Mengganggu pemilu Taiwan 2020 melalui pasukan jaringan bersama agen khusus Taiwan

“Atasan” Wang Liqing memberinya sebuah paspor Korea Selatan palsu agar lebih mudah memasuki Taiwan dan membantu komunis Tiongkok secara sistematis mencoba menembus sistem politik Taiwan.

Tugasnya termasuk mengarahkan pasukan jaringan dan agen Taiwan untuk mengganggu pemilihan walikota Taiwan pada tahun 2018. Dan komunis Tiongkok saat ini sedang mengerjakan rencana untuk mengganggu pemilihan presiden Taiwan tahun 2020. Itu juga menjadi salah satu alasan mengapa ia bertekad untuk membelot ke Australia.

Wang Liqiang mengatakan bahwa komunis Tiongkok dapat menyusup ke bidang militer, bisnis, dan budaya dari semua negara untuk mencapai tujuannya. 

“Anda seharusnya tidak meremehkan organisasi mata-mata kami … Kami telah dibina dan melakukan berbagai pelatihan selama bertahun-tahun sebelum diterjunkan untuk melaksanakan tugas-tugas penting,” kata Wang Liqiang. 

Partai Komunis Tiongkok berharap tidak ada pihak lain yang mengancam rezimnya.

Komunis Tiongkok berencana menggulingkan Tsai Ing-wen, mendukung Han Kuo-yu di Taiwan

Di Taiwan, Wang Liqiang mengaku bahwa departemen intelijennya sedang melakukan kontak dengan para eksekutif media untuk mempengaruhi sistem politik Taiwan. Itu  adalah bagian dari intervensi sistematis Beijing untuk menggulingkan calon presiden yang non-pro-komunis Tiongkok dalam pemilu tahun 2020 termasuk Presiden Tsai Ing-wen. 

Wang Liqiang mengatakan bahwa para agen melalui kegiatan untuk mendukung kandidat presiden, Han Kuo-yu.

Wang Liqiang juga bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan satu “pasukan jaringan air” yang tugasnya mengalihkan perhatian dari isu-isu politik. hal itu mirip dengan intervensi jaringan Rusia dalam pemilu Amerika Serikat.

“Penetrasi Taiwan adalah prioritas utama dari tugas kami. Kami harus menyusup ke media, kuil, bahkan sampai organisasi akar rumput,” kata Wang Liqiang.

Organisasi Wang Liqiang berhasil mengganggu pemilihan ‘Sembilan dalam Satu’ di Taiwan pada tahun 2018 dan membantu kandidat pro-Beijing untuk menang. 

Pada bulan Mei tahun ini, Wang Liqiang dengan paspor Korea palsu  masuk Taipei melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan Tsai Ing-wen dalam pemilihan presiden tahun 2020.

Mantan bos ASIO : komunis Tiongkok berusaha “mengambil alih” politik Australia

Dalam pengungkapannya Wang Liqiang mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan seseorang yang bertanggung jawab atas “organisasi spionase lapisan dalam” dari komunis Tiongkok di Australia. Identitas palsu orang tersebut adalah pekerja dari sebuah perusahaan yang bergerak di sektor energi terkemuka, dan tugasnya tak lain adalah melakukan spionase di Australia. 

“Ia bilang sedang berada di Canberra, aku tahu posisinya sangat penting”, kata Wang Liqiang.

Menurut Wang Liqiang, organisasinya memiliki kontak dengan beberapa donor politik penting di Australia, termasuk seorang anggota staf kantor parlemen federal. Wang Liqiang memberikan transaksi rekening banknya untuk mendukung ungkapan tersebut.

ASIO telah berulang kali memperingatkan bahwa ancaman campur tangan pihak asing di Australia saat ini jauh lebih tinggi dari waktu-waktu sebelumnya dan bahwa jumlah personel intelijen asing yang beroperasi di Australia lebih tinggi daripada selama Perang Dingin. 

ASIO tidak pernah secara terbuka menyebut pihak asing itu adalah komunis Tiongkok karena pemerintah Australia berupaya menyeimbangkan kepentingan terhadap keselamatan publik nasional dengan pembalasan ekonomi komunis Tiongkok.

Namun, belakangan ini mantan boss ASIO Duncan Lewis memecah kesunyian dengan mengatakan bahwa pemerintah Komunis Tiongkok sedang berusaha “mengambil alih” sistem politik Australia melalui intervensi terselubung dan berbahaya. (sin)

Share

Video Popular