Erabaru.net. Dengan tangan-tangan terampil, seniman Tiongkok, Wen Fuliang menciptakan ukiran-ukiran indah dari kulit telur.

Menurut Daily Mail, Wen sebelumnya adalah seorang pemahat kayu yang tinggal di Provinsi Shaanxi. Setelah pensiun, ia beralih ke seni ukir dengan media kulit telur.


     
Dia menggunakan cangkang telur, angsa, dan bebek untuk mengukir tempat-tempat indah seperti Lapangan Tiananmen, Tembok Besar Cina, pemandangan Guilin … atau gambar simbolis budaya Tiongkok.

Untuk melakukan pekerjaan itu, Wen harus mengeluarkan isi telur dengan jarum terlebih dahulu. Kemudian menggunakan pena untuk membuat sketsa tekstur pada kulit telur, dan kemudian mulai membuat ukiran yang rumit dengan tangan.

Ketika pertama kali mulai bekerja, ia mempraktikkan keterampilan dasar mematung di kulit telur dan perlu menggunakan hingga 20.000 telur. Seluruh keluarga harus makan telur goreng, telur rebus, kue telur sepanjang hari. Setelah itu, keluarganya harus mengirim ke teman dan kerabat tetapi mereka juga bosan. Pada akhirnya, Wen berpikir ia harus bekerja dengan toko roti, sehingga ia dapat menghabiskan sisa telur.

Sohu melaporkan bahwa kulit telur itu kecil dan sangat rapuh, hanya menyentuh garis yang salah akan merusak seluruh cangkang. Ketika Wen bekerja, dia duduk di ruangan tertutup, menutup jendela, pintu, mematikan telepon, hanya fokus pada setiap obyeknya.

Meski begitu, sulit untuk menghindari membuat kesalahan. Yang paling menyedihkan adalah bahwa kesalahan-kesalahan ini terjadi di tahap akhir, menyebabkannya melakukannya berulang-ulang.

Namun, upaya yang dia lakukan sepadan dengan itu. Karena proses mengukir telur membutuhkan banyak waktu, setiap karya membutuhkan waktu 10 hari hingga beberapa bulan untuk menyelesaikannya, dan dapat dijual hingga 100.000 yuan (sekitar Rp 200 juta).

Baru-baru ini, banyak anak muda yang ingin ingin belajar. Dia berbagi bahwa dia telah mengajar 6 orang tetapi pada akhirnya tidak ada yang cukup sabar untuk mengikuti, yang bisa bertahan paling lama selama 3 bulan.

“Karena pekerjaan ini sangat keras, mungkin bukan pekerjaan untuk menghasilkan uang dalam 3 atau 5 tahun pertama,” kata Wen Fuliang, dan khawatir tentang pewaris seni ukiran telurnya.(yn)

Sumber: dkn.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular