Nicole Hao – The Epochtimes

Anggota parlemen, masyarakat mendesak pemerintah untuk menyelidiki campur tangan Komunis Tiongkok dalam keputusan Gedung Musik dan Teater Odeon untuk menolak pertunjukan tarian klasik Tiongkok

Penjelasan sebuah teater di Denmark yang tidak konsisten mengenai keputusan mendadak untuk meninggalkan kontrak yang hampir ditandatangani dengan Shen Yun Performing Arts. Gedung teater yang mundur untuk menampilkan perusahaan tari klasik Tiongkok yang berbasis di New York di Denmark itu, telah memicu debat masyarakat mengenai pengaruh komunis Tiongkok di negara Nordik tersebut.

Shen Yun dijadwalkan tampil bulan April tahun depan di Gedung Musik dan Teater Odeon di Odense, kota terbesar ketiga di Denmark. Namun Teater Odeon membatalkan kontrak tersebut pada tanggal 15 Oktober.

“Kami telah menghubungi pusat Musik dan Teater Odeon untuk menampilkan Shen Yun sejak dua tahun lalu,” Benny Brix, juru bicara presenter Shen Yun di Denmark dan juru bicara Asosiasi Falun Dafa Denmark, kepada The Epoch Times berbahasa Mandarin pada tanggal 26 November.

“Kami akhirnya mencapai kesepakatan untuk mengundang Shen Yun untuk menampilkan tiga pertunjukan di Teater Odeon pada tanggal 2 dan 3 April 2020,” katanya.

Menurut Benny Brix, Asosiasi Falun Dafa Denmark menerima draft kontrak dari Teater Odeon pada tanggal 9 Oktober; setelah itu, mereka mengadakan pertemuan pada tanggal 14 Oktober di Odense di mana kedua belah pihak memastikan semua item dalam kontrak, termasuk pengaturan untuk pemain Shen Yun yang akan ditampung di Hotel Radisson Blu HC Andersen, yang memiliki kemitraan dengan Teater Odeon.

Meskipun kontrak akan ditandatangani pada hari berikutnya, Benny Brix mengatakan Asosiasi Falun Dafa Denmark menerima email dari Teater Odeon yang mengatakan bahwa teater tersebut telah menerima pesanan dari konferensi bisnis selama dua hari pada hari yang akan diadakan pertunjukan Shen Yun.

Shen Yun dan Pengkhianatan oleh Komunis

Didirikan pada tahun 2006, Shen Yun melakukan tur setiap tahun, secara konsisten tampil di tempat-tempat yang tiketnya terjual habis di seluruh dunia. Misinya, menurut situs web resmi Shen Yun, adalah untuk menunjukkan kemegahan peradaban ribuan tahun Tiongkok melalui tarian klasik.

Namun, pertunjukan Shen Yun juga menggambarkan penganiayaan terhadap Falun Gong, sehingga membuat Shen Yun dimusuhi oleh Beijing.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah latihan spiritual Tiongkok yang dilarang dan ditindas dengan kejam oleh Komunis Tiongkok sejak tahun 1999. Kesuksesan komersial dan pengakuan kritis atas Shen Yun telah menjadikan Shen Yun sebagai target operasi campur tangan Komunis Tiongkok di luar negeri.

Selain ancaman langsung terhadap karyawan Shen Yun dan tindakan sabotase terhadap Shen Yun, personil diplomatik Tiongkok memberikan tekanan ekonomi dan politik pada teater dan pemerintah untuk tidak mengizinkan menampilkan pertunjukan Shen Yun.

Laporan sejak bulan Oktober menunjukkan bahwa Teater Odeon mungkin berbohong kepada Asosiasi Falun Dafa Denmark untuk alasannya tidak menandatangani kontrak tersebut.

Pada tanggal 5 Desember, TV 2 Denmark menerima email bertanggal 22 Oktober yang dikirim oleh karyawan Teater Odeon ke organisasi kebudayaan setempat, membenarkan bahwa Teater Odeon tidak dipesan pada tanggal 3 April, salah satu hari di mana Shen Yun akan tampil.

Email itu, yang mengundang organisasi kebudayaan untuk menjadwalkan kegiatannya untuk hari itu, datang tujuh hari setelah Teater Odeon membatalkan kontraknya untuk pertunjukan Shen Yun.

Menurut Benny Brix, salah satu kemungkinan adalah bahwa Teater Odeon membatalkan kontraknya karena sensor- diri. Kemungkinan lain adalah campur tangan langsung oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Denmark.

Ini bukanlah contoh pertama kali Shen Yun menghadapi masalah di Denmark. Dokumen menunjukkan bahwa Teater Royal Danish di Kopenhagen membatalkan pertunjukan Shen Yun sebagai akibat tekanan dari rezim Tiongkok beberapa kali sejak tahun 2008.

Pada tahun 2016, Kedutaan Besar Tiongkok berusaha mengganggu Shen Yun di Aarhus, kota kedua terbesar di negara Denmark, dengan memaksa teater dan Balai Kota untuk menghentikan kontrak dengan Shen Yun. Dalam hal itu, Shen Yun berhasil mengadakan pertunjukan yang sukses di Aarhus.

Anggota parlemen Denmark, anggota Dewan Kota Odense, dan media lokal telah mempertanyakan motif Teater Odeon.

“Shen Yun adalah perusahaan yang fantastis [dan] melakukan pertunjukan yang fantastis…[gangguan terhadap Shen Yun di Denmark] terjadi setiap saat. Saya melihat hal ini sebagai pelecehan dan tekanan dari Kedutaan Besar komunis Tiongkok di Denmark,” kata anggota Parlemen Denmark Soren Espersen kepada The Epoch Times pada tanggal 10 Desember.

Pada 4 Desember, anggota Kongres Denmark Pernille Bendixen mendesak Kementerian Sosial dan Dalam Negeri Denmark Astrid Krag untuk menjelaskan mengapa Teater Odeon membatalkan kontrak Shen Yun.

Mengikuti penyelidikan Pernille Bendixen, Jens Belling, ketua perusahaan pengelola Odeon Belling Holding APS, menerbitkan pernyataan yang bertentangan dengan alasan Teater Odeon sebelumnya. Ia mengatakan bahwa dari sudut pandang perusahaan, adalah lebih penting untuk mengadakan konferensi bisnis. (Vv/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular