Erabaru.net. Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menyampaikan pidatonya di the Frederic V. Malek Memorial Lecture di Wilson Center, Washington,  Kamis (24/10/2019).

Dia berbicara tentang hubungan Amerika Serikat dengan Tiongkok. Perjanjian perdagangan kedua negara, termasuk pencurian kekayaan intelektual, hak asasi manusia, kebebasan beragama, masalah Hong Kong dan Taiwan, serta pemantauan domestik maupun internasional dan ekspansi luar negeri Tiongkok.

(Lihat Sumber Aslinya : Remarks by Vice President Pence at the Frederic V. Malek Memorial Lecture )

Berikut pidato Lengkap Mike Pence  : 

Selama ini Amerika Serikat  “Memotong Daging Sendiri” Menggemukan Komunis Tiongkok, Trump Telah Mengubah Situasinya.

Saya datang ke sini hari ini untuk membahas subjek yang sebagian besar nasib yang sangat menentukan abad di abad-21. Hubungan Amerika Serikat dengan Tiongkok, sejak hari-hari awal pemerintahan Trump menjabat, presiden Trump telah bertekad untuk membangun sebuah hubungan dengan Tiongkok di atas dasar keterbukaan, adil dan saling menghormati, demi untuk mewujudkan dalam kata-kata presiden, “Sebuah dunia yang makin adil, aman dan damai”. 

Pada bulan yang sama tahun lalu, saya berbicara banyak tentang kebijakan dari Beijing, yang paling membahayakan bagi kepentingan Amerika dan nilai-nilainya. Dari diplomasi utang dan ekspansi militer Tiongkok, penindasan terhadap orang-orang beragama dan jaringan pengintai yang dibangun di seluruh Tiongkok.

Tentu saja, serangkaian kebijakan dan perdagangan bebas dari Tiongkok yang tidak konsisten, termasuk tarif, kuota, manipulasi mata uang, paksaan transfer teknologi dan subsidi industri.

Di masa lalu, beberapa kali sesi pemerintah Amerika silih berganti, mereka semua tahu pelanggaran perdagangan ini, tapi tidak ada pemerintah saat itu yang ingin mengganggu kepentingan partai yang berbasis di Washington.

Partai yang stabil tersebut tidak hanya mengakui penyalahgunaan perdagangan tersebut, namun juga sering mendapatkan keuntungan darinya. Pendirian partai politik yang berkuasa ini, tidak hanya diam dalam menghadapi agresi ekonomi Tiongkok dan pelanggaran hak asasi manusia, mereka juga sering membuat Beijing mempunyai kemampuan ini, tahun demi tahun berlalu, bersamaan dengan satu demi satu pabrik dalam negeri Amerika ditutup, satu demi satu gedung pencakar langit baru berhasil didirikan di Beijing, pekerja Amerika berubah menjadi semakin berkecil hati, dan pihak Tiongkok semakin berani dan berbuat semunya.

Dalam kurun waktu tidak sampai 20 tahun, kita sama-sama menyaksikan apa yang presiden Trump katakan: “Pemindahan kekayaan dalam skala yang paling besar terjadi dalam sejarah dunia”, selama 17 tahun lalu, PDB Tiongkok telah tumbuh lebih dari 9 kali lipat, dan telah menjadi ekonomi terbesar ke-2 di dunia. Keberhasilan ini didorong oleh investasi Amerika di Tiongkok.

Tindakan beijing telah mengakibatkan defisit perdagangan Amerika Serikat dengan Tiongkok, tahun lalu mencapai lebih dari USD 400 miliar, hampir setengah dari defisit perdagangan global Amerika, seperti presiden Tump telah mengatakan berkali-kali, kami membangun kembali Tiongkok selama 25 tahun terakhir, tidak ada kata-kata yang lebih benar yang diucapkan, akan tetapi hari-hari tersebut telah berlalu, sejarahnya pasti akan mencatat, dalam waktu kurang dari 3 tahun, presiden Donald Trump telah mengubah situasi itu selamanya.

Amerika dan para pemimpinnya tidak lagi berharap bahwa hanya keterlibatan ekonomi saja, bisa mengubah negara otoriter Tiongkok yang komunis menjadi masyarakat yang bebas dan terbuka, sebuah masyarakat yang menghormati properti pribadi, aturan hukum dan aturan perdagangan internasional, sebaliknya adalah pada tahun 2017 dalam strategi kebijakan internasional, presiden menyinggung Amerika Serikat telah menganggap Tiongkok sebagai lawan strategis dan saingan ekonomi, ketika pemerintah Trump mulai menjabat. 

Tiongkok berada di jalur yang akan menjadi ekonomi terbesar di dunia. Para ahli memperkirakan bahwa ekonomi Tiongkok akan melampaui ekonomi Amerika Serikat hanya dalam beberapa tahun singkat, tetapi berkat agenda ekonomi yang berani yang dikemukakan oleh presiden Trump, semua ini telah berubah, karena kebijakan presiden Trump, Amerika bertambah triliunan dolar kekayaan dalam ekonomi, sementara ekonomi Tiongkok terus tertinggal. 

Agar pekerja Amerika tidak mengalami serangan terhadap praktik perdagangan yang tidak etis, akhirnya pada tahun 2018 presiden Trump memberlakukan tarif pungutan atas 250 miliar dolar barang-barang Tiongkok.

Pada awal tahun 2019, presiden mengumumkan kami akan menambah tarif pada 300 miliar barang Tiongkok lainnya jika dalam masalah-masalah penting pada hubungan perdagangan Amerika Tiongkok tidak dapat diselesaikan pada bulan Desember tahun ini, untuk melindungi hak kekayaan intelektual, dan privasi warga negara kami serta keamanan nasional kami,

kami telah mengambil langkah-langkah kuat untuk mengekang perilaku ilegal perusahaan Tiongkok, seperti Huawei dan ZTE, kami juga telah mendesak sekutu kami di seluruh dunia, untuk membangun jaringan 5G yang aman, juga tidak memberi Beijing mengontrol infrastruktur dan data kami yang paling sensitif.

Share

Video Popular