Erabaru.net. Sampah plastik selalu menjadi masalah karena membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terurai dan dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki terhadap lingkungan.

(Foto: CNA)

Baru-baru ini dilaporkan bahwa seekor rusa liar di Taman Nasional Thailand ditemukan mati dengan 7 kg kantong plastik dan sampah lainnya di dalam perutnya, lapor CNA.

Pejabat taman mengatakan bahwa rusa berusia 10 tahun ditemukan mati di taman nasional yang terletak 630 km dari Bangkok.

Otopsi telah menemukan bahwa salah satu penyebab kematian rusa adalah kantong plastik di perutnya. Dan di dalam kanton itu, banyak produk rumah tangga ditemukan seperti bubuk kopi, kemasan mie instan, handuk, dan juga pakaian dalam.

(Foto: CNA)

Hewan laut seperti kura-kura dan dugong (duyung) telah ditemukan mati di masa lalu karena alasan yang sama – plastik di perutnya.

Baru pada bulan Agustus, Miriam, bayi duyung menjadi berita utama di Thailand saat ia berjuang melawan penyakitnya. Namun, dia mati karena infeksi yang diperburuk oleh potongan plastik di perutnya.

(Foto: CNA)

Penemuan bangkai rusa ini menunjukkan bahwa manusia perlu mengatasi masalah ini dengan plastik sekali pakai dan menggunakan produk ramah lingkungan.

Thailand adalah salah satu konsumen plastik terbesar di dunia, dan statistik menunjukkan bahwa orang Thailand menggunakan hingga 3.000 kantong plastik sekali pakai per orang, setahun.

Beberapa pengecer besar sekarang mengambil sikap terhadap plastik sekali pakai, dan mereka akan berhenti membagikan kantong plastik.

Itu tentu saja berita yang sangat menyedihkan untuk didengar dan mengecewakan bahwa perlu banyak kematian hewan untuk membuat orang sadar bahwa ini adalah masalah nyata.(yn)

Sumber: worldofbuzz

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular