- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Liu He Datang untuk Tandatangani Perjanjian Dagang Tahap Pertama AS-Tiongkok, Trump : Tahap Kedua Dimulai

oleh Xu Zhenqi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada hari Kamis 9 Januari 2020 mengatakan, bahwa pemerintah AS akan segera memulai negosiasi perdagangan tahap kedua dengan Tiongkok. Akan tetapi, penandatanganan perjanjian mungkin baru terlaksana usai pemilu bulan November 2020.

“Kita akan segera memulai negosiasi tahap kedua. Ini akan sedikit memakan waktu”, kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. 

“Saya pikir (penyelesaian negosiasi) mungkin harus menunggu sampai pemilihan selesai, karena dengan begitu, saya pikir kesepakatan yang dihasilkan akan lebih baik, bahkan jauh lebih baik,” ujarnya. 

Trump juga mengatakan, bahwa perjanjian perdagangan tahap pertama mempunyai bobot tidak kecil dari keseluruhan perjanjian. Ia akan memberikan manfaat bagi petani dan bankir Amerika Serikat. 

“Jadi saya pikir itu bagus untuk petani, bagus juga buat regulator, bagus buat perbankan. Anda mengetahui itu sangat bagus untuk perusahaan keuangan,” katanya.

Negosiasi tahap kedua nanti akan melibatkan isu-isu lain seperti pembukaan Tiongkok dan lain-lain.

Pada 13 Desember 2019, Amerika Serikat dan Tiongkok mengumumkan telah sepakat  terhadap kesimpulan dari perjanjian perdagangan tahap pertama. Setelah itu, kedua pihak menyatakan bahwa sedang dalam penyelesaian proses proofreading terjemahan. Amerika Serikat menyatakan, bahwa perlu untuk memastikan bahwa versi bahasa Mandarin dan versi Inggris adalah sama persis.

Delegasi Liu He ke AS untuk Menandatangani Perjanjian 

Pada 31 Desember 2019, Trump mengatakan, bahwa perjanjian perdagangan tahap pertama akan ditandatangani pada 15 Januari 2020, dan negosiasi tahap kedua harus berversi lengkap.

Pada hari Kamis 9 Januari 2020, Gao Feng, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan, bahwa Wakil Perdana Menteri Liu He akan berangkat ke Amerika Serikat dari 13 hingga 15 Januari 2020. Kedatangan rombongan itu untuk menandatangani perjanjian perdagangan AS-Tiongkok tahap pertama. Ini adalah konfirmasi resmi pertama dari pemerintah Tiongkok tentang tanggal dan tempat penandatanganan.

Wall Street Journal mengutip sumber terpercaya memberitakan, bahwa Liu He akan memimpin sebuah delegasi yang terdiri dari 10 orang datang ke Washington DC untuk menandatangani perjanjian tahap pertama. 

Para anggota delegasi tersebut termasuk, Menteri Perdagangan Tiongkok Zhong Shan, Gubernur Bank Sentral Yi Gang, Wakil Direktur Komisi Pengembangan dan Reformasi Ning Jizhe, Wakil Menteri Keuangan Liao Min, Wakil Menlu Zheng Zeguang, Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi Wang Zhijun, Wakil Menteri Pertanian Han Jun dan Wakil Menteri Perdagangan Wang Shouwen.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa Duta Besar Tiongkok untuk Washington, Cui Tiankai juga akan menghadiri upacara penandatanganan. Acara penandatanganan perjanjian saat ini dijadwalkan akan diadakan pada hari Rabu 15 Januari 2020 pukul 11:30 pagi di dalam Gedung Putih. Diperkirakan ada 200 orang pejabat akan berpartisipasi, termasuk perwakilan dari kelompok perdagangan utama AS.

Perjanjian tahap pertama yang diumumkan dan bakal ditandatangani oleh kedua belah pihak ini memiliki konten antara lain tentang hak kekayaan intelektual, transfer teknologi, makanan dan produk pertanian, jasa keuangan, nilai tukar dan transparansi, memperluas skup perdagangan, penilaian bilateral dan penyelesaian sengketa atau mekanisme penegakan hukum.

Hal yang paling menarik perhatian masyarakat internasional adalah komitmen Tiongkok untuk membeli tambahan barang dan jasa hingga sebanyak 200 miliar dolar AS dalam waktu 2 tahun. Di antaranya termasuk tambahan  32 miliar dolar AS untuk pembelian produk pertanian AS.

Trump mengatakan, pada awal bulan Oktober tahun lalu bahwa transfer teknologi wajib akan dimasukkan dalam perjanjian tahap pertama dan kedua.

Teks perjanjian tahap pertama ini setebal 86 halaman. Pihak AS mengatakan, bahwa setelah perjanjian ditandatangani, teks akan diumumkan.

Namun demikian, Juru bicara Gao Feng tidak memberikan rincian komitmen Komunis Tiongkok untuk meningkatkan impor barang dan jasa Amerika dalam konferensi persnya pada hari Kamis itu. Ia hanya mengatakan, bahwa Tiongkok akan memperbaiki kebijakan tarifnya untuk impor produk gandum, jagung dan produk pertanian lainnya sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh WTO.

Trump Tak Berkomentar Tentang Apakah Mau Berkunjung ke Tiongkok untuk Negosiasi Tahap Kedua

Pada 31 Desember 2019, Trump mengatakan : “Saya pikir, Tahap kedua dapat terlaksana. Banyak orang bertanya apakah saya perlu melakukan (negosiasi) tahap kedua, atau melakukan (negosiasi) tahap kedua dan ketiga ? Pendapat saya adalah bahwa kita akan melakukan negosiasi kedua. Saya percaya dua tahapan itu merupakan bagian dari keseluruhan negosiasi yang dapat dijadikan perjanjian. Kita akan segera memulainya”.

 Trump juga menambahkan bahwa dirinya berencana untuk menemui Xi Jinping di Beijing suatu waktu nanti.

Pada Hari Kamis lalu, Trimp tidak menjawab pertanyaan wartawan tentang apakah mau berkunjung ke Tiongkok untuk menemui Xi Jinping.

Dalam negosiasi tahap kedua nanti, akan dibahas pertama-tama tentang isu struktural ekonomi Tiongkok yang telah menempatkan AS dan perusahaan asing lainnya dalam posisi yang kurang menguntungkan di pasar Tiongkok, termasuk subsidi industri yang diberikan pemerintah, peran utama pemerintah dalam ekonomi dan diskriminasi sistematis terhadap perusahaan asing. 

Isu lainnya mungkin termasuk pemrosesan data dan penggunaan peretas untuk mencuri kekayaan intelektual AS.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada 4 Desember tahun lalu mengatakan, penandatangan perjanjian perdagangan tahap pertama akan dilaksanakan dalam bulan Januari, kemudian negosiasi akan memasuki tahap kedua. 

“Masalah yang paling penting adalah untuk memastikan bahwa perjanjian tahap pertama ditegakkan. Kemudian kita mulai menegosiasikan isu dalam tahap kedua”, katanya.

Mnuchin mengatakan : “Negosiasi tahap kedua meliputi sejumlah isu penting, sehingga mungkin saja ada ‘Tahap Kedua A’ ‘Tahap Kedua B’ dan seterusnya. Mari kita lihat nanti”.

Setelah negosiasi tahap pertama dapat disepakati, pemerintah AS menunda kenaikan tarif impor atas komoditas Tiongkok senilai 160 miliar dolar AS pada 15 Desember 2019. AS berjanji akan menurunkan tingkat tarif sebesar 50% atas komoditas Tiongkok senilai 120 miliar dolar AS. Langkah itu diwujudkan dalam waktu 30 hari sejak penandatanganan perjanjian. (dari 15% menjadi 7,5%). Namun demikian, Amerika Serikat masih mempertahankan tarif impor 25% untuk komoditas Tiongkok senilai 250 miliar dolar AS sebagai leverage untuk negosiasi di kemudian hari. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :