemunculan sebuah rekaman video yang menggambarkan ratusan tahanan Muslim yang dibelenggu dan ditutup matanya dipindahkan di Xinjiang, Tiongkok barat.  

Komunis Tiongkok menggambarkan mereka sebagai “pusat pelatihan” yang membantu menghilangkan ekstremisme dan memberi keterampilan baru bagi ratusan tahanan tersebut. Tetapi Muslimah yang melarikan diri tadi dan kelompok-kelompok hak asasi setempat mengungkapkan hal yang amat mengejutkan. (jon)

Share

Video Popular