Reuters via The Epochtimes

Mahasiswa Tiongkok melakukan protes yang jarang terjadi. Itu setelah, perubahan pada piagam dari salah satu universitas terkemuka di Tiongkok. Isinya merontokkan frasa “kebebasan berpikir.” Justru dimasukkannya janji untuk mengikuti kepemimpinan Partai Komunis. Akhirnya telah memicu perdebatan sengit hingga memicu tindakan pembangkangan mahasiswa yang jarang terjadi.

Perubahan pada piagam Universitas Fudan di Shanghai, yang dianggap sebagai salah satu lembaga Tiongkok yang lebih liberal, terungkap pada tanggal 17 Desember 2019.
Hal demikian saat Kementerian Pendidikan Komunis Tiongkok mengatakan, menyetujui perubahan piagam untuk tiga universitas.

Dalam beberapa jam, amandemen Fudan menjadi sedang tren di platform media sosial Weibo dengan satu tagar dilihat lebih dari satu juta kali. “Jika saya berani bertanya kepada mereka yang memprakarsai amandemen piagam Universitas Fudan, bagaimana anda berharap generasi kami di Fudan menghadapi leluhur kami,” kata seorang pengguna Weibo.

Tetapi postingan itu dan banyak postingan yang serupa yang mempertanyakan perubahan tersebut, khususnya penghapusan “kebebasan berpikir,” dihapus pada hari Rabu sore. Meskipun masalah ini sedang dibahas dalam kelompok WeChat pribadi.

Sejak pemimpin Tiongkok Xi Jinping berkuasa pada tahun 2012, Komunis Tiongkok memperketat kendali di internet dan berbagai aspek masyarakat sipil dalam kampanye yang meningkatkan sensor dan menyusutnya ruang untuk unjuk rasa, termasuk di kampus-kampus.

Pada hari Rabu malam, universitas berusia 114 tahun itu memposting pernyataan di media sosial mengatakan perubahan piagam itu dilakukan “sesuai dengan prosedur hukum.”
Namun demikian, postingan tersebut juga mencatat bahwa universitas Fudan akan tetap memiliki himne yang sama. Himne tersebut, yang dikomposisikan pada tahun 1925, memuat ungkapan “kebebasan akademik dan kebebasan berpikir.”

Revisi untuk piagam universitas Fudan terjadi saat Beijing sedang bergulat dengan unjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong yang melibatkan banyak mahasiswa.

Sebuah video yang beredar di Twitter pada hari Rabu sore menunjukkan, sekelompok mahasiswa Universitas Fudan menyanyikan himne universitas tersebut, yang memuat frasa “kebebasan berpikir,” selama istirahat makan siang.

Para mahasiswa di sana memastikan kepada Reuters bahwa acara tersebut telah berlangsung. Panggilan telepon ke Departemen Pers Universitas Fudan untuk meminta komentar adalah tidak dijawab. Kementerian Pendidikan Tiongkok tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui faks.

Unjuk rasa mahasiswa jarang terjadi di Tiongkok sejak kampanye pro-demokrasi yang dipimpin oleh mahasiswa di Lapangan Tiananmen Beijing tahun 1989 dihancurkan.
Universitas di Tiongkok telah lama beroperasi tanpa kemandirian akademik penuh. Kurikulum terikat oleh diktat Partai Komunis Tiongkok dan norma-norma politik yang membuat topik atau posisi tertentu adalah terlarang.

Beberapa komentator di Weibo membahas bagaimana amandemen tersebut menunjuk pada perluasan kendali Komunis Tiongkok, di mana isi piagam yang direvisi memuat bahwa Komite Partai Komunis Tiongkok di Fudan adalah inti dari universitas” dan akan bertanggung jawab untuk menetapkan arah dan membuat keputusan besar.

Piagam baru itu mengatakan universitas tersebut akan “mempersenjatai pikiran para dosen dan mahasiswa dengan menggunakan ideologi sosialisme Xi Jinping dengan karakteristik Tiongkok di era baru.”

Fudan berada di peringkat 109 secara global di World University Rankings Times Higher Education 2020. Dua universitas lain yang membuat perubahan pada piagamnya adalah Universitas Normal Shaanxi dan Universitas Nanjing, menurut dokumen yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Tiongkok, yang menunjukkan bahwa kedua universitas tersebut telah menyetujui perubahan tersebut pada tanggal 2 Desember.

Piagam kedua universitas tersebut yang direvisi juga memuat referensi untuk memperkuat kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok di universitas tersebut. (Vv/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular