oleh Chen Juncun – Epochtimes.com

Hari Selasa pada (19/11/2019) pagi, tempat percetakan surat kabar Epoch Times Hongkong sengaja dibakar oleh preman yang disewa komunis Tiongkok. Insiden itu menyebabkan kerusakan serius pada beberapa peralatan percetakan dan surat kabar yang sedianya akan diedarkan pagi hari itu. 

Atas kejadian tersebut pihak Epoch Times Hongkong mengatakan bahwa meskipun menghadapi ancaman langsung dari komunis Tiongkok, Epoch Times tidak pernah akan menyerah dalam kegiatannya untuk memberitakan  kebenaran.

Insiden tersebut terjadi pada pukul 03:50 pagi waktu Hong Kong.  Pada saat kejadian, surat kabar yang sedianya akan diedarkan paginya baru selesai dicetak dan sedang dalam proses pengiriman.

Kurang dari 6 menit setelah pintu gerbang dibuka, 4 orang pria bertopeng tiba-tiba menerobos masuk pintu yang terbuka saat pengiriman berlangsung. 2 orang di antara mereka mengenakan pakaian kasual dan 2 orang lainnya mengenakan pakaian hitam. Para preman berpakaian seperti siswa seni bela diri ini memegang tongkat seperti yang digunakan polisi, langsung mengancam pekerja untuk tidak bergerak.

Seperti yang terlihat pada rekaman kamera televisi sirkuit tertutup yang dipasang dalam gedung percetakan, seorang preman menuang bensin yang dibawa dalam 2 tabung ke beberapa tempat di sekitarnya. Preman itu langsung menyulut api dengan tongkat teleskopik di tangan satunya. Setelah api membesar keempat orang tersebut dengan cepat melarikan diri.

Karyawan percetakan segera meminta bantuan pemadam kebakaran dan ada yang berusaha memadamkan kobaran api. Api yang membesar telah merusak sebuah mesin dan empat gulungan kertas cetak, serta kotak kontrol dari mesin kertas lain, membakar banyak bungkusan koran yang selesai dicetak. 

Empat pria berpenutup muka memasuki percetakan Epoch Times Hong Kong sebelum mengancam para pekerja dan membakar pada 19 November 2019.

Air yang disemprotkan dari kendaraan pemadam api juga merusak sebagian mesin lainnya dan kertas. Sementara ini kerugian belum dapat ditaksir. Polisi dan petugas pemadam kebakaran yang hadir ke tempat kejadian meminta pihak percetakan untuk menyerahkan rekaman CCTV pada keesokan harinya.

Niat Komunis Tiongkok Mengganggu Terbitan Surat Kabar Epoch Times Bukan Hal Baru

Ini bukan pertama kalinya komunis Tiongkok bermaksud menghancurkan peralatan percetakan yang mencetak surat kabar Epoch Times Hongkong. Pada bulan Maret 2006 silam, komunis Tiongkok menyewa preman untuk masuk dalam percetakan surat kabar Epoch Times memecahkan pintu kaca dan menghancurkan peralatan.

BACA JUGA : Senator AS Mengutuk Serangan Pembakaran yang Menyasar Percetakan Epochtimes Hong Kong

Pada Oktober 2012, Pintu gerbang percetakan surat kabar Epoch Times sengaja dirusak orang tak dikenal. Pada Desember 2012, 7 orang preman sewaan dengan membawa beberapa peralatan bermaksud ingin merusak tempat percetakan, kemudian kabur berkat kesiagaan karyawan yang segera melaporkan kepada anggota keamanan gedung. Dari sekian banyak kasus sabotase itu, tak satupun yang berhasil diungkap oleh kepolisian Hongkong.

Terlihat api yang membakar di tempat percetakan Epochtimes Hong Kong

Epoch Times Berdiri di Pihak Rakyat Hongkong dengan Tetap Bertahan untuk Menyebarkan Berita yang Benar

Menanggapi insiden pembakaran ini, pihak Epoch Times Hongkong mengeluarkan pernyataan berikut :

Kita tahu bahwa para preman yang sengaja menggunakan pakaian hitam-hitam dengan berpura-pura sebagai pengunjuk rasa hanya untuk menciptakan kebencian sosial dan memicu perselisihan sosial.

Selama sekitar 5 bulan terakhir, Epoch Times Hongkong telah mengerahkan segala kekuatan dan upaya untuk melaporkan kebenaran yang tak lain untuk mendukung gerakan demokrasi rakyat Hongkong. Memberikan laporan situasi terkini di Hongkong kepada warga Hongkong dan dunia, dan telah mendapat penghargaan secara tulus dari warga Hongkong. Mereka  sering mengulurkan tangan bantuan kepada Epoch Times dan staf dalam penyebaran surat kabar di lapangan kepada para pembaca yang ingin mendapatkan berita yang benar, tentu saja tidak akan melakukan pengrusakan seperti para preman itu.

Selama 18 tahun terakhir, Epoch Times telah gigih melaporkan kebenaran dan mengungkap kekejaman komunis Tiongkok. Kiranya semua orang yang memiliki hati nurani pasti tahu siapa para preman ini dan siapa yang berada di belakang mereka.

Mereka itu tak lain adalah preman yang selama ini disewa otoritas Komunis Tiongkok yang menciptakan kerusuhan dalam beberapa bulan terakhir, dan mereka ini merupakan agen-agen komunis Tiongkok di Hongkong.

Para pelaku kejahatan selalu berpikir bahwa mereka dapat mengelabui pencipta alam dan berbuat jahat, tetapi orang yang berhati nurani di dunia pasti mengetahui bahwa kejahatan hanya akan membuat orang di seluruh dunia bertambah mengenali kejahatan dari sistem komunisme.

Media Epoch Times berdiri kian tegap dalam penindasan komunis Tiongkok yang telah berlangsung hampir 20 tahun. Intimidasi penuh kekerasan dan penindasan habis-habisan tidak akan membuat kita mundur. Karena Epoch Times, sama halnya dengan rakyat Hongkong, yang tidak punya pilihan selain tetap bertahan untuk memperjuangkan kebenaran dan kebebasan.

Seluruh karyawan dari Grup Epoch Times selain mengutuk tindakan jahat para preman, juga berjanji kepada rakyat Hongkong : Kami akan terus berada di pihak kalian dalam perjalanan menuju masa depan ! 

(Sin/asr)

 

Share

Video Popular