- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Sejumlah Besar Staf Medis Terinfeksi, Rumah Sakit Sesak dengan Pasien! Wabah Pneumonia Wuhan Diperkirakan Jauh Melampaui Angka yang Diumumkan

Yi Ru – Epochtimes.com

Menurut angka resmi dari pejabat pemda Tiongkok, bahwa pneumonia wuhan yang disebabkan coronavirus baru telah menyebar ke lebih dari 26 provinsi dan kota di seluruh pelosok penjuru Tiongkok. Penyebarannya dengan 547 kasus yang dikonfirmasi, terdiri 444 kasus di Provinsi Hubei, dan 17 kasus kematian. 

Namun demikian, ada laporan menyebutkan, bahwa angka yang sebenarnya adalah 10.000 kasus wabah Wuhan yang didiagnosis. Informasi yang diperoleh epochtimes.com juga menunjukkan bahwa wabah itu jauh di luar perkiraan dunia luar. Sejumlah besar staf medis juga telah dikarantina setelah terinfeksi. 

Seorang dokter di Wuhan mengatakan kepada Epochtimes, bahwa rumah sakit besar di kota itu penuh sesak dengan pasien, termasuk dia sendiri juga terinfeksi.

“Sekarang saya sendiri termasuk yang diduga terinfeksi dengan virus itu, saya belum mendiagnosisnya untuk saat ini, terutama karena infeksi paru-paru dan nyeri dada,” kata dokter dengan inisial Wei kepada Epoch Times.

Rumah Sakit Besar Sesak dengan Pasien

Wei adalah seorang dokter klinik di sebuah komunitas di Wuhan. Dia mengatakan masih akan berusaha bekerja. Karena padatnya pasien di rumah-rumah sakit besar, dia berencana untuk mengisolasi dirinya sendiri di rumah pada Kamis (23/1/2020). 

“Saya tidak berencana ke rumah sakit, karena untuk periksa di rumah sakit sekarang harus antri dari pagi hingga malam, terlalu banyak orang di rumah sakit, dan semua klinik juga seperti itu,” katanya. 

Adapun penyebab banyaknya pasien ke klinik, karena semua pasien demam di rumah sakit umum sekarang diharuskan ke klinik demam khusus. 

Dokter Wei mengatakan, “Sekarang, rumah sakit besar, termasuk Wuhan No.4, 5, 7, 9 Hospital, dan Hankow City Hospital, atau Wuhan Red Cross Hospital memiliki klinik demam khusus. 

Selama ada pasien dengan pilek dan demam di rumah sakit masyarakat, suhu mereka di atas normal, maka mereka dirujuk ke klinik demam yang ditunjuk.”

Suasana di Rumah Sakit Bak Lokasi Krisis Biokimia

Warganet Tiongkok mengatakan suasana di rumah sakit tak ubahnya seperti tempat krisis biokimia. 

Semua dokter dan perawat seperti ini, mengenakan pakaian “Anti virus” dengan seragam dan masker putih.

Banyak warga Tiongkok yang prihatin dan merasa terpanggil untuk terus memposting pemberitahuan terkait dengan risiko ditangkap. Tanpa mereka, Pneumonia Wuhan masih ditutupi otoritas komunis Tiongkok. Dikhawatirkan akan lebih banyak orang yang tewas karenanya. Mereka-mereka inilah adalah patriot sejati dan pecinta rakyat.

Tak kan ada kebenaran tanpa kecurigaan. Kekuasaan yang sewenang-wenang hanya akan menginjak-injak segalanya. Pada saat-saat sulit ini, kepada teman-teman semuanya mari kita bersuara. Demikian kata netizine Tiongkok

Banyak Dokter Terinfeksi Tetapi Tidak Diberikan Diagnosa

Dr. Wei mengatakan, bahwa banyak dokter terinfeksi, terutama karena pada awal periode itu. Pejabat pemda ditenggarai menyembunyikan wabah. Sehingga banyak mengadakan kontak dengan sejumlah besar orang yakni orang-orang yang rentan terinfeksi dan kontak dekat dengan pasien terinfeksi, yang mana belum dikendalikan. 

“Pada saat itu kami tahu situasi klinis, tetapi pejabat setempat menyembunyikan faktanya, tidak ada data yang diumumkan, saya pribadi juga tidak tahu persis kondisi sebenarnya, jadi kami telah bekerja selama hampir 2 bulan tanpa perlindungan apa pun. Sudah ada 5 orang dengan infeksi paru-paru di departemen kami, dan ada sekitar 50 orang departemen kami, hampir 1/10, sementara situasi di rumah sakit komunitas lainnya tidak diketahui, mungkin sama,” kata dokter Wei

Sepucuk surat yang diberikan kepada  Epochtimes oleh seorang perawat dari Wuhan Union Hospital mengatakan, bahwa beberapa orang di departemen mereka telah terinfeksi dan diisolasi di rumah.

“Ah! Bekerja dengan taruhan nyawa. Sekarang rumah sakit tidak mengizinkan kami mengundurkan diri, tidak boleh pergi dari Wuhan, kita sekarang dalam tahanan rumah. Banyak staf medis terinfeksi dan tidak didiagnosis. Semua hanya dapat menduga-duga (terinfeksi virus korona baru), karena begitu dikonfirmasi terinfeksi, itu adalah perawatan gratis, dan harus dilaporkan ke negara.

“Sampai sekarang tidak ada pengobatan yang efektif, hanya mengandalkan sistem imun sendiri, hidup dan mati atas kehendak-Nya.” 

“Suami saya mengantar anak dan orang tua kami pulang, dia tinggal bersamaku di Wuhan, saya harus ke kantor setiap hari, kemungkinan sebuah pemberitahuan akan melarang saya pulang dan dikarantina di rumah sakit. Bagaimanapun, saya sudah sangat kecewa, masyarakat ini tidak memperlakukan kita sebagai manusia,” kata dokter Wei.

Ada warga Wuhan mengungkapkan di dunia maya, bahwa dia mendengar staf medis di rumah sakit mengatakan, bahwa dokter dan perawat yang diisolasi tidak hanya 15 orang. Akan tetapi ada lebih dari 150 orang yang dikarantina. Gedung 2 lantai di Wuhan Union Hospital penuh dengan dokter dan perawat, semuanya dikarantina di sana.

 Informasi dari Dokter dan Perawat 

 Dilaporkan bahwa dokter dan perawat yang diisolasi tidak hanya 15 orang, tetapi lebih dari 150 orang. Gedung 2 lantai di Wuhan Union Hospital penuh dengan dokter dan perawat, semuanya dikarantina di sana. 

“Belum ada cara penanganan yang efektif, hanya bisa mengandalkan sistem kekebalan masing-masing,” katanya.

Angka kematian Mungkin Sangat Banyak

Dr. Wei mengatakan, bahwa situasi epidemi akan semakin memburuk. Kini berada dalam periode yang meningkat. 

“Karena masa inkubasi ini (lamanya) ada yang lebih dari 20 hari hingga 2 bulan, perkiraan (masa inkubasi) adalah 9 hari, mungkin belum mencapai puncaknya, karena pengujian asam nukleat tidak dilakukan sebelum kondisi epidemi diumumkan, sehingga mereka yang terjangkit pneumonia tidak didiagnosa.”

Mengenai berapa banyak data kematian yang sebenarnya, dokter Wei mengatakan, bahwa mungkin cukup banyak.

Akan tetapi jumlah pastinya belum diketahui, kecuali ada yang membuat statistik dari data kematian setiap wilayah. Dikarenakan, jumlah kematian di wilayah tidak di-statistik, karena sebelumnya tidak didiagnosis dengan tes asam nukleat. Ada yang bilang meninggal dunia karena pneumonia, dan itu tidak dapat dikategorikan sebagai akibat dari pneumonia dari coronavirus. Selain itu, banyak kasus kondisinya memang seperti itu.

“Data spesifik kematian akibat wabah Wuhan ini hanya diketahui pejabat tinggi setempat, karena pemberitahuan telah dikirimkan kepada mereka,” tambah dokter Wei. (jon/asr)

Video Rekomendasi :