- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Agen Khusus Komunis Tiongkok Membelot ke Australia, Ungkap Kegiatan Mata-mata di Tiga Negara

Xu Jian – Epochtimes.com

Baru-baru ini, seorang agen khusus komunis Tiongkok membelot ke Australia. Sekarang sedang memberi sejumlah informasi internal dalam tubuh komunis Tiongkok kepada pemerintah Australia. Mengungkap bagaimana komunis Tiongkok melakukan intervensi di luar negeri, termasuk kegiatan yang mempengaruhi politik Hongkong dan Taiwan. Kesaksiannya menunjukkan bahwa mata-mata komunis Tiongkok menyusup ke dalam gerakan demokrasi Hongkong, memanipulasi pemilihan presiden Taiwan tahun 2020, dan merusak lingkungan politik Australia.

Sydney Morning Herald melaporkan pada Jumat, 22 November 2019 bahwa seorang pemuda bernama Wang Liqiang atau Wang ‘William’ Liqiang adalah agen khusus komunis Tiongkok yang untuk pertama kalinya secara terbuka mengungkapkan identitas dirinya. 

Wang Liqiang mengungkapkan kepada pemerintah Australia identitas dari perwira intelijen militer senior Partai Komunis Tiongkok di Hongkong dan memberikan informasi terperinci tentang bagaimana mereka membiayai intervensi politik di Hongkong, Taiwan dan Australia, serta melakukan kegiatan campur tangan politik.

Saat ini Wang Liqiang menyerahkan materi rahasia  kepada agen anti-spyware Australia ASIO – Australian Security Intelligence Organisation dan sedang mencari suaka politik.

Pada bulan Oktober tahun ini, Wang Liqiang mengakui dalam sumpahnya kepada ASIO : “Saya pribadi juga berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan spionase”. Oleh karena itulah, jika Wang Liqiang kembali ke Tiongkok, ia pasti akan menghadapi penahanan dan bahkan mungkin dieksekusi mati oleh komunis Tiongkok.

Wang Liqiang saat ini berada di Sydney dengan visa turis dan sedang mencari perlindungan darurat dari pemerintah Australia. Ia telah meminta suaka politik pada kesempatan pertemuan dengan pejabat ASIO.

Dalam sebuah wawancara dengan ‘The Times’, ‘The Sydney Morning Herald’ dan ’60 Minutes’, Wang Liqiang mengungkapkan secara rinci bagaimana Beijing secara diam-diam mengendalikan perusahaan-perusahaan yang terdaftar untuk mendanai agen-agen intelijen, bagaimana memantau dan mencatat para pembangkang, dan menarik organisasi media.

Menurut Wang Liqiang, dirinya bersembunyi di bagian intelijen di sebuah perusahaan yang terdaftar di Hongkong bernama China Innovation Investment Limited (CIIL). Agen komunis Tiongkok  perusahaan tersebut telah merambah ke universitas dan media Hongkong. Orang-orang itu dapat “diaktifkan” kapan saja untuk berperang melawan gerakan demokrasi rakyat Hongkong.

Wang Liqiang telah memberikan informasi terperinci yang belum pernah didengar dunia luar ketika 5 orang pengusaha buku Hongkong diculik dan diserahkan kepada otoritas Tiongkok di daratan.

Wang Liqiang mengaku, dirinya  secara pribadi mengorganisir dan berpartisipasi dalam penculikan pengusaha buku Hongkong Lee Bo dan dibawa ke daratan Tiongkok pada bulan Oktober 2015 silam. Wang Liqiang juga bekerja di organisasi rahasia lainnya yang menyerang para pembangkang Hongkong, atau melakukan serangan di dunia maya.

Menurut Wang Liqiang, salah satu tujuan intelijen komunis Tiongkok untuk para pembangkang adalah menyebarkan ancaman, membuat mereka takut. Baik itu menculik pengusaha buku ataupun menyusup ke Universitas di Hongkong.   

“Biar semua pembuat onar bagi komunis Tiongkok di Hongkong merasa takut”, kata Wang Liqiang.

Agen komunis Tiongkok menyusup ke seluruh universitas di Hongkong

Tugas utama Wang Liqiang adalah  mengoordinasikan hubungan antara organisasi intelijen dan agen intelijen lainnya, dan mengumpulkan informasi tentang para aktivis yang mendukung kemerdekaan Hongkong. Ia menerima instruksi dari perwira yang bertugas di dinas intelijen militer Tiongkok.

Menurut Wang Liqiang, area utama untuk operasi agen-agen komunis Tiongkok adalah universitas-universitas di Hongkong. Organisasi agen yang dikelola Wang Liqiang telah menyusup ke semua universitas di Hongkong, termasuk himpunan atau asosiasi mahasiswa. Wang Liqiang bertanggung jawab untuk merekrut siswa daratan melalui cara dengan memberikan beasiswa, hibah perjalanan, asosiasi alumni dan yayasan pendidikan.

“Saya mempengaruhi mereka dengan mengobarkan jiwa patriotis, membimbing mereka untuk mencintai Tiongkok, mencintai partai dan para pemimpin Partai Komunis Tiongkok, dan sangat menentang mereka yang mendukung kemerdekaan dan kegiatan demokrasi Hongkong,” kata Wang Liqiang.

[1]

Organisasi Wang Liqiang itu melakukan serangan melalui dunia maya dan serangan fisik terhadap para pemimpin gerakan demokrasi Hongkong. Komunis Tiongkok juga mengirim utusan untuk menyusup ke dalam barisan aktivis. 

“Kita mengirim beberapa siswa untuk bergabung dengan serikat mahasiswa dan membiarkan mereka berpura-pura mendukung kemerdekaan Hongkong. Mereka menemukan informasi tentang siapa-siapa yang mendukung gerakan kemerdekaan … dan mengungkapkan semua data pribadi mereka, termasuk Informasi tentang orang tua dan keluarga mereka”, kata Wang Liqiang.

Agen Senior komunis Tiongkok menjabat sebagai manajer senior media di Hongkong

Wang Liqiang mengaku, di Hongkong ia berkedok sebagai seorang pengusaha yang bekerja untuk CIIL, dan bossnya yang bernama Xiang Xin adalah agen senior komunis Tiongkok.

Tidak hanya universitas di Hongkong, organisasi Wang Liqiang telah menembus ke semua media di Hongkong. Mereka menggunakan dana untuk mendukung beberapa media dan menempatkan agen khusus di media lain.

Menurut Wang Liqiang, seorang manajer senior dari jaringan televisi utama Asia adalah kader militer komunis Tiongkok dan memiliki jabatan Komandan Divisi (Division Commander). 

“Ia adalah kepala organisasi penculikan dan penganiayaan terhadap aktivis demokrasi Hongkong” kata Wang Liqiang.

Mengganggu pemilu Taiwan 2020 melalui pasukan jaringan bersama agen khusus Taiwan

“Atasan” Wang Liqing memberinya sebuah paspor Korea Selatan palsu agar lebih mudah memasuki Taiwan dan membantu komunis Tiongkok secara sistematis mencoba menembus sistem politik Taiwan.

Tugasnya termasuk mengarahkan pasukan jaringan dan agen Taiwan untuk mengganggu pemilihan walikota Taiwan pada tahun 2018. Dan komunis Tiongkok saat ini sedang mengerjakan rencana untuk mengganggu pemilihan presiden Taiwan tahun 2020. Itu juga menjadi salah satu alasan mengapa ia bertekad untuk membelot ke Australia.

Wang Liqiang mengatakan bahwa komunis Tiongkok dapat menyusup ke bidang militer, bisnis, dan budaya dari semua negara untuk mencapai tujuannya. 

“Anda seharusnya tidak meremehkan organisasi mata-mata kami … Kami telah dibina dan melakukan berbagai pelatihan selama bertahun-tahun sebelum diterjunkan untuk melaksanakan tugas-tugas penting,” kata Wang Liqiang. 

Partai Komunis Tiongkok berharap tidak ada pihak lain yang mengancam rezimnya.

Komunis Tiongkok berencana menggulingkan Tsai Ing-wen, mendukung Han Kuo-yu di Taiwan

Di Taiwan, Wang Liqiang mengaku bahwa departemen intelijennya sedang melakukan kontak dengan para eksekutif media untuk mempengaruhi sistem politik Taiwan. Itu  adalah bagian dari intervensi sistematis Beijing untuk menggulingkan calon presiden yang non-pro-komunis Tiongkok dalam pemilu tahun 2020 termasuk Presiden Tsai Ing-wen. 

Wang Liqiang mengatakan bahwa para agen melalui kegiatan untuk mendukung kandidat presiden, Han Kuo-yu.

Wang Liqiang juga bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan satu “pasukan jaringan air” yang tugasnya mengalihkan perhatian dari isu-isu politik. hal itu mirip dengan intervensi jaringan Rusia dalam pemilu Amerika Serikat.

[2]

“Penetrasi Taiwan adalah prioritas utama dari tugas kami. Kami harus menyusup ke media, kuil, bahkan sampai organisasi akar rumput,” kata Wang Liqiang.

Organisasi Wang Liqiang berhasil mengganggu pemilihan ‘Sembilan dalam Satu’ di Taiwan pada tahun 2018 dan membantu kandidat pro-Beijing untuk menang. 

Pada bulan Mei tahun ini, Wang Liqiang dengan paspor Korea palsu  masuk Taipei melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan Tsai Ing-wen dalam pemilihan presiden tahun 2020.

Mantan bos ASIO : komunis Tiongkok berusaha “mengambil alih” politik Australia

Dalam pengungkapannya Wang Liqiang mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan seseorang yang bertanggung jawab atas “organisasi spionase lapisan dalam” dari komunis Tiongkok di Australia. Identitas palsu orang tersebut adalah pekerja dari sebuah perusahaan yang bergerak di sektor energi terkemuka, dan tugasnya tak lain adalah melakukan spionase di Australia. 

“Ia bilang sedang berada di Canberra, aku tahu posisinya sangat penting”, kata Wang Liqiang.

Menurut Wang Liqiang, organisasinya memiliki kontak dengan beberapa donor politik penting di Australia, termasuk seorang anggota staf kantor parlemen federal. Wang Liqiang memberikan transaksi rekening banknya untuk mendukung ungkapan tersebut.

ASIO telah berulang kali memperingatkan bahwa ancaman campur tangan pihak asing di Australia saat ini jauh lebih tinggi dari waktu-waktu sebelumnya dan bahwa jumlah personel intelijen asing yang beroperasi di Australia lebih tinggi daripada selama Perang Dingin. 

ASIO tidak pernah secara terbuka menyebut pihak asing itu adalah komunis Tiongkok karena pemerintah Australia berupaya menyeimbangkan kepentingan terhadap keselamatan publik nasional dengan pembalasan ekonomi komunis Tiongkok.

Namun, belakangan ini mantan boss ASIO Duncan Lewis memecah kesunyian dengan mengatakan bahwa pemerintah Komunis Tiongkok sedang berusaha “mengambil alih” sistem politik Australia melalui intervensi terselubung dan berbahaya. (sin)