Isabel Van Brugen – The Epochtimes

DC Comics menuai  banyak kritikan karena menghapus gambar iklan komik Batman terbarunya di media sosial pekan lalu. Itu setelah beberapa mengatakan tampaknya menunjukkan dukungan untuk protes yang sedang berlangsung di Hong Kong. DC Comics dinilai lebih memilih uang semata daripada keadilan dan takluk pada sensor Komunis Tiongkok.

Gambar  yang diunggah di media sosial untuk mempromosikan komik Batman yang akan datang berjudul  “Dark Knight Returns: The Golden Child,” yang akan dirilis pada 11 Desember. Gambar itu menunjukkan pahlawan fiksi ikonik Batman yang siap melempar koktail Molotov yang menyala di depan semboyan, “Masa depan adalah muda.”

Namun, tak lama setelah gambar itu diposting secara online, beberapa pengguna internet daratan Tiongkok mengatakan iklan itu adalah referensi terselubung terhadap meningkatnya protes pro-demokrasi Hong Kong yang telah berlangsung selama hampir enam bulan.

Pengguna media sosial dari daratan Tiongkok mengklaim poster itu menunjukkan dukungan untuk protes melalui topeng hitam superhero, pilihan senjata, dan pakaian hitam — warna yang biasa dipakai oleh para demonstran pro-demokrasi di kota.

“Tidak peduli apa alasannya, untuk memasang gambar seperti ini di waktu yang sensitif seperti ini berarti Anda memiliki keinginan mati,” demikian seorang pengguna Weibo mempostingnya, menurut laporan Variety.

“Pakaian hitam itu mewakili Hong Kong, topengnya mewakili Hong Kong, Koktail Molotov mewakili Hong Kong, apa lagi di sini yang tidak mewakili Hong Kong ???” demikian komentator Weibo lainnya.

Ratusan komentar lainnya tentang profil media sosial DC Comics menyuarakan keprihatinan yang sama, dengan beberapa mengatakan mereka akan berhenti mendukung salah satu proyek DC Comics di masa depan.

Namun, setelah DC Comics menghapus iklan di akun Twitter dan Instagram-nya, penerbit buku Amerika itu disambut dengan lebih cermat, ketika yang lainnya mengkritik raksasa komik tersebut  tunduk pada sensor dan tekanan ekonomi dari Komunis Tiongkok. Yang mana induk perusahaannya, Warner Bros, menghasilkan lebih banyak pendapatan.

Pada tahun 2018, film “Aquaman” Warner Bros menghasilkan total lebih dari 232 juta dolar AS dalam penjualan box office Tiongkok, sekitar  44 juta dolar AS lebih banyak dari box office AS, seperti dilaporkan Business Insider.

“Benar-benar kecewa pada  @DCComics Hanya karena warga Tiongkok berkomentar beberapa kata tentang demokrasi Hong Kong, DC memilih untuk menghapus unggahan pada IG, Tiongkok mempengaruhi kebebasan AS,” demikian tulisan seorang pengguna Twitter.

Netizen lainnya menulis : “Saya hanya tidak mengerti mengapa seorang Batman Chili dengan Koktail Molotov harus menjadi sesuatu dengan Kemerdekaan Hong Kong, seperti permisi, kita berada di halaman yang sama?” 

Sebagaimana dikutip Dailymail, netizen lainnya bertanya : ‘Jadi sekarang Batman lebih mencintai uang daripada Keadilan?

Seorang netizen media sosial menambahkan: ‘Rupanya Tiongkok menguasai dunia sekarang. Masa depan untuk Anak Muda? Tidak, masa depan adalah sensor.”’

Ilustrator komik itu, Rafael Grampá, juga membagikan tautan ke laporan berita tentang kontroversi dengan judul: “Surreal.”

Menurut laporan The Hollywood Reporter, Komik itu tidak merujuk ke Hong Kong, tetapi menceritakan kisah Carrie Kelley, seorang wanita Batwoman baru, yang membentuk tim dengan putri Superman dan Wonder Woman — Lara Kent, ketika mereka menghadapi ancaman terbaru Kota Gotham berdampingan.

DC Comics bukanlah perusahaan Barat pertama yang dituduh mengalah pada sensor Komunis Tiongkok atas protes pro-demokrasi. Hong Kong Blizzard, Google, Apple, dan National Basketball Association telah menuai kritik karena takluk dalam kebebasan berbicara dalam upaya untuk menenangkan rezim Komunis Tiongkok. (asr)

Share

Video Popular