Erabaru.net. Para peneliti berusaha untuk menentukan apakah bangkai anak anjing berusia 18.000 tahun yang ditemukan di Siberia adalah anjing atau serigala.

BBC melaporkan pada 28 November bahwa bangkai anjing berusia dua bulan dengan bulu, hidung, dan gigi yang masih utuh ditemukan di lapisan es Siberia. Analisis genom menunjukkan anjing ini adalah anjing jantan. Namun, hasil tes DNA tidak mengkonfirmasi hewan dari spesies mana.

Dave Stanton, peneliti di Pusat Palaeogenetika Swedia (CPG) mengatakan kepada CNN bahwa analisis DNA menunjukkan hewan itu bisa menjadi leluhur bersama anjing dan serigala.

(Foto: Sergey Fedorov)

“Kami mengumpulkan banyak data dari spesimen. Dan dengan jumlah data itu, kami harus menunggu untuk mengetahui apakah itu anjing atau serigala, ”kata Stanton.

Peneliti lain di Pusat Palaeogenetika Swedia, Love Dalen, di Twitter-nya mempertanyakan tentang apakah spesimen itu adalah serigala muda atau “anjing tertua yang pernah ditemukan”.

(Foto: Sergey Fedorov)

Para ilmuwan akan terus menganalisis DNA dan berpendapat bahwa temuan itu dapat mengungkapkan banyak hal tentang evolusi anjing.

Anak anjing bernama “Dogor”, yang berarti “teman” di Yakut. Nama itu juga merupakan permainan kata-kata untuk menunjukkan ketidakpastian apakah itu anjing atau serigala.

(Foto: Love Dalen/CPG)

Anjing modern diperkirakan didomestikasi dari serigala, tetapi tidak jelas kapan tepatnya. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017 menunjukkan bahwa anjing modern didomestikasi dari serigala mandiri dari sekitar 20.000 hingga 40.000 tahun yang lalu.(yn)

Sumber: dkn.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular