Erabaru.net. Pasangan Amerika yang sedang berbulan madu di Pulau Putih, Selandia Baru terluka ketika gunung berapi yang ada di pulau itu meletus pada hari Senin (9/12). Di antara yang hilang mungkin banyak turis Amerika, ketika pejabat berwenang memperingatkan tentang perkiraan korban tewas.

Lauren Urey, 32 tahun, dan suaminya Matthew Urey, 36 tahun, dari Richmond, Virginia mengunjungi Selandia Baru, dan berada di Pulau Putih ketika gunung berapi meletus pada jam 14 :11 siang waktu setempat pada hari Senin.

Ibu mereka, Barbara, khawatir ketika menerima pesan dari menantunya, Matthew, “ada letusan gunung berapi di sini dan mereka terbakar sangat parah.”

Lauren Urey dan suaminya Matthew Urey berada di Pulau Putih ketika gunung itu meletus pada hari Senin. (foto: Facebook)

Seorang wakil dari Rumah Sakit Auckland kemudian mengatakan bahwa Lauren sedang menjalani operasi, pengantin wanita menderita luka bakar paling sedikit 20%. Sementara itu, Matthew dibawa ke rumah sakit di Christchurch untuk mengobati luka bakar hingga 80% dari tubuh, menurut DailyMail.

Pandangan udara kawah gunung berapi. (Foto: Getty Images)

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa dari delapan orang yang hilang adalah wisatawan dari AS, Australia, Tiongkok, Malaysia, dan Inggris.

Gunung berapi di Pulau Putih terletak 48 km di lepas pantai Pulau Selandia Baru Utara, meletus sekitar 14:11 pada hari Senin, mengeluarkan asap dan puing hingga 12.000 kaki ke langit (Foto: SCH / Reuters) .

Namun, penerbangan untuk mengamatai Pulau Putih sejauh ini tidak menemukan tanda-tanda kehidupan, dengan jumlah kematian diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Pihak berwenang percaya ada 47 orang di pulau itu ketika gunung berapi meletus dan mengeluarkan awan abu yang sangat besar ke udara.

Wisatawan bergegas naik perahu dan meninggalkan pulau sementara gunung berapi meletus. (Foto: Magnus News)

Ardern membenarkan bahwa 31 orang yang diselamatkan dari Pulau Putih masih di rumah sakit dan 3 lainnya telah dipulangkan.

Petugas penyelamat sejauh ini tidak dapat memasuki pulau itu karena kekhawatiran akan tanah longsor dan letusan, tetapi sejumlah helikopter penyelamat dan pesawat lain telah terbang melalui pengamatan udara semalam.

Gunung berapi di Pulau Putih adalah gunung berapi paling aktif di Selandia Baru dan terakhir kali meletus pada tahun 2001, dengan letusan yang lebih kecil selama bertahun-tahun sejauh ini.

“Sepertinya apa yang Anda lihat tentang bom nuklir meledak, seperti awan jamur,” Dan Harvey, seorang nelayan di laut pada saat letusan, mengatakan kepada Radio Selandia Baru.

Para pejabat telah memperingatkan orang-orang untuk menjauh dari daerah itu.(yn)

Sumber: dkn.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular