Erabaru.net. Seorang bocah lelaki di Tiongkok diketahui memiliki kondisi darah langka yang disebut sebagai ‘penyakit Drakula’ menghabiskan seluruh hidupnya takut akan paparan sinar Matahari.

Remaja berusia 12 tahun itu, yang dikenal dengan nama samaran Xiao Luo, akan mengalami sakit akut, pembengkakan, dan luka bakar yang parah segera setelah ia pergi di bawah Matahari, menurut sebuah laporan.

Kondisinya memburuk tahun ini, dan ia mulai mengeluarkan darah dari mulut, mata, dan hidungnya, demikian menurut laporan.

Ibu anak itu telah membuat permohonan untuk bantuan setelah dia sakit parah.

Xiao Luo dan keluarganya tinggal di Kota Panzhihua di Provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya.

Ibunya, Tang Guiju, mengatakan kepada media setempat Red Star News bahwa bocah itu mulai menunjukkan gejala pada usia dini, tetapi dokter mengira kondisinya disebabkan oleh penyakit kulit.

Menurut laporan itu, kesehatan Xiao Luo memburuk pada Juni tahun ini. Murid kelas tujuh itu mulai menderita sakit perut parah dan mimisan terus menerus. Terkadang darah juga keluar dari mata dan mulutnya.

Dia akhirnya harus berhenti dari sekolah dan dirawat di rumah sakit.

Setelah tes genetik, bocah itu didiagnosis menderita Porfiria, penyakit yang dipercaya banyak orang dengan legenda drakula.

Porfiria adalah sekelompok kelainan genetik yang timbul akibat proses pembentukan heme yang tidak sempurna. Heme adalah bagian penting dari protein di dalam sel darah merah, yang membawa oksigen dari paru ke seluruh tubuh (hemoglobin). Heme dibentuk melalui rangkaian proses kimia yang melibatkan banyak enzim.

Tidak jelas seberapa umum kondisi porfiria, tetapi angka menunjukkan bahwa satu dari 50.000 orang terserang gangguan ini.

Tang mengatakan kepada reporter sambil menangis: ‘[Saya] telah melihat drakula di film. Ketika saya mendengar dokter memberi tahu saya [tentang kondisi anak saya], saya memang tidak bisa menerimanya. Dia tidak mengisap darah. ‘

Kondisi Xiao Luo dikatakan serius. Hatinya telah rusak dan ia memiliki infeksi paru-paru. Jumlah trombosit dan sel darah putihnya ‘sangat rendah’ ​​dan tingkat sel darah merahnya juga menurun.

Anak itu telah menjalani beberapa transfusi darah sebagai pengobatan.

Dia mengatakan kepada reporter bahwa dia berharap untuk pulih sesegera mungkin sehingga dia dapat kembali ke sekolah.

Tang mengatakan keluarganya berada dalam masalah keuangan yang besar.

Dia mengatakan bahwa mereka telah menghabiskan sekitar 80.000 yuan (sekitar Rp 160 juta) untuk merawat Xiao Luo sejak Juni dan perlu membayar 1.500 yuan (sekitar Rp 3 juta) setiap hari untuk perawatan medis.

“Tapi aku tidak pernah berpikir untuk menyerah,” katanya.

Tang berharap bahwa liputan media dapat mengarah pada bantuan dari para ahli yang dapat memberikan saran medis tentang kondisi putranya.(yn)

Sumber: Mirror

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular