oleh Chen Juncun – Epochtimes.com

Pada hari Senin 11 November 2019 siang, seorang pria Hongkong karena bersilang pendapat soal politik dengan orang lain, disiram dengan bahan cair yang mudah terbakar lalu dibakar. Dalam waktu sekejap ia berubah menjadi bola api. Setelah pria tersebut menanggalkan pakaiannya, dia berhasil memadamkan kobaran api. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan. Tetapi ada berita tersebar mengatakan bahwa pria itu ternyata menerima bayaran untuk melakukan akting demi kepentingan pihak tertentu.

Menurut laporan media Hongkong, insiden itu terjadi di jembatan dekat Lapangan Ma On Shan pada Senin 11 November 2019 sekitar pukul 1 siang. Pada saat kejadian, seorang pria berpakaian hijau bercekcok dengan seseorang. Kepalanya diduga berdarah karena cedera, dan terlihat ada seseorang lain yang membantunya untuk membersihkan darah.

Setelah terjadi kontak fisik berupa tarik menarik dan saling caci maki, pria berpakaian warga hijau itu mencaci orang yang berada di sekeliling dengan suara keras, “Kalian semua bukan warga Tiongkok !” 

Orang-orang di yang berada di sekeliling itu kemudian menjawab bahwa mereka adalah warga Hongkong dan minta pria tersebut kembali ke Distrik Dawan.

Ketika pria berpakaian hijau tersebut melakukan perdebatan, tiba-tiba seseorang menyemprotkan cairan  yang mudah terbakar dan menyalakan api, menyebabkan api berkobar di seluruh tubuhnya. Ia lalu berlari ke belakang dan mencoba memadamkan api. Di tanah terlihat ada 2 tempat yang juga terbakar. Adegan itu membuat terkejut warga yang berada di sekeliling dan sebagian besar kemudian lari menghindar. Seseorang mengejar pembakar dan menyuruhnya untuk tidak melarikan diri. Tidak jelas apakah pelaku pembakaran sudah tertangkap.

<

span style=”font-weight: 400;”>Setelah pria yang terbakar bergegas melepas pakaiannya, ia langsung dilarikan ke rumah sakit. Pihak kepolisian memberitakan bahwa pria tersebut mengalami beberapa luka bakar. Kasus itu sementara didaftarkan sebagai kasus serangan dan dalam penyelidikan.

Berita tentang kejadian tersebut langsung dihembuskan oleh media pemerintah untuk menyerang pengunjuk rasa Hongkong. Media ‘Global Times’ menerbitkan komentar sosial berjudul ‘Massa Hongkong membakar oposisi, tindakan mereka sudah tidak berbeda dengan IS (teroris)’. 

Judul artikel di media ‘Beijing News’ menyebutkan, “Massa perusuh membakar orang di jalanan, tidak boleh lagi membiarkan Hongkong terus kacau balau.”

 Ada media Hongkong yang memberitakan bahwa korban pembakaran berada dalam kondisi kritis dan lain sebagainya.

Namun, ada netizen mengungkapkan bahwa sebelum pria berpakaian hijau itu terbakar, seseorang mengoleskan bahan tahan api pada tubuhnya mungkin untuk mencegah cedera. 

Kemudian datang lagi seseorang lainnya yang menyiramkan cairan mudah terbakar dan menyulutkan api, kamera terus mengikuti gerakan pria tersebut tidak menyoroti orang lain. 

Tak lama kemudian pria itu pun pergi tanpa melakukan sesuatu. Rupanya itu  merupakan ulah dari komunis Tiongkok yang sengaja menciptakan opini publik terhadap para pengunjuk rasa, mirip peristiwa api palsu lapangan Tiananmen.

Pengacara daratan Zhu Shengwu mempertanyakan bahwa komunis Tiongkok menyewa aktor untuk memerankan sandiwara api palsu.  Dari video itu terlihat ada seorang menuangkan minyak kemudian menyusut api terhadap pria itu, karena tubuhnya dibungkus dengan gel tahan api, jadi api dapat cepat dipadamkan, pria itu pun pergi dan langsung menghilang tanpa masalah…

Zhu Shengwu percaya bahwa tindakan komunis Tiongkok itu adalah untuk menipu penduduk daratan, untuk lebih memancing kebencian penduduk daratan terhadap rakyat Hongkong. Itu persis sama dengan api palsu yang membakar seorang praktisi Falun Gong palsu  yang katanya bunuh diri di Lapangan Tiananmen 20 tahun yang lalu untuk memfitnah Falun Gong.

Pada Malam Tahun Baru 2001, komunis Tiongkok menggelar drama “bakar diri praktisi (Palsu) Falun Gong” di Lapangan Tiananmen. Di lensa televisi China Central TV, seorang pria yang mengaku sebagai “praktisi (palsu) Falun Gong” membakar diri dengan bensin. Tetapi rambutnya tidak terbakar dan botol plastik bekas minuman sprite yang berisi bahan bakar juga tidak meleleh karena kobaran api. Setelah itu, setidaknya 3 orang yang mengaku “bakar diri” dikendalikan oleh komunis Tiongkok dan dinyatakan meninggal dunia.

Netizen berkomentar, “Pada hari yang sama ketika polisi berseragam hitam-hitam menembak dan membunuh orang di jalanan, jejak pengaturan itu terlalu jelas terlihat. Orang yang menyiramkan bahan bakar tidak di rekam oleh kamera, tetapi lensa terus menyoroti orang yang terbakar ?” 

Di laman LIHKG Hongkong, ada orang yang menerima informasi yang dapat dipercaya mengatakan bahwa pria berbaju hijau itu memang berakting memenuhi keinginan pihak berwenang dan ia menerima upah HKD. 5.000 usai melakukannya. (Sin)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular