- Erabaru - http://www.erabaru.net -

PBB Dilaporkan Bekerjasama dengan Komunis Tiongkok Memantau Aktivis HAM

Gao Shan – Epochtimes.com

Seorang jaksa penuntut mengungkapkan bahwa Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Swiss terus memberikan daftar nama dan informasi kepada Komunis Tiongkok terkait aktivis HAM yang mengkritik rezim Beijing. Pengungkapan ini akhirnya membenarkan dugaan kalangan luar yang sebelumnya ragu terkait kemungkinan Kantor Hak Asasi Manusia PBB membantu komunis Tiongkok memonitor pembangkang.

Menurut laporan Foxnews [1], yang dikutip  Senin (16/12/2019) sejak tahun 2013, Emma Reilly, seorang karyawan di Perserikatan Bangsa-Bangsa, pernah mengajukan keluhan terhadap Kantor Hak Asasi Manusia PBB.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada diplomat senior AS dan anggota Kongres pada 21 Oktober 2019, dia mengatakan : “Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights-OHCHR atau Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia tampaknya memang terus memberikan informasi lebih dulu kepada Komunis Tiongkok tentang pekerja HAM mana saja yang akan berpartisipasi dalam pertemuan di Jenewa.”

Fox News memperoleh salinan surat Reilley, termasuk lampiran email. Email tersebut menunjukkan, bahwa Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyerahkan nama-nama beberapa tokoh aktivis HAM kepada Komunis Tiongkok.

Surat itu mengatakan bahwa beberapa aktivis yang diincar termasuk pembangkang Tibet dan Uighur, beberapa di antaranya sudah menjadi warga negara dan penduduk tetap AS.

Menurut Reilley, permintaan Tiongkok atas nama-nama ini disetujui. Akan tetapi permintaan serupa dari Turki dilaporkan ditolak. Namun PBB membantah tuduhan itu, dengan mengatakan pihaknya tidak menyerahkan daftar nama seperti tersebut di atas.

Namun, menurut Reilly, dia menghadapi pembalasan dari atasan Kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia sejak dia mengajukan pengaduan tentang masalah terkait, pertama pada tahun 2017, tetapi sampai sekarang dia belum mengungkapkan masalah tersebut kepada media.

Reilley, yang memiliki kewarganegaraan Irlandia dan Inggris tidak serta merta menjadi ciut terintimidasi oleh risiko yang dihadapinya ketika berbicara kepada media.

Baru-baru ini, dia mengatakan kepada Fox News: “Perserikatan Bangsa-Bangsa belum mengambil tindakan untuk mencegah daftar nama yang diserahkan kepada Komunis Tiongkok. Sebaliknya, badan dunia itu justru berkonsentrasi pada pembalasan terhadap saya karena berani mengadukan dan mengungkap masalah itu. Saya didiskriminasi, difitnah secara terbuka, dan mencabut semua hak serta menghancurkan karier saya.” Reilley mengatakan, bahwa Kantor Hak Asasi Manusia PBB berusaha bersikap baik pada rezim Beijing.

Menurut dia, di depan umum, Perserikatan Bangsa-Bangsa berbohong, mengklaim bahwa mereka tidak pernah memberikan daftar nama itu kepada Komunis Tiongkok. Namun demikian, di pengadilan, PBB beragumen bahwa prinsip-prinsip dasar Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa – tidak akan membahayakan, memperlakukan secara adil dan sederajat terhadap semua bangsa-bangsa di dunia, melindungi informasi sensitive. Namun demikian, tidak kredibel jika dikatakan kemungkinan memprioritaskan hubungan politik yang lebih baik dengan komunis Tiongkok.

Ted Cruz, anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, salah satu pendukung utama pembangkang Tiongkok, seorang Republikan Texas, dan juru bicara senator AS mengatakan kepada Fox News bahwa jika laporan terkait PBB menyerahkan informasi nama pembangkang kepada rezim Komunis Tiongkok dan membahayakan keselamatan pembangkang Tiongkok itu benar, maka ini membuktikan kritik sebelumnya dari dunia luar, bahwa PBB adalah sarang sekelompok penjahat. Saat menyerang demokrasi, mereka juga bersujud di hadapan rezim terburuk di dunia.

Juru bicara itu menambahkan: “Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagai organisasi internasional, seharusnya menentang paksaan dari Komunis Tiongkok, bukannya menyerah pada mereka.”

Sementara itu, PBB membantah tuduhan itu, dengan mengatakan “mendistorsi fakta.”

Juru bicara Dewan HAM PBB, Rolando Gomez mengatakan : “Saya ingin memadamkan distorsi ini.”

Kepada Fox News ia mengatakan, Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia tidak boleh mengungkapkan nama pembela HAM kepada Dewan HAM PBB dalam keadaan apa pun.

Tetapi Reilley membantah tanggapan dari Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut di atas : “Satu hal yang tidak mereka inginkan ketika para pembangkang Tiongkok datang ke PBB dan berbicara secara terbuka tentang pelanggaran hak asasi manusia komunis Tiongkok adalah PBB melaporkan mereka ke komunis Tiongkok.”

“Selama hampir tujuh tahun terakhir, saya telah meminta PBB untuk menghentikan praktik mengerikan ini dan menyelidiki mereka yang bertanggung jawab, tetapi PBB selalu menolak mengambil tindakan,” tambahnya. 

Hillel Neuer, Direktur Eksekutif UN Watch yang bermarkas di Jenewa, mengatakan kepada Fox News bahwa dalam lima tahun terakhir, Komunis Tiongkok “semakin agresif, berusaha membungkam kritik sekecil apa pun dari pihak PBB.”

Neuer, yang sebelumnya telah mengajukan kasus Reilley ke PBB, mengatakan bahwa kantor hak asasi manusia tampaknya rentan terhadap tekanan komunis Tiongkok.

Dia menyebutkan: “Jika staf PBB tidak mematuhi perintah mereka, komunis Tiongkok dapat menghancurkan karier mereka.”

Tetapi Reilley bersikeras untuk terus mengungkap masalah ini, dengan mengatakan: “Pejabat Kantor Hak Asasi Manusia PBB sering bertanya kepada saya mengapa saya sangat vocal akan hal itu. Mereka tampaknya tidak berpikir bahwa saya dapat menempatkan keamanan dan keselamatan para aktivis hak asasi manusia di atas karier saya sendiri.”

Delegasi Tiongkok di Jenewa tidak menanggapi permintaan komentar dari Fox News. (jon/asr)

Video Rekomendasi :