Nicole Hao – The Epochtimes

Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer dan Senator Tom Cotton menyerukan peringatan terbaru terkait aplikasi video singkat dari Tiongkok, Tiktok. Seruan itu disampaikan melalui surat kepada direktur nasional intelijen AS atau DNI- untuk menilai risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh TikTok dan aplikasi Tiongkok lainnya dengan kehadiran AS.

Senator Schumer dan Cotton mengirim surat kepada pejabat sementara Intelijen Nasional AS Joseph Maguire pada 23 Oktober lalu. Direktur Intelijen Nasional AS adalah pejabat setingkat kabinet pemerintah Amerika Serikat yang memimpin komunitas intelijen Amerika Serikat.

Surat tersebut memperingatkan,  lebih dari 110 juta unduhan di Amerika Serikat. TikTok  berpotensi menjadi ancaman kontra-intelijen yang tidak dapat dibaikan oleh AS. Para senator dalam surat itu, mencatat bahwa TikTok mengumpulkan data yang luas tentang pengguna, termasuk “informasi pribadi yang sensitif.”

Para senator juga menunjukkan bahwa sebagai perusahaan dari Tiongkok, pemilik TikTok, ByteDance, diharuskan untuk mengikuti hukum yang dibuat oleh Komunis Tiongkok. Isi surat menyebutkan, tambal sulam intelijen, keamanan nasional, dan hukum sibersekuriti  Komunis Tiongkok memaksa perusahaan di Tiongkok, untuk mendukung dan bekerja sama dengan pekerjaan intelijen yang dikendalikan oleh Komunis Tiongkok.

The Peterson Institute for International Economics dalam laporan 2019 menyebutkan, bahwa TikTok mengumpulkan data pengguna, termasuk lokasi dan alamat IP. 

Laporan itu menyebutkan, jika informasi tersebut dikirim ke Tiongkok, maka dapat dengan mudah diakses oleh pemerintah dan memanfaatkannya. Seperti membuat perangkat lunak pengawasan Beijing yang lebih baik dalam mengenali wajah-wajah Barat, atau dalam penggalian intelijen pada kegiatan militer Barat.

TikTok sangat populer di kalangan anggota militer muda, menurut laporan itu. Mereka “mengunggah video mereka sendiri … dengan seragam dan dengan tanda pengenal.” Ketika TikTok mengumpulkan data lokasi, prajurit tersebut dapat mengekspos lokasi mereka “di dalam fasilitas militer” kepada rezim komunis Tiongkok.

Sebelumnya, Senator Marco Rubio telah mengirim surat pada 9 Oktober kepada Menteri Keuangan Steven Mnuchin. Isinya mendesak Komite Investasi Asing di Amerika Serikat, sebuah panel antar badan yang dikelola oleh departemen keuangan, untuk meneliti akuisisi ByteDance pada Tahun 2017 dari Musical.ly. 

ByteDance adalah pemilik TikTok, dan Musical.ly adalah platform media sosial yang bermarkas di Shanghai, Tiongkok.  ByteDance membeli Musica.ly pada November 2017 dan menggabungkan aplikasi musik dengan TikTok pada Agustus 2018.

Share

Video Popular