Reuters/The Epochtimes

Ketika aksi demonstrasi pro-demokrasi melanda Hong Kong pada Agustus lalu, Reuters melaporkan sebuah berita sensitif. Laporan itu menyebutkan, Beijing telah menolak proposal rahasia dari pemimpin kota Carrie Lam, yang mana isinya memenuhi beberapa tuntutan pengunjuk rasa sebagai upaya meredam aksi protes di Hong Kong.  

Laporan tersebut mendukung tuntutan utama para pengunjuk rasa, bahwa Beijing sedang mengintervensi lebih jauh atas urusan Hong Kong. Sebuah surat kabar yang dikendalikan pemerintah mengecam laporan tersebut sebagai berita “palsu” dan “memalukan.” 

Di bawah tekanan Komunis Tiongkok, artikel tersebut segera menjadi tidak tersedia di daratan Tiongkok. Artikel itu dihapus oleh Refinitiv, perusahaan penyedia informasi keuangan yang mendistribusikan berita Reuters kepada investor di seluruh dunia di Eikon, sebuah platform perdagangan dan analitik. 

Artikel itu adalah salah satu dari sekian banyak laporan yang disensor Refinitiv agar tak beredar di  daratan Tiongkok. Pastinya, di bawah tekanan dari pemerintahan pusat. Refinitiv hingga tahun lalu masih dimiliki oleh perusahaan induk Reuters, Thomson Reuters Corp.  

Sejak Agustus lalu, Refinitiv telah memblokir lebih dari 200 laporan tentang aksi protes Hong Kong, ditambah lagi banyak artikel Reuters lainnya yang dapat membuat Komunis Tiongkok tidak nyaman. 

Dokumen Refinitiv internal menunjukkan bahwa selama musim panas, perusahaan memasang sistem penyaringan otomatis untuk memfasilitasi penyensoran. Sistem ini mencakup pembuatan kode baru untuk dilampirkan ke beberapa laporan Tiongkok, yang disebut “Berita Terbatas.”

Akibatnya, pelanggan Refinitiv di Tiongkok telah ditolak aksesnya untuk meliput salah satu acara berita terbesar tahun ini, termasuk dua laporan Reuters tentang penurunan peringkat Hong Kong oleh lembaga pemeringkat kredit. 

Hampir 100 penyedia berita lain yang tersedia di Eikon di Tiongkok juga terdampak akibat penyaringan tersebut.

Penyensoran di Tiongkok semakin intensif dalam beberapa tahun terakhir di bawah pimpinan Komunis Tiongkok Xi Jinping. Sedangkan bisnis Barat mengalami peningkatan tekanan  untuk memblokir berita, bahasa dan produk yang mana dianggap berbahaya secara politik. 

Refinitiv menghasilkan pendapatan tahunan puluhan juta dolar di Tiongkok. Seperti yang dilaporkan Reuters pada bulan Juni, mengutip tiga orang yang mengetahui masalah ini, Refinitiv memulai upaya sensor pada awal tahun ini setelah regulator mengancam akan menangguhkan operasinya di Tiongkok.

Refinitiv telah bergabung dalam daftar panjang perusahaan yang memenuhi tekanan dari Komunis Tiongkok. Mereka termasuk raksasa hotel Marriott International, yang tahun lalu menutup sementara situs web bahasa Tionghoa dan meminta maaf, antara lain, mendaftarkan Taiwan sebagai negara terpisah dalam kuesioner pelanggan. 

Beberapa maskapai penerbangan Amerika Serikat, juga berhenti menggambarkan Taiwan sebagai wilayah non-Tiongkok di situs web mereka. Beijing menganggap pulau yang diperintah tersendiri tersebut adalah bagian dari Tiongkok. 

Perusahaan telah membela tindakan mereka. Sensor telah membuat marah para eksekutif berita dan bisnis utama Reuters dan para direktur Thomson Reuters Founders Share Co. Ltd., sebuah badan independen yang bertugas menjaga independensi kantor berita tersebut.

Berbicara kepada wartawan Reuters dalam kunjungan ke ruang berita Singapura pada bulan Oktober lalu, Kim Williams, eksekutif media Australia yang memimpin badan tersebut, mengecam Refinitiv, menyebut tindakannya “tercela” dan menyerah kepada agresi politik Beijing. 

Pemimpin Redaksi Stephen J. Adler mengatakan kepada wartawan Reuters di London pada bulan November lalu, bahwa sensor itu “merusak” merek tersebut.  “Saya tidak menyetujuinya,” katanya.

Kepala eksekutif Refinitiv David Craig dan CEO Thomson Reuters Jim Smith telah mengadakan beberapa pembicaraan, baru-baru ini sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Laporan itu terungkap  oleh orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. 

Smith menyatakan “sangat prihatin” setelah mengetahui tentang keputusan Craig untuk memaksakan penyaringan, seperti diungkapkan seorang pejabat senior Thomson Reuters. Akan tetapi, masih belum jelas seberapa dekat keduanya untuk mencapai solusi yang disetujui kedua pihak. 

“Kami menyadari bahwa proses yang diberlakukan awal tahun ini perlu ditingkatkan dan secara aktif bekerja pada peningkatan,” kata juru bicara Refinitiv, Patrick Meyer tentang sistem penyaringan dalam sebuah pernyataan. 

“Sebagai bisnis global, Refinitiv harus mematuhi hukum dan peraturan negara tempat kita beroperasi. Ini adalah tantangan yang tak hanya dihadapi oleh Refinitiv, tetapi juga perusahaan lain dan distributor informasi pasar keuangan, ” tambahnya. 

Refinitiv dibentuk tahun lalu ketika sebuah konsorsium yang dipimpin oleh raksasa ekuitas swasta Blackstone membeli 55 persen saham di bisnis Keuangan & Risiko Thomson Reuters, yang mencakup bisnis terminal Eikon, dengan harga sekitar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 280 triliun dan mengganti namanya.

Refinitiv dan Thomson Reuters tetap dekat: Reuters menjual berita kepada Eikon, dan Thomson Reuters mempertahankan 45 persen saham di Refinitiv. 

Sejauh ini, Refinitiv adalah klien terbesar Reuters, menyediakan hampir setengah dari pendapatannya.  Sebagai bagian dari kesepakatan spin-off atau pemisahan sebagian perusahaan, Refinitiv setuju untuk melakukan pembayaran tahunan yang disesuaikan dengan inflasi sebesar 325 juta dolar AS juta atau Rp 4,5 triliun kepada Reuters selama 30 tahun untuk berita — aliran pendapatan andal yang jarang terjadi dalam bisnis media.

Direktur Pendiri kantor berita itu berang. Mereka mengeluhkan kepada CEO Thomson Reuters Smith bahwa dengan menekan laporan, Refinitiv telah melanggar ketentuan perjanjian. 

Mereka juga mengatakan bahwa mereka takut bahwa Refinitiv, setelah menyerah pada tuntutan Beijing, mungkin mulai memblokir laporan di negara lain. Sebelum kesepakatan Blackstone, ketika Thomson Reuters mengendalikan bisnis Eikon, laporan-laporan Reuters tidak diblokir di Tiongkok di Eikon. 

Rezim Komunis Tiongkok sendiri telah memblokir akses di Tiongkok ke situs web Reuters untuk pembaca umum, Reuters.com, selama bertahun-tahun, serta situs-situs dari banyak kantor berita asing lainnya.

“Biarkan orang-orang Tiongkok memutuskan jika mereka melarang sesuatu,” kata Pascal Lamy, seorang direktur Share Founders dan mantan kepala Organisasi Perdagangan Dunia.

“Tapi ini bukan keputusan Refinitiv atau Reuters,” katanya.  

Lamy mengatakan para direktur percaya bahwa ketentuan kesepakatan mengharuskan Refinitiv untuk mematuhi aturan etika Reuters tentang integritas dan independensi editorial, yang dikenal sebagai Prinsip Kepercayaan, yang “mencegah Anda menerima sensor diri sendiri.” 

Menanggapi hal itu, Refinitiv mengatakan “mematuhi kewajiban kami sehubungan dengan Prinsip Kepercayaan.” Ia berpendapat bahwa dalam menyensir laporan-laporan politik untuk pelanggannya sendiri di Tiongkok, pihaknya mengikuti hukum dan peraturan setempat sebagaimana disyaratkan oleh lisensi operasinya.

Smith, yang duduk di dewan Thomson Reuters dan Refinitiv, tidak menanggapi permintaan komentar. London Stock Exchange setuju untuk membeli Refinitiv senilai $ 27 miliar dalam kesepakatan yang diperkirakan akan ditutup pada paruh kedua tahun depan.  

Tiananmen Taboo

Reuters melaporkan pada bulan Juni lalu, bahwa Refinitiv telah memblokir beberapa berita Reuters di bawah tekanan pemerintah.  Artikel-artikel tersebut adalah tentang peringatan 30 tahun penindasan berdarah terhadap demonstrasi pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen Beijing. 

Menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini, Refinitiv bertindak setelah Administrasi Cyberspace Tiongkok, atau CAC, yang mengontrol percakapan online, mengancam akan menangguhkan layanan perusahaan itu di Tiongkok jika tidak mematuhi.

CAC tidak menanggapi pertanyaan tentang laporan ini. Bahkan, Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak langsung segera memberikan komentar.  Pada tanggal 3 Juni, editor Reuters, Adler dan Michael Friedenberg, presiden Reuters, mengirim email kepada staf mengatakan bahwa mereka menyatakan keprihatinan kepada Refinitiv.

Refinitiv berjanji akan memperingatkan ruang berita ketika mendapat tekanan dari regulator Tiongkok tentang liputan Reuters. 

Kantor berita, seperti halnya ketika menerima pengaduan dari individu dan lembaga yang diliputnya, akan menentukan apakah ada alasan untuk mengoreksi berita yang diterbitkan.

Pada akhir Juli lalu, Refinitiv meminta Reuters untuk meninjau sebuah artikel yang merinci bagaimana perwakilan pemerintah Komunis Tiongkok di Hong Kong, telah mendesak warga setempat untuk mengusir pengunjuk rasa, hanya seminggu sebelum bentrokan sengit terjadi antara kerumunan pro dan anti-pemerintah di daerah tersebut . 

Laporan tersebut disoroti karena menunjukkan Beijing mengintervensi urusan dalam negeri Hong Kong.Terlepas dari jaminan dari Reuters bahwa laporan tersebut akurat, Refinitiv menghapus berita utama dari Eikon di Tiongkok, membuat laporan tersebut sulit bagi pengguna untuk ditemukan dan dilihat.  Pada 2 Agustus, Reuters menerbitkan sebuah berita tentang pemblokiran artikel tersebut.

Filter Strategis Tiongkok

Refinitiv mulai meningkatkan upayanya untuk membersihkan pertikaian di Tiongkok. Dokumen dan email Refinitiv Internal menggambarkan bagaimana perusahaan selama musim panas menciptakan sistem penyaringan otomatis — disebut sebagai “Filter Strategis Tiongkok” —untuk memblokir laporan tertentu kepada pengguna Eikon di daratan Tiongkok.

Pada bulan Juli lalu, direktur arsitektur platform berita Refinitiv meminta kode baru dibuat, yang disebut “Berita Terbatas,” yang dapat ditambahkan ke artikel. 

Dia bertanya bahwa itu “harus disembunyikan untuk semua pengguna (internal dan eksternal),” menurut catatan konferensi pada 17 Juli di mana kode itu dibahas.  Salah satu alasannya adalah bahwa Refinitiv tidak ingin memberikan pelanggan daratan Tiongkok kemampuan untuk menonaktifkan penyaringan.

Dalam email ke kolega, direktur platform menjelaskan kode: “Bendera ini untuk menyoroti berita yang membutuhkan pemrosesan tambahan, karena pembatasan pemerintah Tiongkok, sebelum dikonsumsi di Tiongkok.”

Sistem penyaringan dirancang untuk memblokir berita untuk pembaca di daratan Tiongkok tetapi memungkinkan mereka untuk diakses di pasar lain. Ia mencari kata kunci terbatas dalam tajuk utama, seperti “Hong Kong” dan “protes,” menurut seseorang yang akrab dengan masalah tersebut.

Karyawan Refinitiv juga mendiskusikan melalui email apakah kode “Berita Terbatas” harus khusus untuk Tiongkok atau “umum,” sehingga dapat digunakan untuk memblokir berita di negara lain selanjutnya. 

Saling balas email menunjukkan, mereka memilih kode generik. Reuters tidak menemukan bukti bahwa Refinitiv telah menggunakan sistem penyaringan di negara lain. Refinitiv tidak mengomentari apakah berencana untuk menggunakan kode pembatasan di negara lain.

Pengguna Eikon di luar daratan Tiongkok dapat mengambil laporan tentang aksi protes Hong Kong dengan mengklik tajuk berita, atau dengan mencari kata kunci atau kode.  Namun demikian, untuk pengguna di Tiongkok, artikel yang diblokir memunculkan pesan ini: “Anda tidak memiliki akses ke laporan ini.”

Pemblokiran laporan ‘protes’ oleh Refinitiv meningkat setelah 30 Agustus, ketika Reuters melaporkan bahwa Beijing telah menolak tawaran oleh pemimpin Hong Kong Lam untuk berkompromi dengan para pengunjuk rasa. 

Sebelum tanggal itu, kecuali lima dari 246 artikel Reuters yang terbit pada 2019 yang memuat kata-kata “Hong Kong” dan “protes” di berita utama dapat diakses di daratan Tiongkok. 

Sebaliknya, antara 30 Agustus dan 20 November, Refinitiv memblokir hampir empat dari lima artikel yang diajukan Reuters — 196 laporan dari 251 berita. Sensor bertambah parah antara 4 September dan 7 Oktober, ketika sebanyak 104 artikel Reuters yang memuat kata-kata protes di berita utama diblokir. 

Pada saat itu, para demonstran mengamuk di seluruh kota dan polisi merespons dengan meriam air dan peluru karet. Refinitiv juga menyensor laporan penggerak pasar yang mungkin menarik bagi klien inti profesional keuangan Refinitiv. 

Termasuk laporan 6 September bahwa Fitch Ratings menurunkan peringkat default jangka panjang penerbit mata uang asing Hong Kong. Pemblokiran lainnya juga terhadap laporan tentang efek protes pada harga saham dan penawaran umum perdana.

Refinitiv akhirnya mulai membuat karyawan terlibat dalam proses penyaringan untuk mencegah pemblokiran laporan keuangan, menurut seseorang yang akrab dengan masalah tersebut. 

Namun demikian, penyensoran tersebut tetap tidak konsisten. Ini memungkinkan melalui beberapa laporan yang mungkin dianggap Komunis Tiongkok tabu secara politis, termasuk beberapa artikel tentang penahanan massal rezim terhadap etnis Uighur oleh rezim Komunis Tiongkok, etnis minoritas Muslim di Tiongkok. Banyak artikel lainnya tentang Uyghur juga telah diblokir. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular