Erabaru.net. Saat akhir tahun 2019 lalu, beberapa negara mengalami cuaca yang lebih dingin sementara tempat-tempat seperti Australia mengalami cuaca yang sangat panas. Dalam beberapa tahun terakhir, ini menjadi semakin jelas karena perubahan iklim menjadi lebih buruk.

Pada 28 Desember lalu, di Bangladesh setidaknya 50 orang meninggal dunia karena kedinginan. Suhu terendah yang dicatat adalah 4,5 ° C di sebuah kota kecil di Tetulia, sebuah kota perbatasan di Bangladesh Utara.

(Foto: Oriental Daily)

Cuaca dingin telah menciptakan situasi yang optimal untuk penyebaran penyakit dan ini telah menyebabkan setidaknya 17 orang meninggal karena infeksi pernapasan akut dan 33 akibat diare yang disebabkan oleh rotavirus di seluruh Bangladesh dari 1 November hingga 28 Desember.

Bukan itu saja. Rumah sakit dipenuhi oleh orang-orang yang menderita segala macam penyakit yang berkaitan dengan gelombang dingin seperti influenza, dehidrasi dan pneumonia.

Orang-orang yang paling menderita adalah penduduk miskin karena mereka tidak memiliki pakaian dan juga anak-anak dan orang tua yang rentan terhadap penyakit seperti pneumonia melaporkan CBC.

(Foto: CBC)

Seorang penarik becak mengungkapkan keprihatinan dan frustasinya: “Saya tidak punya pilihan. Saya harus bekerja terlepas dari cuaca buruk untuk memberi makan keluarga saya. Tidak banyak orang yang bepergian. Semakin sulit untuk menarik becak karena saya merasa tubuh saya membeku. ”

Sungguh memilukan, hawa dingin ada di mana-mana sementara pada saat yang sama, Australia diselimuti panas. Kami berharap kondisi cuaca akan segera membaik!(yn)

Sumber: worldofbuzz

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular