Fang Xiao – Epochtimes.com

Wabah “Virus pneumonia misterius”yang merebak di Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok dilaporkan terus meluas, dan telah meningkat menjadi 44 kasus hanya dalam beberapa hari. Hingga Jumat (3/1/2020) Hong Kong telah menerima 3 pasien penyakit yang diduga pneumonia atau radang paru-paru atau paru-paru basah setelah kembali dari Wuhan, Tiongkok.

Awalanya Pada Jum’at (3/1/2020) situs web Komite Wuhan Municipal Health and Health Committee’s melaporkan bahwa kasus pneumonia virus misterius atau tidak dikenal telah ditemukan sejak Desember 2019. Hingga 3 Januari 2020, ditemukan 44 pasien yang didiagnosis terinfeksi pneumonia secara misterius. 11 dari mereka yang terinfeksi dalam kondisi kritis dan sisanya stabil. 

Manifestasi klinis dari pneumonia, terutama adalah demam, pasien mengalami kesulitan bernafas, dan Radiografi dada menunjukkan lesi invasif pada kedua paru-paru. Semua pasien kini telah diisolasi dan dokter memantau 121 orang yang memiliki riwayat kontak dengan para pasien. 

Pada 31 Desember 2019, media Tiongkok melaporkan, bahwa sejak Desember 2019, 27 kasus pneumonia ditemukan di Wuhan, yang semuanya didiagnosis sebagai pneumonia / infeksi paru. Dari 27 kasus tersebut, 7 dalam kondisi kritis.

Pasien dialihkan ke Wuhan Jinyintan Hospital pada 31 Desember 2019. Rumah sakit ini adalah rumah sakit spesialis untuk penyakit menular. Pasien dirawat secara terpisah dan orang luar maupun anggota keluarga tidak diperbolehkan menjenguk pasien. Sebagian besar pasien adalah penjual di South China Seafood City Market di Distrik Jianghan, Kota Wuhan, Tiongkok.  

Di sela-sela Tahun Baru, sebuah kasus yang disebut pneumonia misterius merebak di Wuhan, membuat gelisah masyarakat setempat. Mereka khawatir wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau  sindrom pernapasan akut akan terjadi lagi. 

South China Seafood City Market atau Pasar Makanan Laut China Selatan, Kota Wuhan, Tiongkok mengumumkan pada tanggal 1 Januari 2020 bahwa “pasar akan ditutup sementara untuk renovasi”, dan waktu pembukaan kembali belum dapat dipastikan.

Pneumonia misterius di Wuhan menyebar ke Hong Kong. Hingga 3 Januari 2020, tiga rumah sakit umum di Hong Kong menerima tiga pasien pneumonia setelah kembali dari Wuhan, Tiongkok.

Dr. David Hui Shu Cheong, kepala divisi pulmonologi dan terapi di The Chinese University of Hong Kong, mengatakan di media, bahwa tidak ada dari tiga kasus tersebut di atas yang pernah ke Pasar Makanan Laut China Selatan, kota Wuhan, Tiongkok.

Dr. David Hui Shu Cheong mengutip seorang profesor dari Universitas Peking, mengatakan bahwa kasus pneumonia di Wuhan diduga melibatkan virus corona baru, tetapi masih perlu waktu untuk memastikan lebih lanjut. Jika keluarga dan pekerja medis yang merawat pasien terinfeksi secara berturut-turut, dan kondisinya naik dengan cepat, maka bisa dipastikan virus itu dapat menular dari orang ke orang.

Seorang wanita Hong Kong mengunjungi Wuhan selama liburan Natal. Karena demam dan gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas, ia melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Tuen Mun, Hong Kong pada tanggal 31 Desember 2019 dan menjalani perawatan isolasi.

Saat itu, Dr. David Hui Shu Cheong mengatakan bahwa tingkat keparahan wabah itu setara dengan SARS yang meledak di Tiongkok ketika itu. Pada saat itu, 1 dari setiap 4 orang yang terinfeksi SARS di Hong Kong dibawa ke unit perawatan intensif, yang membutuhkan intubasi atau alat bantu napas berupa tabung ke dalam tenggrorokan – trakea dan konsentrasi oksigen yang tinggi.

Yuen Kwok-yung, seorang ahli mikrobiologi, dokter dan ahli bedah di Universitas Hong Kong, mengatakan bahwa infeksi virus sedang merebak di Wuhan, dan akan ada lebih banyak kasus terinfeksi. Menurut Yuen Kwok-yung, kemunculan tiba-tiba begitu banyak kasus penyakit Pneumonia pada waktu yang bersamaan dan di tempat yang sama bisa jadi merupakan ledakan wabah. Apalagi sekarang musim dingin, jadi kemungkinan besar adalah infeksi virus.  (jon)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular