International Consortium of Investigative Journalists menerima dokumen dari sumber anonim. Organisasi itu kemudian memverifikasi surat-surat itu dengan memeriksa laporan media pemerintah dan pemberitahuan publik sejak saat itu. Bahkan, berkonsultasi dengan para pakar, menandatangani tanda tangan, dan mengkonfirmasi isinya dengan mantan karyawan kamp dan tahanan.

The Epoch Times pada Januari 2019 juga telah memperoleh perjanjian kerahasiaan terpisah untuk tahanan yang ditahan di sebuah fasilitas yang berlokasi di Awat County, Xinjiang. Isinya mengatakan, bahwa tahanan tidak boleh “mengungkapkan materi pengajaran, kehidupan, jumlah orang, dan cara kerja internal pusat pelatihan” melalui media sosial, pesan SMS, atau wawancara media, atau mereka akan dimintai pertanggungjawaban “sesuai dengan hukum dan peraturan yang relevan di negara kita.”

Adrian Zenz, seorang ahli keamanan terkemuka soal Xinjiang, mengatakan dokumen-dokumen yang baru bocor tersebut sangat penting. Dikarenakan mengkonfirmasi penahanan massal teknologi tinggi Komunis Tiongkok pada abad ke-21, dengan kata-kata dari pemerintahan Komunis Tiongkok sendiri.

Adrian Zenz menuturkan, “dokumen tersebut mengkonfirmasi adanya genosida budaya. Juga menunjukkan, sejak awal pemerintah Tiongkok benar-benar memiliki rencana itu.”

Zenz mengatakan dokumen-dokumen tersebut mengungkap tujuan dari kamp-kamp tersebut sebagaimana diuraikan dalam laporan Tahun 2017 dari cabang lokal Departemen Kehakiman Xinjiang yakni “mencuci otak, membersihkan hati, mendukung hak, melenyapkan yang salah.”

Lebih dari 1 juta warga Uighur dan warga minoritas lainnya dipenjara di Kamp Penataran, foto adalah para etnis Uighur yang dipenjara. (microblog administrasi yudisial Xinjiang)

Pejabat Komunis Tiongkok mengklaim penahanan massal di antara populasi Uighur yang mayoritas sebagai muslim, adalah bagian dari langkah-langkah untuk menindak terorisme, ekstremisme agama, dan separatisme. Narasi-narasi seperti itu adalah istilah yang selalu digembor-gemborkan oleh Komunis Tiongkok ke seluruh penjuru dunia, bahkan turut disampaikan serupa oleh sejumlah kedutaan Besar Tiongkok di beberapa negara.

Komunis Tiongkok telah merujuk pada narasi “ancaman ekstremis” yang potensial untuk membenarkan pengawasan ketat dan tindakan keras terhadap Muslim Uighur dan kelompok etnis minoritas lainnya di wilayah Xinjiang.

Etnis Uighur di wilayah tersebut ditahan karena alasan seperti menghubungi teman atau saudara di luar negeri, bepergian ke negara asing. Lebih miris lagi, gara-gara hanya menumbuhkan jenggot, dan menghadiri pertemuan keagamaan. Hal demikian diungkapkan oleh muslim Uighur yang memiliki anggota keluarga di kamp kerja paksa kepada The Epoch Times.

Sumber tangan pertama yang mendiskripsikannya kepada The Epoch Times juga telah mengungkapkan upaya otoritas Komunis Tiongkok, agar tahanan Uighur melepaskan budaya dan bahasa mereka. Bahkan, memaksa mereka untuk mencela keyakinan mereka dan loyal kepada Partai Komunis Tiongkok serta pemimpin Partai Komunis Tiongkok. Jika tahanan gagal mengikuti perintah, mereka dapat dikenakan beberapa bentuk penyiksaan sebagai hukuman.

Terlepas dari kemunculan dokumen-dokumen rahasia dan tekanan intensif dari masyarakat internasional yang mengutuk Komunis Tiongkok, pemerintahan Komunis Tiongkok terus menyangkal perlakuan buruknya terhadap Uighur atau yang lainnya di Tiongkok termasuk praktisi latihan spiritual Falun Gong.

Lebih jauh lagi, propaganda massif yang mendukung tindakan Komunis Tiongkok menyebar ke luar negeri. Belum lama ini, pemerintah Malaysia resmi melarang peredaran komik “Belt & Road Initiative for Win-Winism.”

Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan, isi penerbitan itu antara lain mencoba mempromosikan ideologi komunisme dan sosialisme, menyebarkan fakta yang salah dan mengelirukan, mengenai komunis serta mengandungi unsur untuk membangkitkan dukungan dan simpati terhadap perjuangan komunis.

Komik tersebut menggambarkan, bagi orang-orang yang bersimpati dengan penganiayaan yang dihadapi oleh etnis Muslim Uighur di Tiongkok sebagai “ekstremis” atau radikal. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular