Zachary Stieber – The Epochtimes

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa Iran mungkin akan melancarkan serangan lainnya ke Timur Tengah. Langkah itu setelah penyelidikan yang sedang berlangsung mengindikasikan bahwa negara tersebut bertanggung jawab atas serangan pada bulan September lalu terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.

“Penilaian saya adalah sangat mungkin mereka akan menyerang lagi,” demikian disampaikan Jenderal Kenneth F. McKenzie, kepala Komando Pusat militer AS kepada The New York Times.
Jenderal dari Korps Marinir Amerika itu mengatakan, jalur itu adalah lintasan dan arah yang sedang mereka lalui. Sedangkan serangan terhadap ladang-ladang minyak di Saudi sangat menakjubkan terkait kedalaman keberaniannya.

Karena itu, Jenderal Kenneth F. McKenzie tidak akan mengesampingkannya. “Serangan itu terjadi ketika Iran berada di bawah tekanan ekstrem karena sanksi ketat yang diberikan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap negara tersebut.

Serangan Iran telah menjadi upaya untuk “memecahkan kampanye” dan memprovokasi Amerika Serikat untuk merespons. “Saya pikir serangan terhadap Saudi Aramco pada bulan September cukup menunjukkan negara yang berperilaku tidak bertanggung jawab,” kata McKenzie kepada Foregin Policy.

Menurut Jenderal AS itu, Ketika suatu bangsa berperilaku tidak bertanggung jawab, Anda harus sangat berhati-hati ketika mengevaluasi apa yang mungkin mereka lakukan di masa depan. Mengasumsikan penceahan akan ada aktor yang rasional di ujung yang lain.

Ia mengatakan, Ada kecerobohan dasar dan tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka yang membuat Anda sangat khawatir. Hal demikian tentang apa yang mungkin mereka lakukan besok atau lusa.

Pada sebuah konferensi pertahanan di Bahrain akhir pekan lalu, Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan bahwa para mitra di wilayah tersebut perlu bersatu untuk menghadapi Iran. Ia menyayangkan kadang-kadang rezim Iran telah membuktikan dirinya sebagai pengganggu di lingkungan tersebut. Dan satu-satunya cara untuk menghadapi pengganggu adalah dengan melakukannya bersama-sama.

Amerika Serikat telah mengirim sekitar 14.000 tentara ke wilayah Teluk Persia sejak musim semi lalu, termasuk lebih dari 3.000 tentara ke Arab Saudi. Kapal induk Abraham Lincoln dikirim melalui Selat Hormuz pekan lalu, pertama kali kapal induk Angkatan Laut memasuki Teluk sejak April lalu.

Trump telah memerintahkan lebih banyak pasukan ke Timur Tengah awal bulan ini. Trump mengatakan kepada para pemimpin kongres, “Iran terus mengancam keamanan kawasan, termasuk dengan menyerang fasilitas minyak dan gas alam di Kerajaan Arab Saudi pada 14 September.

Seorang pejabat senior intelijen pertahanan mengatakan kepada wartawan pada 19 November, bahwa Iran berusaha untuk bekerja melalui kelompok-kelompok proksi di wilayah tersebut. Pejabat intelijen itu mengatakan, Negara itu mencoba mendukung “setiap kelompok yang akan membantu memajukan tujuan strategis mereka.”

Sementara itu, Arab Saudi melakukan penyelidikan terhadap serangan terhadap fasilitas minyaknya. Amerika Serikat percaya Iran bertanggung jawab sebagaimana disampaikan seorang pejabat senior intelijen pertahanan kepada wartawan pada 19 November.

Para pemimpin AS mengetahui bahwa rudal jelajah dan drone digunakan dalam serangan itu.

Seorang pejabat senior intelijen mengatakan, pihaknya melihat tujuan Iran di Kawasan timur tengah. Hingga mencoba untuk mencegah serangan terhadap Iran.  Selain itu, Iran dinilai ingin dapat memproyeksikan kekuatan dan pengaruhnya di wilayah tersebut dan mengamankan kehadiran regional dominan. Dikarenakan memberikan mereka kedalaman strategis. Akan tetapi juga untuk dapat memajukan kepentingan mereka. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular