oleh Luo Tingting – NTDTV

Wabah penyakit infeksi paru-paru misterius menjangkit di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Wabah itu menimbulkan keprihatinan besar  masyarakat. Lokasi awal ditemukannya wabah tersebut adalah pasar makanan laut Huanan yang kemudian ditutup oleh pihak berwenang untuk mencegah perluasan penyebaran. 

Berita pada 2 Januari 2020 menyebutkan bahwa wabah infeksi paru-paru diduga telah menyebar, dan warga di dekat  pasar makanan laut Huanan juga terinfeksi dan telah dikirim ke rumah sakit untuk dikarantina.

Media Tiongkok ‘The Beijing News’ melaporkan, seorang pasien yang tinggal di sekitar pasar makanan laut Huanan yang terinfeksi infeksi paru-paru misterius telah dilarikan ke Wuhan Jinyintan Hospital pada 31 Desember 2019 lalu untuk diperiksa dalam ruangan karantina. Orang luar atau anggota keluarga dilarang berkunjung. Pasien pertama yang tertular infeksi paru-paru misterius itu adalah pemilik dari grosir buah di  pasar Huanan itu.

Dilaporkan bahwa Wuhan Jinyintan Hospital adalah rumah sakit yang ditunjuk sebagai tempat perawatan medis bagi pasien dalam keadaan darurat kesehatan juga rumah sakit spesialis untuk penyakit menular.

Dunia luar sangat prihatin dengan merebaknya penyakit misterius di kota Wuhan itu. Ada seorang dalam profesi medis memberitahu NTD bahwa infeksi paru-paru yang biasa tidak menular dan perawatannya tidak memerlukan isolasi. Namun pernyataan resmi komunis Tiongkok tentang wabah infeksi paru-paru itu sama saja dengan mengakui bahwa infeksi tersebut adalah infeksi paru-paru yang dapat menular.

Menurut informasi publik, hanya SARS, antraks, dan wabah pes, yang disebut infeksi paru-paru  sangat menular dan mematikan. Itu yang baru dapat digolongkan sebagai wabah. Severe Acute Respiratory Syndrome / SARS atau Sindrom Pernapasan Akut Berat pernah merajalela di Tiongkok tahun 2002. 

Pengumuman tentang Pasar Diliburkan untuk Penanganan ditempelkan oleh pohak berwenang di depan pasar pada 1 Januari 2020. (foto internet)

Oleh karena itu masyarakat khawatir, apakah infeksi paru-paru misterius yang menjangkit di daratan Tiongkok itu mirip ancaman yang mematikan seperti wabah SARS.

 Saat ini, Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan tempat wabah ditemukan telah ditutup sementara oleh pihak berwenang untuk desinfeksi.

Pada 1 Januari 2020 waktu setempat, sebuah pengumuman yang berjudul Pengumuman tentang Pasar Diliburkan untuk Penanganan ditempelkan oleh pihak berwenang di depan pasar.

Isi pengumuman menyebutkan bahwa sesuai dengan peraturan yang relevan dari Dewan Negara dan Komisi Kesehatan dan Kesehatan Kota Wuhan, memutuskan untuk menghentikan sementara waktu kegiatan pasar Pasar Grosir Makanan Laut Huanan, agar dapat dilakukan sanitasi lingkungan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus penyakit. Waktu pengoperasian kembali pasar, akan ditentukan kemudian.

Media ‘Time Weekly’ melaporkan bahwa kepala Biro Kesehatan Distrik Jianghan di Wuhan mengatakan bahwa semua tempat usaha dalam pasar sedang menjalani giliran desinfeksi.

Menurut pihak penanggung jawabnya, belum diketahui kapan kegiatan pasar dapat berlangsung kembali.

Namun, entah karena warga lokal Wuhan tidak mengetahui situasi serius dari infeksi paru-paru misterius, atau percaya begitu saja terhadap laporan resmi komunis Tiongkok, warga kota  tampaknya kurang serius menanggapi kasus itu.

Dari foto yang diposting oleh netizen Tiongkok di Weibo menunjukkan bahwa pada malam pergantian tahun, saat warga Wuhan berpartisipasi dalam pesta Malam Tahun Baru, jalan-jalan ramai dipenuhi masyarakat, tetapi hampir tidak ada warga yang mengenakan masker. Netizen itu khawatir terhadap situasi itu, akan mempercepat penyebaran penyakit.

Penyembunyian berita yang berkaitan dengan penyebaran wabah penyakit oleh pihak berwenang Tiongkok telah mempercepat penyebaran. Pada pertengahan bulan November 2002 silam, penyembunyian berita wabah penyakit SARS oleh pemerintah Tiongkok menyebabkan masyarakat tidak mengambil tindakan pencegahan pada saat wabah awal berjangkit. Akibatnya penyebarannya sangat serius, yang akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

Kasusnya pada saat itu telah menyebabkan sejumlah besar penduduk Tiongkok terinfeksi bahkan mengakibatkan kematian. Pihak berwenang Tiongkok juga mendapat kutukan dari komunitas internasional.

Saat ini, pejabat komunis Tiongkok menyebutkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan ke 27 kasus pasien yang terkena infeksi paru-paru misterius apakah mereka terinfeksi virus yang identik dengan penyakit SARS. Namun, laporan uji yang dikeluarkan oleh Laboratorium Medis Boao menunjukkan ada pasien yang positif terjangkit coronavirus SARS. (sin) 

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular