oleh James Gorrie

Fase pertama hubungan dagang yang baru telah disepakati sementara, tetapi seberapa efektifkah hubungan itu?

Apakah “fase satu” kesepakatan dagang merupakan awal baru dalam hubungan Washington dengan Beijing? Mungkin saja, tetapi jangan bertaruh. Ada beberapa alasan untuk melihat kesepakatan tersebut dengan dosis skeptisisme yang sehat.

Dicurigai Adanya Pengaturan Waktu

Pertama, mengatur waktu kesepakatan ini adalah sangat mudah. Beijing memiliki alasan politik yang bagus untuk menunjukkan semacam kemajuan dalam perang dagang.

Dari sisi pandang Beijing, Beijing dapat menggunakan hak kemenangan saat ini. Dengan perhatian dunia yang terfokus pada unjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong selama enam bulan terakhir. Komunis Tiongkok telah sembrono bereaksi terhadap unjuk rasa anti-komunis tersebut. Komunis Tiongkok tampak agak tak berdaya dalam hal itu.

Terlebih lagi, laporan terbaru mengenai penahanan massal Komunis Tiongkok terhadap jutaan minoritas warga Uyghur di Xinjiang, membuat citra Komunis Tiongkok semakin buruk. Beijing harus mengumumkan pembebasan — jika tidak benar-benar membebaskan — banyaknya tahanan Uyghur tersebut.

Kemudian, ada kemunduran global dalam perdagangan dengan Tiongkok. Hilangnya pangsa pasar dan keuntungan di Amerika Serikat dan Uni Eropa memberi tekanan besar bagii Komunis Tiongkok untuk memberikan kinerja ekonomi yang tidak memungkinkan pada saat ini. Karena upah maupun Produk Domestik Bruto Tiongkok terus menurun, faktor ketidakpuasan di antara kelas menengah Tiongkok meningkat. Mereka adalah jumlah pemilih yang tidak ingin atau pun tidak mampu diabaikan oleh Komunis Tiongkok.

Menambah kesulitan-kesulitan yang agak besar ini, terbukti bahwa Tiongkok menderita kekurangan pangan yang meluas.

Wabah Flu babi Afrika telah mengakibatkan separuh stok daging babi Tiongkok dimusnahkan pada tahun 2019 dalam upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit yang mematikan itu. Akibatnya, pada bulan November 2019, tingkat inflasi Tiongkok untuk makanan naik menjadi 19,1 persen tahun-ke-tahun.

Akhirnya, batas waktu untuk putaran tarif lain atas barang-barang Tiongkok senilai 160 miliar dolar AS yang tersisa muncul pada tanggal 15 Desember. Donald Trump membuktikan bahwa ia bersedia dan mampu menaikkan tarif untuk lebih banyak produk Tiongkok.

Di babak terakhir ini, telepon seluler dan laptop menjadi sasaran, tepat pada waktunya untuk musim liburan yang lama, yang akan menjadi bencana bagi Tiongkok.

Beijing dengan tepat mengira Beijing dapat “membuat kesepakatan” dengan Presiden Donald Trump sebelum batas waktu, dan itulah yang terjadi. Ada beberapa pertanyaan mengenai apa tepatnya yang disetujui Tiongkok dalam fase satu kesepakatan dagang.

Namun bagaimanapun juga, fase satu kesepakatan dagang memungkinkan Tiongkok untuk membeli waktu, meringankan beberapa tekanan pasokan makanan, mendapatkan pers yang baik, dan membuat kepemimpinan Komunis Tiongkok tampak logis. Semua itu adalah kemenangan.

Menjual Kesepakatan Dagang

Tentu saja, sorotan kesepakatan dagang itu terdengar fantastis. Amerika Serikat sepakat untuk menangguhkan tarif 160 miliar dolar AS barang-barang Tiongkok yang dijadwalkan mulai berlaku pada tanggal 15 Desember. Juga, tarif yang ada pada 120 miliar dolar AS barang-barang Tiongkok dapat dikurangi sebesar 50 persen, menjadi 7,5 persen, sementara tarif 25 persen barang senilai 250 miliar dolar AS adalah tetap tidak berubah. Hal tersebut dengan mudah dilakukan oleh Donald Trump.

Di sisi lain, Tiongkok berpotensi untuk membeli pertanian senilai 50 miliar dolar AS pada tahun 2020, dan mungkin lebih dari itu. Akankah itu terjadi? Siapa yang tahu. Juga disepakati bahwa, melalui pemerintahan Donald Trump, Tiongkok akan membuat perubahan “struktural” pada ekonominya. Hal itu mencakup membuka pasar Tiongkok, menekan pencurian kekayaan intelektual, dan menghilangkan transfer teknologi secara paksa.

Tidak Seindah Kenyataan yang Ada

Jika seseorang tergoda untuk menganggap fase satu kesepakatan dagang sebagai awal dari berakhirnya perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok, itu adalah salah.

Kenyataannya adalah bahwa tidak berarti hampir semua”kesepakatan” ini akan berjalan lancar dalam jangka panjang.
Hal itu dikarenakan inti sebenarnya dari kesepakatan tersebut adalah “perubahan struktural” yang seharusnya disetujui Tiongkok untuk dilaksanakan.

Mengingat bahwa selama beberapa tahun terakhir, Beijing menambahkan lebih banyak hambatan struktural pada arus informasi yang bebas. Selain itu, menerapkan kendali yang lebih ketat terhadap perusahaan-perusahaan milik negara. Pada dasarnya akan sulit untuk Beijing menerapkan perubahan struktural hingga tingkat yang berarti.

Menurut definisi, perubahan struktural seperti itu berarti lebih banyak keterbukaan dan reformasi dalam cara ekonomi dikelola dan dijalankan oleh Komunis Tiongkok. Hal tersebut cenderung berarti lebih sedikit kendali Komunis Tiongkok, tidak lebih banyak.

Itu berarti gagal bagi Komunis Tiongkok untuk mengambil bagian perang dagang, dan yang paling pasti Komunis Tiongkok tidak akan bertingkah berdasarkan aturan satu orang yang terjadi saat ini.

Selain itu, anggota Partai Komunis Tiongkok sangat menyadari bagaimana kebijakan Glasnost dan Perestroika atau keterbukaan dan reformasi Uni Soviet pada tahun 1986 dengan cepat menyebabkan kematian Partai Komunis Uni Soviet dan runtuhnya seluruh Uni Soviet pada tahun 1991.

Adapun untuk menegakkan perlindungan kekayaan intelektual dan penghapusan transfer teknologi paksa, sebagian besar inovasi ekonomi Tiongkok berasal dari dua pilar kebijakan tersebut. Gagasan bahwa Tiongkok akan mengadopsi kebijakan semacam itu adalah tidak realistis.

Namun, kedua pilar kebijakan tersebut merupakan bagian penting dari fase satu kesepakatan dagang. Seberapa besar kemungkinan kebijakan tersebut akan terjadi?

Sekali lagi, bukanlah taruhan yang bagus. Pemisahan Amerika Serikat dari Tiongkok memiliki momentum yang jauh lebih besar dan jauh lebih masuk akal secara geopolitik dari sisi pandang Amerika Serikat. Diharapkan tren itu menjadi faktor dominan ke depan.

Dalam situasi seperti apakah perang dagang Amerika Serikat –Tiongkok dan aspek lain dari persaingan global ini saat ini?

Tepatnya di posisinya sebelumnya. Ya, Donald Trump mengumumkan upaya untuk menegosiasikan dan menandatangani fase dua kesepakatan dagang sebelum pemilihan umum tahun 2020.

Tetapi pada saat itu, akankah Tiongkok bahkan memenuhi komitmen yang dibuatnya pada fase pertama kesepakatan dagang? (Vivi/asr)

James Gorrie adalah Penulis Buku The China Crisis

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular