oleh Wu Ying

Amerika Serikat maupun Tiongkok telah sepakat untuk mengadakan dialog setiap 6 bulan, itu setelah perjanjian perdagangan tahap pertama ditandatangani dan berlaku. Tujuannya untuk mendorong langkah reformasi dan menyelesaikan perselisihan yang masih ada.

Wall Street Journal melaporkan pada (11/1/2020), bahwa seorang pejabat AS dan lainnya mengatakan dalam sebuah briefing bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok akan mengadakan pertemuan semi-tahunan di masa depan. Langkah ity sebagai bagian dari perjanjian perdagangan tahap pertama antara kedua belah pihak. 

Steven Mnuchin ditunjuk sebagai penanggung jawab  perundingan dari pihak Amerika Serikat, sementara itu Wakil Perdana Menteri Liu He mungkin yang ditunjuk sebagai penanggung jawab dari pihak Tiongkok.

Setelah menghabiskan hampir 18 bulan waktu bernegosiasi, Washington dan Beijing masing-masing mengumumkan bahwa pada 13 Desember tahun lalu bahwa negosiasi perdagangan tahap pertama telah mencapai kesepakatan. Kedua pihak setuju untuk menandatangani perjanjian di Washington pada 15 Januari. 

Perjanjian perdagangan tahap pertama ini isinya mencakup 7 topik besar, yakni meliputi isu hak kekayaan intelektual, transfer teknologi, pertanian, layanan keuangan, nilai tukar, perdagangan yang diperluas, dan penyelesaian (mekanisme implementasi) sengketa.

Wall Street Journal mengutip ucapan pejabat AS menyebutkan, bahwa mekanisme dialog semi-tahunan yang baru akan dipisahkan dari negosiasi tahap kedua antara kedua belah pihak. Fokusnya diletakkan pada kebijakan ekonomi dasar Beijing, termasuk subsidi besar untuk perusahaan milik negara dan swasta, dan perilaku perusahaan milik negara dan lain-lain. 

Presiden Trump baru-baru ini mengatakan, bahwa negosiasi tahap kedua tampaknya tidak dapat diselesaikan sebelum pemilu bulan November mendatang.

Tujuan dari mekanisme dialog semi-tahunan adalah untuk membahas isu-isu yang timbul antara kedua negara. Selain itu, untuk memberikan jalan bagi para pejabat kedua negara di semua tingkatan untuk bertemu dan mengembangkan hubungan yang lebih mendalam.

“Ini adalah proses yang sama sekali berbeda dari negosiasi perdagangan”, kata seorang pejabat pemerintah AS. 

Dapat dipahami bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok sedang mempertimbangkan untuk menamai proses tersebut ‘Dialog Ekonomi Komprehensif.’

Robert Lighthizer pada bulan Februari tahun lalu memberikan kesaksian di depan Kongres. Ia menjelaskan, secara terperinci isi mekanisme implementasi perjanjian perdagangan di masa mendatang yang pada awalnya telah disetujui oleh Amerika Serikat dan Tiongkok.

Ia mengatakan bahwa kelak setelah perjanjian perdagangan AS – Tiongkok ini berjalan, kedua belah pihak akan tetap melakukan dialog berdasarkan waktu dan tingkat pejabat yang disepakati bersama. 

Setiap bulan ada pembahasan masalah tingkat pekerja, 3 bulan sekali akan ada pertemuan tingkat wakil menteri, dan 6 bulan sekali untuk negosiasi tingkat menteri. Dan isu-isu berat akan dinegosiasikan oleh penanggung jawab perdagangan yang telah ditunjuk oleh kedua belah pihak.

Selain itu, keluhan kedua belah pihak terhadap pelanggaran perjanjian, atau pola perilaku Tiongkok yang melanggar perjanjian, akan diselesaikan melalui mekanisme negosiasi yang dibuat oleh kedua belah pihak tersebut. Sementara untuk melindungi para pihak, mereka dapat menyampaikan keluhan secara anonim. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular