- Erabaru - http://www.erabaru.net -

PM Kanada Justin Trudeau : Rudal Iran Jatuhkan Pesawat Maskapai Ukraina

The Canadian Press/The Epochtimes

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengungkapkan penyebab jatuhnya pesawat maskapai Ukraine International Airlines PS752  setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini Teheran, Iran.  Justin Trudeau menyampaikannya berdasarkan informasi dari berbagai sumber intelijen. 

Melansir dari The Canadian Press yang dikutip oleh The Epochtimes, Trudeau mengatakan rudal Iran menjatuhkan penerbangan Ukraine International Airlines. Pesawat itu  jatuh dekat Teheran pada 8 Januari 2020 lalu. Dia mengatakan penembakan itu mungkin tidak disengaja.

Trudeau menyampaikan laporan terbaru di tengah berbagai laporan sebelumnya pada 9 Januari yang menunjuk kepada Iran atas jatuhnya sebuah pesawat. Insiden itu menewaskan semua penumpang termasuk 138 orang yang sedang menuju ke Kanada.

“Bukti menunjukkan bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara milik Iran. Ini mungkin tidak disengaja,” kata Trudeau pada konferensi pers Parliament Hill pada 9 Januari 2020.

Trudeau mengatakan, dia mengetahui bahwa berita itu akan mengejutkan bagi keluarga yang berduka.

Pejabat Ukraina mengatakan, rudal ada dalam daftar penyebab potensial kecelakaan tersebut. Pesawat itu jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari bandara Teheran. Kedubes Ukraina di Iran juga sudah mencabut pernyataan yang menyebutkan bahwa jatuhnya pesawat itu akibat masalah engine failure atau kegagalan mesin. 

Trudeau berulang kali mengatakan, perlu ada penyelidikan yang lengkap dan menyeluruh untuk mendapatkan “gambaran lengkap tentang apa yang terjadi.”

Trudeau mengatakan, terlalu cepat untuk menyalahkan Amerika Serikat, yang memicu serangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan itu dengan terbunuhnya seorang jenderal top Iran minggu lalu. Dia mengatakan perlu ada penyelidikan lebih lanjut.

Kecelakaan itu terjadi setelah seminggu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pesawat nahas itu jatuh hanya beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangan rudal di pangkalan Irak di mana pasukan Amerika dan sekutu ditempatkan. 

Pernyataan Menteri Luar Negeri Ukraina, Vadym Prystaiko, dalam cuitan Twitternya mengungkapkan bahwa pesawat itu membawa 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris.

Iran mengatakan, serangan itu adalah pembalasan atas pembunuhan Amerika terhadap Mayjen Qassem Sulaimani. Sebelumnya pada 9 Januari 2020, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia percaya Iran bertanggung jawab, tanpa menyalahkan secara langsung.

“Seseorang bisa saja membuat kesalahan,” kata Trump dalam konferensi pers Washington. Ia mencatat pesawat itu terbang di “lingkungan yang cukup kasar.”

“Beberapa orang mengatakan itu mekanis, Saya pribadi tidak berpikir itu bahkan sebuah pertanyaan,” ujar Trump. 

Trudeau mengatakan dia tidak berkomentar tentang apa yang dikatakan Trump.

Otoritas penerbangan sipil Iran memimpin penyelidikan, di bawah aturan internasional untuk penyelidikan kecelakaan seperti itu. 

Organisasi itu mengatakan pada 9 Januari pihaknya, telah mengundang penyelidik Kanada dari Dewan Keselamatan Transportasi untuk bergabung dengan tim yang sedang berkembang untuk menyelidiki kecelakaan itu.

Trudeau mengatakan pejabat konsuler Kanada menuju ke Turki. Iran menyatakan akan terbuka untuk mengeluarkan visa sehingga mereka dapat diberikan akses ke negara itu. 

Dia mengatakan, Iran telah mengindikasikan “keterbukaan” ke Kanada untuk mengambil bagian dalam penyelidikan. Kanada dan Iran telah memutuskan hubungan diplomatik pada 2012 silam. (asr)

Video Rekomendasi :