Gao Shan – Epochtimes.com 

New York Times baru-baru ini memperoleh sebuah dokumen yang memuat rahasia internal komunis Tiongkok setebal 400 halaman. Isinya merupakan bahan pendidikan dengan ancaman yang diperuntukkan bagi anak-anak dari orang tua dan anggota keluarga mereka yang etnis minoritas, beragama Islam yang sudah berada dalam kamp konsentrasi di Xinjiang untuk mengikuti pelatihan. 

Panduan pelatihan yang disusun dalam bentuk tanya jawab mengharuskan anak-anak tersebut untuk mempercantik kamp konsentrasi ketika berbicara dengan pihak luar. Selain itu anak-anak juga diancam dengan kata-kata bahwa tidak mengindahkan pesan tersebut akan mempengaruhi masa tahanan orang tua atau kerabat mereka.

Dalam sebuah laporan panjang yang diterbitkan pada hari Sabtu 16 November 2019, The New York Times mengungkapkan bahwa dokumen-dokumen yang memuat rahasia internal komunis Tiongkok setebal 400 halaman adalah kumpulan terbesar dari dokumen pemerintah yang bocor dalam beberapa dekade terakhir. 

Dokumen itu,  memberi kesempatan dan bukti kepada masyarakat untuk memahami bagaimana penganiayaan selama ini terhadap etnis minoritas di Xinjiang. Dalam 3 tahun terakhir, pihak berwenang Tiongkok telah menjebloskan sebanyak lebih dari 1 juta orang warga Uighur, Kazakh dan etnis minoritas lainnya ke dalam kamp-kamp konsentrasi dan penjara.

Sampel dokumen pemerintahan Komunis Tiongkok yang rahasia bocor ke sebuah konsorsium organisasi berita, ditampilkan untuk sebuah gambar di New York, pada 22 November 2019. Beijing telah menahan lebih dari satu juta Uyghur, etnik Kazakh dan minoritas Muslim lainnya atas apa yang disebutnya pelatihan kerja sukarela. (Richard Drew / AP)

Para pemimpin Daerah Otonomi Xinjiang Partai Komunis Tiongkok mengeluarkan instruksi internal itu yang disebut ‘Strategi Tanya Jawab Pendidikan Terpusat dan Sekolah Pelatihan bagi Anak-anak Kota Turpan’ kepada pejabat setempat untuk dijadikan pedoman dan dilaksanakan. Di samping itu meminta pejabat dan staf setempat untuk secepatnya menemui para siswa Xinjiang yang studi di luar Xinjiang yang saat ini pulang kampung untuk berlibur. 

Mereka dilarang berbicara atau mengatakan yang sebenarnya tentang kamp konsentrasi Xinjiang.

Dalam panduan pelatihan itu, ada banyak jawaban standar tentang bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan spesifik dan bagaimana mengancam anak-anak yang orang tuanya berada dalam kamp.

Misalnya, ketika ditanya:  Di mana ayah saya, ibu, keluarga?

Jawaban standarnya adalah: 

“Mereka berada di sekolah pelatihan yang didirikan oleh pemerintah.”

“Mereka sedang menerima pelatihan dan pendidikan.”

“Lingkungan hidup mereka sangat baik, mereka dibebaskan dari biaya makan dan penginapan yang berstandar lebih tinggi. Karena itu Anda tidak perlu khawatir.”

“Biaya makanan sehari-hari adalah lebih dari 21 yuan, bahkan melebihi standar hidup beberapa siswa di rumah.”

Ketika Anda pasti akan ditanya : “Kapan keluarga saya bisa mengakhiri pelatihan dan pulang ke rumah ? Jika yang diikuti itu adalah pelatihan, mengapa mereka tidak bisa pulang ke rumah secara teratur ?”  

Sejumlah jawaban standarnya adalah :

“Jika tidak berpartisipasi dalam pelatihan ini, peserta tidak akan dapat sepenuhnya memahami bahaya dari pemikiran ekstrim agama.”

“Kita harus menghargai kesempatan pendidikan gratis yang disediakan oleh partai dan pemerintah ini, mengikis habis pemikiran-pemikiran yang keliru, dan belajar terampil dalam berbahasa Mandarin, keterampilan kerja yang merupakan fondasi kehidupan bahagia di masa depan bagi Anda dan keluarga.”

“Tidak peduli berapa umurnya, setiap orang yang pernah dipengaruhi oleh pemikiran ekstrim keagamaan, ia harus mengambil bagian dalam pelajaran dan pelatihan ini.”

Dokumen tersebut juga mensyaratkan pendidik untuk mengambil contoh dari munculnya perang sipil di Suriah dan Negara Islam.

Pada saat yang sama, dokumen internal itu juga mengharuskan pejabat setempat untuk secara terang-terangan mengancam anak-anak. Jelaskan kepada anak-anak bahwa ucapan dan perbuatan mereka di luar dapat mempengaruhi nilai  orang tua, kerabat yang berada dalam “kamp pendidikan ulang”. Memberitahu mereka bahwa sistem penilaian akan digunakan untuk memutuskan siapa dan kapan dari mereka itu dibebaskan dari “kamp pendidikan ulang” yang sebenarnya adalah kamp konsentrasi.

Dokumen tersebut menginstruksikan pejabat setempat untuk mendidik siswa :

“Anggota keluarga mereka itu termasuk Anda, juga harus mematuhi hukum dan peraturan negara, tidak mempercayai rumor-rumor yang beredar dan ikut menyebarkannya.”

“Dengan demikian Anda akan memberi poin tambahan untuk keluarga, dan kamu baru dapat meninggalkan sekolah setelah menyelesaikan seluruh kurikulum.”

Pejabat lokal juga akan menilai perilaku sehari-hari anak-anak tersebut yang diwawancarai dan mencatat partisipasi mereka dalam pendidikan, menilai pembicaraan dan kegiatan lainnya.

Meskipun dokumen itu panjangnya lebih dari 400 halaman, dokumen memandu secara terperinci bagaimana cara menipu, mencuci otak, mengancam dan meminta anak-anak yang orang tuanya ditahan untuk mengatur bicara mereka. 

Namun, tentang siapa yang mendanai biaya kehidupan, biaya sekolah dan biaya lainnya dari anak-anak yang orangtuanya ditahan ? Siapa yang mengerjakan pekerjaan di sawah ? dan lainnya yang menjadi kesulitan bagi masyarakat, sama sekali tidak disinggung. 

Dokumen hanya meminta anak-anak untuk tutup mulut dan berterima kasih kepada partai komunis. New York Times tidak mengungkapkan rincian tentang cara mendapatkan dokumen internal itu. Beberapa media berkomentar bahwa di bawah kebijakan tekanan tinggi yang berjalan terus menerus, masih ada orang-orang dari dalam partai komunis yang masih memiliki hati nurani yang tidak ingin membantu pejabat tingkat tinggi untuk berbuat kejahatan. 

Mereka secara pribadi yang merilis dokumen internal tersebut melalui saluran rahasia untuk mengekspos kekejaman komunis Tiongkok di balik kamp pendidikan ulang.  (sin)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular